Kadis Sosial Payakumbuh Berulah Lagi

1
17

Payakumbuh, Dekadepos.com

Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Idris, memang dikenal sebagai pejabat kontroversi dilingkungan Pemko setempat. Betapa tidak, jika sebelumnya dia pernah heboh diberitakan media sosial karena ulahnya meminta ganti rugi kepada rakyat kecil, karena mobil plat merah yang dikendarainya tergores. Belum lama berselang, orang nomor satu di Dinas Sosial itu, juga heboh diberitakan media masa, karena kebijakannya menutup kantor Dinas Sosial saat jam dinas, hanya karena keluarganya pesta pernikahan.

Senin (15/5) kemarin, giliran puluhan orang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se Kota Payakumbuh pula yang datang beramai-ramai ke gedung DPRD Kota Payakumbuh menyampaikan aspirasi mereka, terkait sikap arogansi oknum Kepala Dinas Sosial Pemko Payakumbuh, Idris, yang telah melakukan tindakan semena-mena dan melakukan intimidasi kepada anggota PSM.

“ Kadis Sosial Idris telah menginterfensi anggota PSM untuk kepentingan politik. Bahkan, dia mengancam memecat anggota PSM yang dinilai tidak sepaham atau sejalan dengan aspirasi politiknya,” ujarnya Lina Gusrini. yang bertindak sebagai juru bicara forum PSM ketika mengadu kepada Ketua DPRD Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam didampingi Ketua Komisi A Heri Iswandi di ruangan Komisi A DPRD setempat, Senin (15/5). Untuk ketua DPRD ketahui, ujar Lina Gusrini., akibat sikap arogansi Kepala Dinas Sosial Idris, apalagi telah memecat beberapa orang anggota PSM, membuat anggota PSM resah.

“ Untuk diketahui, pekerjaan anggota PSM ini bersifat sukarela dan individu mereka banyak berhubungan langsung dengan fakir miskin. Misalnya, bagi warga yang tidak mampu membayar biaya pengobatan, PSM berusaha membantu mereka. Ternyata, Kadis Sosial telah mengcampur adukan tugas sosial kami ini dengan politik dan bahkan dia mengancam akan memecat kami jika tidak sepayung dengan aspirasi politiknya, “ beber Lina Gusrini utusan dari Payakumbuh Timur.

Kepada ketua DPRD, anggota PSM itu berharap untuk menyikapi masalah ini dengan serius. “ Jika kasus pemecatan anggota PSM ini tidak disikapi, seluruh anggota PSM akan mundur, “ tegasnya.

Dibeberkan para anggota PSM itu, sebelum Pilkada lalu Kadis Sosial, Idris, menggumpulkan seluruh anggota PSM se Kota Payakumbuh untuk mengarahkan memilih salah satu pasagan calon Walikota dan Wakil Walikota. “ Beberapa orang anggota PSM ada yang tidak mau menerima perintah Kadis Sosial itu dan salah satunya adalah saya. Satu hari sebelum Pemilu yakni saat minggu tenang, saya dipanggil Kepala Dinas Sosial ke kantornya dan meminta agar saya mengkampanyekan salah satu pasangan calon. Sebagai anggota PPS yang sudah disumpah, saya menolak permintaan kepala Dinas Sosial tersebut. Saat itu Kepala Dinas Sosial mengancam akan memecat saya karena tidak sepayung dengan dirinya,” beber Lina Gusrini.

Tapi apa yang terjadi? Ternyata benar, Kadis Sosial memang memberhentikan Lina Gustina sebagai anggota PSM. Namun, karena kinerja Lina Gusrini dilingkungan tempat tinggalnya terkenal baik dan punya dedikasi, Lurah Payolansek Budi Kurniawan tidak bisa mengambil tindakan terkait pemberhentian Lina Gusrini. Kemudian Ketua LPM bersama tokoh masyarakat Kelurahan Payolansek melakukan rapat membahas masalah pemecatan Lina Gusrini itu. Ternyata, hasil rapat tokoh masyarakat kelurahan Payolansek masih memberikan kepercayaan kepada Lina Gusrini. untuk menjadi PSM.

Namun hebatnya, ketika surat penunjukan Lina Gusrini oleh LPM itu diteruskan kepada Dinas Sosial, selang beberapa hari kemudian Lurah Payolansek, Budi Kurniawan mendapat telepon akan dipecat jadi Lurah, apabila dia tidak memberhentikan Lina Gusrini menjadi PSM.

“Tindakan semena-mena itulah yang dilakukan Kadis Sosial kepada PSM. Untuk itu, kami seluruh anggota PSM se Kota Payakumbuh meminta masalah ini diselesaikan dengan tuntas oleh DPRD,” pinta Lina Gusrini.

Diungkapkan anggota PSM lainnya, Jumat lalu Dinas Sosial telah mengelar seleksi PSM untuk Kecamatan Payakumbuh Timur. “ Salah satu materi seleksi yang ditanya oleh Kepala Dinas Sosial kepada calon anggota PSM adalah siapa calon Walikota dan Wakil Walikota yang dipilih waktu Pilkada lalu,” beber Lina Gusrini.

Tak hanya itu, ungkap Lina Gusrini, beberapa waktu lalu seluruh anggota PSM se Kota Payakumbuh diundang rapat di kantor Dinas Pendidkan. Dalam rapat tersebut Kepala Dinas Sosial, Idris, terang-terangan mengatakan bahwa dia akan menepati janjinya untuk memecat PSM yang tidak seiring dan sejalan dengan dirinya. “ Akibat tindakan arogansi Kepala Dinas Sosial, Idris, anggota PSM resah. Apalagi ada upaya dari Kadis Sosial untuk mencampur adukan masalah sosial dengan partai politik. Bagi kami, siapapun yang terpilih dan memimpin daerah ini, sebagai anggota PSM akan akan melansakan tugas kami untuk membantu masyarakat, ” beber Lina Gusrini.

Pendapat yang sama juga dilontarkan anggota PSM lainnya. Malah dengan tegas mereka mengatakan, jika masalah arogansi Kepala Dinas Sosial ini tidak mendapat tanggapan serius dari DPRD, seluruh anggota PSM se Kota Payakumbuh akan mundur menjadi anggota PSM. “ Tolong ASN yang bersikap seperti Kepala Dinas Sosial ini ditindak, agar tidak ada lagi yang berlakukan tindakan semena-mena kepada masyarakat,” pinta anggota PSM kepada Ketua DPRD.

Sementara, Ketua DPRD Payakumbuh, YB. Dt. Parmato Alam, menangapi pengaduan puluhan PSM itu, mengaku akan segera memangil kepala Dinas Sosial untuk diminta klarifikasinya terkait permasalahan itu. Ia juga menyesalkan sikap Kepala Dinas dimaksud, jika hal itu benar adanya. “ Kita tentu sangat paham bahwa keberadaan PSM sangat membantu ditengah-tengah masyarakat, untuk itu kita akan segera memangil kepala Dinas Sosial, untuk didengar klarifikasinya/keterangannya terkait pengaduan puluhan PSM ini,” sebut Politisi Golkar tersebut.

Jika memang benar, apa yang dikadukan oleh PSM ini, tentu hal ini akan berdampak pada tidak kondusifnya situasi ditengah-tengah masyarakat. Sebab sikap seorang Kepala Dinas yang notabene adalah ASN, sangat bertentangan dengan undang-undang. Apalagi Forum PSM ini memiliki bukti rekaman video saat oknum kadis mengarahkan PSM untuk memilih salah satu pasangan calon walikota-wakil walikota, sebelum digelarnya pilkada serentak jilid II paya 15 Februari lalu. Permato Alam juga menambahkan, jika memang bukti rekaman video yang diserahkan oleh Forum PSM itu benar adanya, kita tentu akan menggunakan hak kita sebagai anggota DPRD. Bisa saja berupa, Hak Interpelasi dan hak angket.

Kepala Sosial Payakumbuh, Idris, yang dihubungi dikantor Senin (15/5) tidak berada di tempat. Menurutnya stafnya, tadi siang Kadis Sosial sudah pergi ke Padang untuk seterusnya ke Jakarta. Asisten I Setko Payakumbuh, Yoherman, ketika dikonfirmasi terkait datangnya puluhan anggota PSM ke DPRD mengadu ke DPRD, terkait sikap arogansi Kepala Dinas Sosial, Idris, mengaku akan memanggil yang bersangkutan.

“ Besok, akan kita panggil Kadis Sosial ini. Sebenarnya, tidak boleh kepala OPD bersikap arogan seperti itu kepada masyarakat. Namun, yang jelas aspirasi anggota PSM itu akan kita sikapi dengan baik,” pungkas Yoherman. (Esha Tegar).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here