Kadisparpora: Kawasan Lembah Harau Bakal Dikelola Lebih Serius

0
96

Pengelolaan Lembah Harau salah satu detinasi wisata andalan Sumatera Barat, yang terletak di Kabupaten Limapuluh Kota bakal dilakukan lebih serius lagi oleh pemerintah daerah setempat. Hal tersebut guna lebih menumbuhkan geliat dan minat wisatawan untuk berkunjung ke Luak Nan Bungsu.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Kabupaten Limapuluh Kota, Yatmiko, mengatakan, perolehan penghargaan Indonesia Stainable Tourism Award (ISTA) 2017 atas kategori Penghargaan Hijau dan Tata Kelola, yang diraih Lembah Harau kian meneguhkan langkah pemerintah daerah terutama instansi yang ia pimpin untuk lebih serius menata dan melakukan pengembangan ke depan.

“Pada perubahan anggaran 2017 dan pembahasan rencana kegiatan dan anggaran (KUA-PPAS) APBD 2018, kita sudah masukkan pelbagai usulan terhadap program kegiatan, untuk pengembangan kawasan destinasi wisata khususnya Lembah Harau. Ini akan menjadi program prioritas kita ke depan,” kata Yatmiko, didampingi Kabid Pariwisata, Nengsih, di ruang kerjannya.

 

Menurut Yatmiko, selain hanya mengandalkan anggaran APBD Kabupaten Limapuluh Kota, untuk pengembangan kawasan wisata Lembah Harau, Disparpora Limapuluh Kota juga sudah mengajukan penawaran kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat serta Kementerian Kehutanan di Jakarta.

 

Kerjasama tersebut, terangnya, dilakukan mengingat kawasan Lembah Harau yang terletak di pusat kabupaten, menurut peta kawasan dan tata ruang wilayah, sebagiannya merupakan kawasan hijau. Berbagai pertemuan sudah dilakukan, termasuk terkait rencana pengembangan infrastuktur bersama pemerintah provinsi Sumatera Barat.

 

“Mengenai infrastuktur pendukung, sudah kita buatkan di dalam masterplan-nya. Laporan terhadap kebutuhan dan gambaran kerjanya juga sudah kita sampaikan ke provinsi juga ke DPRD Limapuluh Kota. Mudah-mudahan berbagai program yang kita laksanakan, dapat menunjang peningkatan kunjungan dan perekonomian bagi masyarakat,” sebut Yatmiko.

 

Program pengembangan kawasan pariwisata Limapuluh Kota, selain lembah Harau juga ada dua kawasan lainnya yang sudah masuk ke dalam destinasi wisata Sumbar. Keduanya yakni, kawasan Fly Over Kelok Sembilan serta kawasan Pembibitan dan Peternakan Sapi di BPTU Padang Mengatas. Hanya saja, menurutnya, dua kawasan tersebut merupakan kewenangan provinsi dan pemerintah pusat.

 

Penghargaan ISTA 2017 yang diberikan oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, kepada Limapuluh Kota terkait kategori Penghargaan Hijau dan Tata Kelola Lembah Harau, merupakan penghargaan pertama bagi Limapuluh Kota di bidang pariwisata. Pengharagaan tersebut, katanya, akan menjadi lampu hijau serta modal awal bagi Limapuluh Kota untuk mengembangkan tata kelola destinasi wisata dan penunjang lainnya.

 

Ditambahkan Nengsih, selain fasilitas dan infrastuktur pendukung, seperti pembangunan jalan serta fasilitas lainnya, Disparpora Limapuluh Kota, berkat dorongan pasangan kepala daerah Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan sesuai visi-misi pembangunan daerah Limapuluh Kota ke depan, juga serius dan fokus dalam mengembangan program promosi pariwisata.

 

Seperti melalui berbagai iven seni-budaya serta kearifan lokal daerah. Nengsih yang merupakan mantan Kabid Kebudayaan di Dinas Pariwisata mengaku, setiap tahun Pemkab Limapuluh Kota sudah mengagendakan berbagai iven seni dan budaya, baik yang sudah menjadi kearifan lokal maupun iven berskala daerah dan nasional untuk digelar di Limapuluh Kota.

“Iven seni-budaya lokal, yang sudah masuk ke kalender wisata kita, ada seperti ajang Pekan Budaya, Potang Balimau di Nagari Pangkalan, Bajakang di Nagari Gunuang Malintang, serta berbagai iven budaya lainnya yang sudah teranggar di APBD. Sementara, untuk iven dengan skala nasional kita juga memberikan penguatan, seperti Pasa Harau Art & Culture Festival, yang merupakan iven seni yang digelar berbagai penggiat seni budaya daerah,” tutur Nengsih.

 

Harau Menuju Dunia Bukan Hanya Slogan 

 

Berbagai upaya dan program untuk mengembangkan promosi dan tata kelola Lembah Harau yang dilakukan bukan hanya program simbolis yang sengaja didengungkan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Karena, secara perlahan Lembah Harau kini benar-benar terbukti mulai dikenal serta dilirik oleh pemerintah pusat sebagai salah satu objek wisata alam yang layak dikembangkan secara berkelanjutan.

 

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga, Yatmiko menambahkan, penyuaraan slogan ‘Harau Menuju Dunia’ merupakan bentuk pengaplikasian atas rencana program pemerintah sesuai visi-misi pasangan kepala daerah. Kedepan, Pemkab akan lebih fokus menempatkan program kegiatan, di bidang pengembangan kepariwisataan sehingga dapat menjadi inkam bagi daerah dan masyarakat.

 

“Makanya, pengembangan pariwisata kita, baik dalam bentuk program atau kegiatan di daerah kita, butuh dukungan semua pihak terutama masyarakat. Mari sama-sama kita tingkatkan kesadaran terhadap pengembangan wisata berkelanjutan, sehingga Lembah Harau benar-benar bisa dikenal tidak hanya di tingkat nasional tapi ke seluruh mancanegara,” tutup Yatmiko. (est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here