KASUS PILUBANG BERDARAH: Keluarga Korban Erwin Syaputra Datangi Mapolres

0
1742

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Keluarga korban Erwin Syaputra (35) warga Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota yang tewas ditangan oknum anggota DPRD Limapuluh Kota Tedy Sutendi (48) dan adik kandungnya Printito (41) terus berjuang menuntut keadilan kepada aparat penegak hukum.

Buktinya, Sabtu siang (13/4) sekitar pukul 10.00 Wib keluarga korban Erwin Syaputra terdiri dari ayah, ibu, istri dan anaknya yang masih balita serta sanak keluarganya mendatangi Mapolres Limapuluh Kota menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan kepada penyidik Polres setempat kenapa tersangka pelaku pembunuhan korban Erwin Syaputra hanya dua orang yakni Tedy Sutendi dan adiknya Primtito. Sedangkan yang dua orang lagi dimana?

Kedatangan keluarga korban Erwin Syaputra ke Mapolres Limapuluh Kota tak hanya sekadar menyerahkan surat kepada Kapolres, malah mereka sempat membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan; “Pelaku 2 orang sudah ditahan, yang pelaku 2 orang lagi mana? Sedangkan spanduk lainnya terpampang gambar yang diambil dari cuplikan vidio peristiwa berdarah membawa maut itu terjadi

                            Serahkan Selembar Surat

Informasi yang diperoleh dari keluarga korban Erwin Syaputra, kedatangannya ke Mapolres Limapuluh Kota menyerahkan surat untuk Kapolres Limapuluh Kota.

Surat yang ditandatangni oleh ayahnda korban Erwin Saputra bernama Usman tertanggal 14 April 2018 ditujukan kepada Kapolres Limapuluh Kota itu berisikan perasaan seorang ayah yang ditinggalkan anak laki-laki satu-satunya bernama Erwin Saputra yang tewas dalam peristiwa berdarah Pilubang.

“Dalam vidio saya lihat bahwa yang membunuh anak saya almarhum Erwin adalah 4 orang. Dalam kasus ini kemana 2 orang lagi? Ada Apa?? Dan bagaimana? Bagi saya masyarakat lemah, kemana saya harus bertanya? Sebagai rakyat di Republik ini apakah berbeda hukumannya antara penguasa dengan rakyat jelata seperti saya. Sekarang Erwin meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak, Alahualam masa depan mereka,” tulis Usman.

Tak tanggung-tanggung, surat jeritan hati keluarga korban Erwin Syaputra yang disampaikan kepada Kapolres Limapuluh Kota itu, tembusannya disampaikan kepada Presiden, Kapolri, Kejagung, Komnasham, Gubernur, Kapolda dan Kejati Sumbar.

Sementara itu Waka Polres Limapuluh Kota, Kompol Eridal ketika dihubungi awak media membenarkan keluarga korban Erwin Syaputra mendatangi Mapolres Limapuluh Kota untuk memberikan surat. “Suratnya sudah kita terima untuk dipelajari, ” ungkap Kompol Eridal.

Hakim tak Adil

Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Pati, Rabu (7/3) telah menjatuhkan vonis untuk terdakwa Tedi Sutendy merupakan oknum anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, 4 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Primtito adik kandung tersangka Tedi, juga divonis 4 tahun penjara dalam kasus tindak pidana hilangnya nyawa korban Erwin Syaputra.

Mendengar putusan 4 tahun penjara untuk terdakwa Tedy Sutendi dan 4 tahun untuk adiknya Primtito, ibu korban Erwin Syaputra, tidak puas dengan putusan majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

“ Pak hakim tak adil, masak Tedy Sutendi dan adiknya Primtito hanya dihukum masing-masing 4 tahun penjara. Padahal, Jaksa Penuntut Umum telah menuntut Tedy Sutendi 14 tahun dan adiknya Primtito 12 tahun,” ujar ibu dan istri korban Erwin Saputra meraung-raung di PN Tanjung Pati usai mendengarkan putusan majelis hakimtersebut.

Meskipun majelis hakim PN Tanjung Pati telah memvonis  terdakwa Tedy Sutendi dan Primtito masing-masing 4 tahun penjara, namun kedua terdakwa menyatakan banding atas putusan majelis hakim tersebut. Pasalnya, terdakwa Tedy Sutendi dan terdakwa Primtito mengaku tidak bersalah dalam kasus tersebut. “Saya hanya membela diri dalam kasus pembunuhan ini, karena lebih dulu ditusuk oleh korban,” ungkap Tedy Sutendy dalam pembelaannya. (est)