Kasus Tinggi, Kesadaran Masyarakat Memeriksakan diri Rendah

0
56
Kepala Puskesmas Tiaka, Kecamatan Payakumbuh Timur, Sisri Maryanti (Kanan)

Payakumbuh, Dekadepos.com

Meski Payakumbuh berada dalam urutan 2 terbesar di Sumatera Barat dalam kasus Penyalahgunaan Narkoba dan LGBT serta urutan 3 Hiv-Aids, namun kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke Sarana Kesehatan / Puskesmas sangat rendah. Padahal mereka/orang yang beresiko atau rentan tertular penyakit HIV/AIDS sangat penting untuk memeriksakan diri mereka.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Puskesmas Tiaka, Kecamatan Payakumbuh Timur, Sisri Maryanti baru-baru ini. “Sekarang ini nyaris tidak ada orang beresiko yang dengan kesadaran sendiri datang memeriksakan diri kepada petugas. Sehingga petugas harus datang jemput bola melakukan pemeriksaan dengan uji dara. Untuk itu kita mengajak agar masyarakat beresiko atau rentan tertular penyakit HIV/AIDS untuk memeriksakan diri kepada petugas,” Sebut Sisri Maryanti didampingi Petugas Program HIV/AIDS Puskesmas  Tiaka, Adriani Zulfa.

Baca juga : http://www.dekadepos.com/dukung-unand-bebas-lgbt-puluhan-mahasiswa-ikuti-sosialisasi-dan-tes-kesehatan/

Disampaikannya, rendahnya kesadaran orang beresiko untuk memeriksakan diri kepada petugas dinilai karena stigma dimasyarakat yang menyebut bahwa jika sudah datang untuk memeriksakan diri dianggap sebagai aib.

Petugas Program HIV/AIDS Puskesmas Tiaka, Adriani Zulfa saat melihat Hasil Tes HIV-Aids sejumlah Mahasiswa Kampus Unand II Payakumbuh

Kemudian juga dinilai karena rasa takut seseorang terhadap akan ketahuan penularan HIV/AIDS dalam dirinya. Padahal sebut Adriani Zulfa, petugas memberikan pelayanan dan pendampingan yang baik terhadap orang yang beresiko atau rentan tertular penyakit HIV/AIDS.

“Memang ada faktor rasa takut ketahuan dan juga takut jarum suntik. Kemudian stikma dimasyarakat bahwa jika datang memeriksakan diri dianggap aib. Ini harus dihilangkan oleh orang beresiko atau rentan, sehingga petugas bisa mendampingi dalam memberikan pengobatan secara baik dan terus menerus,” jelasnya.

Herannya, saat petugas datang kepada kelompok beresiko atau rentan tertular HIV/AIDS justeru banyak yang menolak saat diperiksa petugas. “Kami datang untuk memeriksa bahkan banyak yang menolak, mereka tidak mau diperiksa dengan berbagai alasan,” sebutnya.

Penularan penyakit HIV/AIDS bisa melalui berbagai faktor, namun yang paling rentan tertular dari hubungan sek dan hubungan Laki Sek Laki (LSL). Kemudian juga bisa menular melalui jarum suntik terutama yang menggunakan narkoba suntik.

“Faktor yang paling beresiko itu melalui hubungan seks dan hubungan laki seks laki/LSL. Maka dari itu kita harapkan kesadaran orang beresiko untuk memeriksakan diri kepada petugas,”. Tambahnya. (Est).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here