Ke Payakumbuh, Ini Kata Abu Jibril

0
131

Payakumbuh, dekadepos.com 

Bakal Lahirnya Peraturan Pemerintah Penganti Perundang-undangan (Perpu) Nomor 2 tahun 2017, mendapat tanggapan dari sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Luhak Limo Puluah (Payakumbuh & Kab. 50 Kota). Perpu yang bakal lahir tersebut bakal mengatur terkait keberadaan Ormas di Indonesia.

Mantan Ketua/Pengurus Hizbut Tahrir (HTI) Indonesia Kab. 50 Kota, Irvan Nasdiko ketika dikonfirmasi baru-baru ini terkait rencana Penerbitan Perpu itu mengatakan bahwa, sesuai dengan pernyataan Jubir HTI Pusat, bahwa seharusnya pembubaran sebuah Ormas harus melalui pengadilan. ” Kita tentu sesuai dengan ucapan Jubir HTI Pusat, pembubaran Ormas harus melalui pengadilan. Sebab selama ini, kan tidak ada ormas, khusunya Ormas Islam yang memiliki fancam NKRI” . Sebutnya beberapa waktu lalu.

Ditempat terpisah, Abu Jibril yang menggelar ceramah singkat dan silaturahmi dengan puluhan umat Islam Dimarkas MMI Sumbar di Kawasan Koto Nan IV Payakumbuh mengatakan bahwa lahirnya Perpu itu, tentu akan ditolak oleh ormas Islam. ” Sesuai dengan pertemuan dengan beberapa Ormas di Jakarta dulu, kita tentu menolak Perpu tentang ormas tersebut. Salam dengan sejumlah ormas lainnya”. Sebutnya.

Ustad yang akrab dengan panggilan Abah itu juga menambahkan, jika betul Perpu tersebut akan lahir, maka Umat Islam siap untuk beraksi melakukan penolakan. ” Kita menolak, mudah-mudahan Hal tersebut membangkitkan umat Islam untuk berjihad” sebutnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Amir Lantjah Perwakilan Wilayah (LPW) MMI Sumbar, Ustad Kamrianto melalui Sekjen LPW MMI Sumbar, M. Shidieg menurut putra asli Piladang Kab. 50 Kota itu, Itu dengan lahirnya Perpu itu tentu akan menyebabkan kemunduran, sebab merupakan pengekangan dalam berpendapat. “ Kita tentu tidak setuju dengan akan lahirnya Perpu itu, sebab tujuan Ormas didirikan bukanlah untuk merongrong Pemerintah. Kiya yakin, bukan MMI saja yang tiak setuju dengan Perpu tersebut, namun juga Ormas lainnya. “. Sebutnya.

Ustad yang gemar berdakwah hingga ke Pedalaman Kepulauan Mentawai ini juga menambahkan, harusnya Pemerintah lebih membina Ormas yang ada. “ Kalau ini tetap dilaksanakan, berarti pemerintahan mundur, dan Pemrintahan Jokowi semakin menunjukkan ketidaksenangannya pada umat Islam”. Tutupnya. (Esha Tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here