Keltan Mungguang Indah Study Banding ke BPTU HPT Padang Mengatas

0
86

SOLOK,Dekadepos.com

Kelompok Tani (Keltan) Mungguang Indah, Nagari Jawi-Jawi Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, hari Kamis (18/5), melakukan study banding ke Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT), Padang Mengatas, Nagari Mugo, Kecamatan Luak, Kabupaten 50 Kota.

Rombongan Keltan Mungguang Indah dipimpin oleh PPL dari Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Reni Rianti dan Ketua Kelompok Tani Mungguang Indah, Sofriwandy NR. Sementara di BPTU HPT Padang Mengtas, rombongan Keltan Mungguang Indah disambut oleh pegawai BPTU-HPT, seperti Fifi, Anton dan Armen.

Pada saat ekspossnya kepada Keltan Mungguang Indah, Fifi menyebutkan bahwa total luas area peternakan di Padang Mengatas ini mencapai 280 Hektare dengan memanfaakan areal yang meliputi padang rumput dan pasture yang luasnya mencapai 268 Ha dan terletak di kaki gunung Sago. Didalam lokasi PBTU HPT yang luas itu, juga terdapat kantor, kantin, mushalla, perumahan dan jalan sekitar 12 Ha dan mampu menampung sampai 2000 ekor sapi.

Sementara wilayah kerja BPTU HPT Padang Mengatas meliputi tiga Provinsi yakni Propinsi Riau, Sumbar dan Jambi. “Lokasi Padang Mengatas ini, menurutnya berada di ketinggian sekitar 800-900 meter dari permukaan laut. Meski berada di dataran yang cukup tinggi, peternakan ini memiliki iklim tropis,” jelas Fifi. Ditambahkan Fifi, Tahun 2002 lalu, nama lokasi peternakan ini yaitu Balai Pembibitan Ternak Unggul, Sapi potong Padang Mengatas dan tahun 2013 berubah menjadi BPTU HPT Padang Mengatas dengan pembibitan Ternak Unggul Hijau Pakan Ternak. Sementara jenis sapi yang dikembangkan adalah sapi jenis simental, Limousin dan Pesisir. “Sapi Pesisir ini adalah produk lokal yang sudah ada di Sumbar dan konon katanya berasal dari Pesisir Selatan. Sementara jenis Simental berasal dari Australia,” terang Fifi.

Dijelaskan Fifi, pihaknya BPTU HPT terus berkomitmen mengembangkan pembibitan ternak sapi potong di Indonesia. Disebutkannya, setidaknya terdapat 10 instansi pelaksana bidang perbibitan yang terdiri dari tujuh Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT), dua Balai Inseminasi Buatan (BIB) dan satu Balai Embrio Ternak (BET) yang dibawah langsung koordinator Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“BPTUHPT bertugas untuk memproduksi ternak bibit sebar bagi para stakeholder baik balai pembibitan daerah, swasta dan masyarakat yang bergerak di bidang pembibitan ternak serta mengembangkan pembenihan Hijauan Pakan Ternak. Jadi siapapun bisa belajar pembibitan kesini kalau yang tergabung dalam kelompok,” terang Fifi. Disebutkan fifi, BIB bertugas memproduksi semen beku untuk efisiensi dan efektifitas kebuntingan. Sedangkan BET bertugas untuk memproduksi embrio ternak untuk meningkatkan kelahiran ternak dengan kualitas unggul. Kesepuluh balai bidang perbibitan tersebar di seluruh Indonesia mulai Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Salah satu BPTUHPT yang ada di Pulau Sumatera, yakni BPTUHPT Padang Mengatas di Propinsi Sumatera Barat. BPTUHPT Padang Mangatas turut berkontribusi dalam menggenjot produksi bibit sapi unggul di Indonesia. Sementara BPTUHPT juga ada di Sumsel, Sumut dan peternakan Kerbau di Aceh.

BPTUHPT Padang Mengatas, pertama kali oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916 untuk pengembangan ternak kuda, bangunan kantor BPTUHPT masih menyisakan sisa-sisa sejarah kolonial. Bangunan berarsitektur Belanda ini masih berdiri kokoh.

Ketua Keltan Mungguang Indah, Sofriwandy NR, menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengelola BPTU HPT Padang Mengatas, yang sudah menerima dan memberi pelayanan dengan baik serta menjelaskan cara beternak sapi yang benar bagi anggota Keltannya.

“Banyak masukan dan pelajaran yang kami terima setelah mengunjungi BPTU HPT ini dan bisa kami kembangkan di kelompok kami. Hal ini menjadi pelajaran berharga sekali untuk kami terapkan di Keltan kami,” jelas Sofriwandy NR (Ujang Jarbat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here