Kasus Dugaan Korupsi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana galodo, Jaksa Temukan Bukti Baru

0
37

PAYAKUMBUH, Dekadepos.com

Kasus Dugaan Korupsi Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana galodo (banjir bandang) Gunung Sago Kabupaten Limapuluh Kota pada 2010 , memasuki babak baru, setelah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memvonis INM salah seorang Terdakwa dalam kasus itu. Kini pihak Kejaksaan Negeri Payakumbuh tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus itu, sebab baru-baru ini penegak hukum menemukan faktu baru. Yakni terkait penggunaan dana operasional dalam kegiatan itu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Hasbih melalui Kasi Pidsus, Andhika. P. Shandy kepada wartawan Kami (8/12) sehari jelang Hari Anti Korupsi. ” Memang kita tengah melakukan Penyelidikan baru, sebab ditemukan fakta baru dalam persidangan Terdakwa Ismet Nanda Mahkota (INM). Hingga kini, kita masih bekerja”. Ucapnya.
img_20161208_160052

Sebelumnya, Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana galodo (banjir bandang) Gunung Sago tahun anggaran 2010 itu sebesar Rp677.482.000, dimana anggaran yang bersumber dari Badan Nasional Penanggunangan Bencana (BNPB). Kemudian, untuk penyelidikan kasus tersebut, pihaknya sudah memanggil dan memeriksa 16 saksi yang terlibat dalam proyek tersebut, mereka berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota serta pihak swasta yang dipakai perusahaannya dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut.

Kasus tersebut bermula pada 2010 lalu, saat itu Kabupaten Limapuluh Kota mendapat dana bantuan sosial berpola hibah kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana dengan total dana Rp15 miliar. Pengembangan penyelidikan kasus proyek ini menyeret beberapa nama, setelah ada temuan jika perusahaan konsultan perencanannya diduga fiktif. “Ada lima perusahaan yang bertindak sebagai konsultan perencanaan. Tapi itu fiktif. Tidak ada sama sekali,” tegas Kasi Pidsus.

Dalam kasus dugaan perusahaan jasa konsultan perencanaan fiktif ini, negara dirugikan kisaran Rp347 juta. “Itu sudah diluar pajak,” sambungnya. Jaksa mulai menyelidiki proyek rehabilitasi pasca galodo babak baru, semenjak 24 Oktober lalu.
img_20161208_155144
Sejak 2016, Kejaksaan Negeri Payakumbuh juga mengekspose, telah berhasil mengungkap beberapa kasus dugaan korupsi yang lain. Mulai dari pengungkapan kasus Simpeg BKD Payakumbuh dan menangkap buronannya, “AW” serta perkara dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Payakumbuh terkait program identifikasi bakat dan potensi siswa tahun 2010. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here