Kasus Mayat Bayi Terpotong di 50 Kota Mulai Terkuak

0
35

Payakumbuh. Dekadepo.com

Masih Ingat dengan Penemuan potongan tubuh bayi yang diduga Hasil Hubungan Luar Nikah yang ditemukan warga di Jorong Kayu Tanam Kenagarian Labuah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota pada Rabu (26/10) tahun lalu (Wilayah Hukum Polres Payakumbuh.Red), BACA : Diduga Hasil Hubungan Gelap, Mayat Bayi ditemukan terpotong (KLIK) . Sedikit demi sedikit, misteri siapa Ibu yang tega membuang dan diduga membunuh darah dagingnya mulai terkuak. Tim Opsnal Satreskrim Polres Payakumbuh yang dipimpin langsung Kasat Reskerim, Iptu. Wawan Dermawan mengamankan seorang Siswi SLTA, Sebut saja Marasai (17). Ia diamankan, setelah adanya laporan dari pihak keluarga yang menyebutkan bahwa Marasai diduga dibawa lari oleh seorang pria ke daerah Nias Sumatera Utara.

Hingga kini, Pihak kepolisian belum bisa memastikan bahwa Marasai adalah pelaku dugaan kasus pembuangan bayi yang sempat membuat heboh Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh & Kab. 50 Kota) itu, sebab dalam waktu dekat akan segera dilakukan Tes DNA. Namun dari keterangan Marasai di Polres Payakumbuh setelah ia diamankan bersama A (19), nama Samaran. Ia menyebutkan bahwa ia memang pernah melahirkan didaerah tempat tinggalnya yang tak jauh dari lokasi bayi terpotong ditemukan warga.
3

4

Berhasilnya Polisi mengamankan Tersangka A, berdasarkan Laporan Pihak keluarga yang menyebutkan bahwa anaknya dibawa lari oleh seseorang. Dari Laporan itulah, Polisi mencari keberadaan Marasai. Sekian lama mencari, akhirnya keberadaannya diketahui. Ia dijemput Tim Opsnal Satreskrim Polres Payakumbuh yang dipimpin langsung Kasat Reskrim, Iptu. Wawan Dermawan pada Rabu (1/2) di Mapolsek Tello Polres Nias Selatan Propinsi Sumatera Utara.

“ Tersangka berinisial A, kita amankan setelah mendapatkan Laporan dari pihak keluarga korban yang menyebut anaknya dibawa lari oleh sang Pacar. Dari informasi yang kita peroleh, korban dibawa lari ke daerah Tello, sehingga kita lakukan koordinasi dengan Jajaran kepolisian disana. Dan akhirnya korban dan tersangka kita bawa pulang ke Payakumbuh untuk proses lebih lanjut. “. Sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasat Reskrim, Iptu. Wawan Dermawan Senin siang (6/2).

Sementara korban Marasai yang telah dipulangkan kerumah orang tuanya, saat diperiksa Penyidik di Mapolres Payakumbuh Kawasan Labuah Basilang, mengakui bahwa ia memang pernah hamil diluar nikah dan meletakkan bayinya tersebut dibelakang rumah sang nenek, sebab menurut rencana, bayi yang tak menangis saat lahir itu dianggap telah meninggal dunia dan akan dikuburkan, namun karena malam itu, warga sekitar masih ramai, Marasai kembali kedalam rumah, sementara sang bayi dibiarkan tergeletak dibungkus celana dan kantong plastik di belakang rumah sang nenek. Hingga esoknya daerah sekitar menjadi heboh sebab warga menemukan potongan tubuh bayi disejumlah tempat yang tak juah dari lokasi rumah Marasai.

“ Saya memang pernah hamil dan melahirkan pak. Saat itu saya berniat hendak buang air besar, namun saat itu kemaluan (maaf) saya sakit, saat dipegang terasa ada kepala yang keluar, hingga bayi itu keluar seutuhnya. Karena tak menangis saya mengira ia telah meninggal dunia. Saya berniat menguburkannya dekat rumah, namun karena warga masih ramai malam itu, bayi saya tinggal sebentar dihalaman belakang rumah. Namun, saat saya kembali, bayi itu sudah tidak ada”. Cerita Marasai serti ditirukan Iptu, Wawan.

Menurut Iptu. Wawan, Marasai juga menyebutkan bahwa usai melahirkan, Marasai sempat menghubungi sang pacar untuk memberitahukan bahwa ia baru saja melahirkan.
Hingga kini, Pihak Kepolisian masih akan terus mendalami dugaan tindak pidana tersebut, termasuk melakukan tes DNA. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here