Kebakaran Lahan dan Bukit Terjadi Lagi di Limapuluh Kota

0
200

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Akibat cuaca panas yang terus terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan beberapa lahan perbukitan dan lahan perkebunan yang ada di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota terbakar.

Informasi yang berhasil diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kebakaran Pemkab Limapuluh Kota diinformasikan bahwa, sepanjang Selasa (30/1) sedikitnya telah terjadi kasus kebakaran ditiga titik pada areal bukit dan lahan perkebunan karet milik masyarakat.

Ketiga titik lahan dan bukit yang terbakar tersebut terjadi di Bukit Batu di Jorong Damar Tinggi, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota.

Dari laporan yang disampaikan pihak Posko BPBD di Suliki, tindakan yang dilakukan petugas dibantu masyarakat untuk memadamkan api hanya dilakukan secara manual, untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak melebas ke kebun karet warga.

Menurut petugas yang bertugas di Posko Suliki tersebut, api sampai pukul 15.30 Wib sudah berhasil dikendalikan.

Sementara itu kebakaran areal hutan yang berada diperbukitan juga terjadi di Jorong Koto Ramai, Kenagarian Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru. Di lokasi ini api telah menghaguskan kebun karet milik Afrialdi (39).

Tindakan yang dilakukan petugas Damkar Limapuluh Kota untuk menyinakan kobaran api selain dilakukan tindakan pemadaman terhadap perkebunan pohon karet yang terbakar, juga dilakukan tindakan pendinginan.

Kasus kebakaran hutan juga terjadi diatas perbukitan di kawasan Bukik Tarantang, Kecamatan Harau. Lokasi bukit yang terbakar posisinya pas berada di belakang kantor Dinas Perikanan Kecamatan Harau.

Menurut Kalak BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir, untuk menanggulangi agar peristiwa kebakaran di atas perbukitan itu tidak meluas, personil Damkar sebanyak 21 dibantu 4 orang dari BPBD ditugaskan untuk memadamkan kobaran api.

Menghadapi musim kemarau saat ini, Joni Amir menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di areal hutan, termasuk kepada warga yang ingin membuka lahan baru agar tidak membakar lahan, termasuk kepada para petani yang berkerja dikebun-kebun, agar tidak membuang puntung rokok pada tempat lokasi atau lokasi yang mudah terbakar, sebab saat ini musim panas dan api sangat cepat menyebar. (est)