Kado Pahit Hari Pendidikan, Direktur Politani Didemo Mahasiswa

0
1254

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, diwarnai aksi demo di Kabupaten Limapuluh Kota, Usai upacara peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) Rabu 2 Mei tahun 2018, ratusan mahasiswa Politeknik Pertanian (Politani) Payakumbuh, Tanjungpati, Limapuluh Kota menggelar Demo di Kampus tersebut. Ratusan mahasiswa tersebut menuntut Direktur Politani, Gusmalini mundur dari jabatan.

Saat menggelar Demo, ditangga menuju lantai II gedung direkturat terjadi aksi saling
dorong antara mahasiswa dan petugas securitiy/keamanan kampus di back up aparat
kepolisian dari Polsek Harau dan Polres Limapuluh Kota. Menurut mahasiswa, mereka tidak ingin lagi berdialog melalui perwakilan, mereka ingin Direktur mundur dari jabatannya, segera bentuk senat kampus yang baru, laksanakan kembali praktek dengan kelengkapan sarana dan prasarannya dan segera berangkatkan mahasiswa untuk magang ke Jepang. Empat tuntutan tersebut itu, menjadi suara yang disampaikan mahasiswa dan segera minta jawaban dan tindakan dari pihak kampus Politani. Kondisi mulai terlihat sedikit memanas, ketika mahasiswa memaksa untuk bertemu Direktur hingga terjadi lagi aksi dorong-dorongan yang semakin keras hingga akhirnya Direktur Politani, Gusmalini didampingi Kapolsek Harau, AKP J Lumban Toruan dan Kabag Ops Polres Payakumbuh, Kompol. Efrizal menemui mahasiswa.

Aksi tersebut dimulai sekitar Pukul 9.00 Wib. “Kami menuntut ada kepastian kementerian dan kita meminta Kementrian ada disini, kemudian soal magang di jepang dan proses PBM kami yang terganggu. Tapi dari tadi jawaban  buk direktur sepertinya mengalihkan jawaban begitu, kami menginginkan transparan dan lahir dari hati nurani. Yang jelas tuntutan ini ketika tidak digubris oleh pimpinan maka kita tunggu, akan terulang lagi. Ini permasalahan sudah lama, dan sudah melanggar aturan, kami hanya memegang aturan. Kami akan menunggu sampai direktur tuntas, nanti wisuda bagaimana, magang bagaimana,” sebutnya.

Meski sudah mendengarkan penjelasan Direktur Ir. Gusmalini, ratusan mahasiswa merasa tidak puas dengan apa yang disampaikan Direktur. Sehingga aksi, ratusan mahasiswa yang sempat ditunda untuk melakukan sholat zohor dan makan, namun sekitar pukul 14.00 Wib, aksi kembali digelar mahasiswa.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Ir. Gusmalini, M.Si disela-sela aksi  ratusan mahasiswa kepada wartawan menyampaikan bahwa masa jabatannya 2013-2017 memang sudah berakhir pada 2 Desember 207 lalu. Maka proses pelaksanaan pemilihan direktur juga telah dilakukan oleh senat. Pada saat itu ada tiga calon yang berhak mengikuti pemilihan pada sidang senat pada 13 Maret 2018.

Dari tiga calon yang ikut, salah satu diantaranya mengundurkan diri dari pemilihan Direktur. Maka dari dua calon yang ada, sesuai hasil koordinasi dengan kemenristekdikti pemilihan tetap dilanjutkan. Namun, dari jumlah suara 20, 10 diantarannya menolak dan 10 lagi setuju untuk dilanjutkan.

“Pemilihan sudah dilakukan dan disaksikan Biro SDM Kemenristekdikti, yang diwakili Tri Hariani. Kemudian dari dua calon yang ada setelah dilakukan votting, 10 orang setuju dilanjutkan dan 10 lagi tidak setuju, sehingga diserahkan kepada kemenristekdikti.” Ujar Gusmalini.

Ia juga menambahkan, tanggal 4 Desember 2017 Kemenristekdikti juga telah sudah memperpanjang  jabatannya sebagai direktur.  Sehingga ia, tidak bisa memastikan kapan keputusan kemenristekdikti soal penujukan Direktur baru.

Sementara terkait, Soal magang kejepang, disampaikan Ir. Gusmalini, tergantung dari pihak yang menerima magang, karena butuh proses yang panjang. “Kalau magang ke-Jepang itu tergantung permintaan disana, kita hanya mengusulkan. Jadi kalau nanti sudah sampai permintaan kita akan kirim, untuk mengganti magang ke-Jepang kami dengan jurusan sudah berkoordinasi untuk mengganti dengan magang di dalam negeri, ini untuk memudahkan mahasiswa,” sebutnya.


Dia juga membantah, ada proses belajar mengajar (PBM) yang tergangu akibat belum kelurnya keputusan kemenristekdikti terkait Direktur hasil pemilihan pada tanggal 13 Maret 2018 lalu. Mengingat, sebutnya, dengan diperpanjangnya masa jabatan direktur, tentu tugas dan kewenangannya sama. “Tidak ada yang terganggu, jika ada tentu kami sudah mendapat informasi dari prody dan jurusan. Samapi kini semuanya berjalan lancar, proses belajar PBM berjalan seperti biasa,” sebutnya. (Est)