Kecewa Dengan Sikap Pemkab Solok, Masyarakat Salingka Gunung Talang, “Penolakan Pembangunan PLTPB Adalah Harga Mati.”

0
211

Solok, Dekadepos.com

Suara penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) sektor Bukit kili, Gunung Talang, Kabupaten Solok semakin gencar di lakukan oleh masyarakat salingka gunung Talang yang menamakan diri mereka Himpunan Masyarakat Pencinta Gunung Talang (HIMA PAGTA), hal ini didasari oleh adanya rasa peduli terhadap lingkungan sekitar gunung Talang yang menjadi tempat menggantungkan hidup sebagai petani oleh mereka serta dampak buruk yang akan di timbulkan oleh keberadaan PLTPB jika proyek ini terealisasi.

Masyarakat sudah beberapa kali menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Solok tentang penolakan  masyarakat salingka gunung Talang terkait rencana pembangunan PLTPB ini, namun Pemkab Solok bersikukuh akan terus menajutkan proyek nasional ini, bahkan Gusmal, Bupati Solok berani menjamin keberadaan PLTPB di Gunung Talang ini tidak akan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

” Pembangunan PLTPB di Kecamatan Lembang Jaya ini tidak akan merugikan masyarakat dan tidak akan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan,” ujar Gusmal di hadapan Tokoh masyarakat,Ninik Mamak, dan Tokoh Adat serta Forkopimcam saat melakukan dialog bersama Kapolres Solok, AKBP Reh Ngenana di Kecamatan Lembang jaya pada 31 Agustus 2017 yang lalu.

Namun masyarakat salingka Gunung Talang tidak serta merta mempercayai ucapan dari Bupati Solok tersebut, karena masyarakat selama ini hidup berdampingan dengan alam, tidak ingin gunung Talang yang saat ini sedang “Tertidur” merasa terusik dengan rencana pembangunan PLTPB oleh pemerintah yang akan dilakukan PT Hitay Daya Energy, karena yang pertama kali yang akan merasakan dampak nya adalah masyarakat sendiri, bukan Pemerintah Kabupaten Solok.

“Kalau alam sudah murka dan Gunung Talang meyemburkan matrial dari dalam perut bumi, maka kami masyarkatlah yang akan merasakan imbasnya, bukan Pemerintah Kabupaten Solok”, tutur Y dt Mangkuto, salah seorang tokoh Masyarakat Kec Lembang Jaya.

Sebelumnya masyarakat salingka Gunung Talang juga telah melakukan Aksi Unjuk Rasa damai di Kantor walinagari Batu Bajanjang, Kec lembang Jaya pada 22 Agustus 2017, yang pada saat itu juga sedang berlangsung rapat yang di pimpin oleh Riki Karnova, camat Lembang Jaya dengan agenda rencana penentuan tempat yang akan di jadikan lokasi posko dari PT Hitay Daya Energy sebagai perusahaan yang akan melaksanakan pembangunan PLTPB di Gunung Talang.

” Jangan korbankan masyarakat demi kepentingan investasi, biarkanlah kami hidup tenang dan hidup berdampingan dengan Gunung Talang serta jangan rusak alam kami dengan adanya Proyek Geothermal (panas bumi) ini,” ujar Indra yang merupakan salah seorang warga yang juga aktivis yang terus menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan PLTPB di Gunung Talang. (Est)

” Perjuangan masyarakat salingka gunung Talang tidak akan pernah berhenti sampai proyek panas bumi ini di batalkan, karena Penolakan Pembangunan PLTPB Adalah Harga Mati bagi kami.” Tutup indra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here