Kanwil Kemenkumham : Lapas Over, Napi Kita Pindahkan

0
28

PAYAKUMBUH, Dekadepos.com

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan Ham Propinsi Sumatera Barat, Ansarudin mengatakan bahwa pihaknya akan kembali melakukan pemindahan Napi dari setiap lapas yang sudah melebihi Kapasitas (Over Kapasitas), terutama di Lapas-lapas yang didominasi oleh mereka yang tersandung oleh Kasus Narkotika. Hal tersebut diungkapkannya terkait kaburnya dua orang Tahanan Titipan Kejaksaan Negeri Payakumbuh dari Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Payakumbuh pada Jumat (23/12).

Sebelumnya diberitakan, tahanan/titipan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Payakumbuh kabur pada Jumat (23/12) sekitar 13.00 Wib. Saat itu di Lapas yang dipimpin oleh Kalapas Agus Prakoso juga tengah dilaksanakan sholat jumat berjamaah. Diduga memanfaatkan situasi itu, kedua ABG yang tersandung kasus Narkoba itu memanjat tiang diruang didalam ruangan lapas, lalu keduanya memanjat tembok pembatas dan sampai diatap gedung utama. BACA : http://www.dekadepos.com/2016/12/23/lapas-over-kapasitas-titipan-jaksa-kabur-saat-jumatan/ (KLIK)

“ Saya juga baru dengar informasinya. Memang Lapas-lapas kita di Sumbar Over Kapasitas, sehingga hal itu menjadi salah satu penyebab kaburnya Napi/tahanan titipan. Kita akan memindahkan mereka sebagian ke Lapas-lapas yang masih bisa menampung. Untuk mereka yang tersandung kasus Narkotika, belum bisa kita pindahkan ke Lapas Narkotika di Sawahlunto, sebab disana ada tembok blok yang rubuh. Namun sementara, akan kita pindahkan ke Lapas di Pariaman dan Lubuak Basung Agam ”, Sebut Ansaruddin, Kakanwil Kemenkumham Sumbar ketika dihubungi Jumat Sore (23/12).
Sebelumnya, pada bulan April lalu Seorang Napi yang ditahan di Lapas Kelas II B Payakumbuh karena Kasus pencurian berhasil melarikan diri dari tempatnya ditahan. Peristiwa kaburnya Napi bernama Randi Rafendo (21) warga Kelurahan Koto Baru Balai Janggo Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh diketahui pada Kamis (28/4) sore sekitar pukul 15.00 Wib. Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebelum kejadian, di Lapas setempat tengah digelar kegiatan peringatan Hut Permasyarakatan ke-52, untuk meramaikan kegiatan tersebut juga diadakan orgen tunggal, sejumlah Napi juga ikut menyemarakkan kegiatan tersebut, termasuk Randi.

Diduga memanfaatkan situasi tersebut, Napi yang tersandung kasus pencurian dirumah memanjat pagar lapas, hingga ia berhasil melarikan diri, namun saat berada di bagian luar, ketika ia hendak meloncati pagar yang masih berada dihalaman samping lapas, dua orang pegawai lapas bernama Indan dan Desi bermaksud hendak pulang, namun mereka dikagetkan dengan Randi yang meloncat, spontan saja keduanya berteriak, hingga warga sekitar dan petugas melakukan pengejaran, namun hingga berita ini diturunkan, upaya pengejaran belum berhasil membuahkan hasil.

Beruntung tak beberapa lama kemudian, Randi Refando alias Randi Batak, balik lagi ke LP kelas II B Payakumbuh. Dia dihantar orangtuanya Kamis (29/4) malam. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here