Kemenag : Hati hati Memilih Biro Perjalanan Umroh

0
52
Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh, Asra Faber.

Payakumbuh, Dekadepos.com

Warga Kota Payakumbuh dihimbau untuk hati-hati dalam memilih perjalanan Umroh ke Tanah Suci, sebab akhir-akhir ini aksi dugaan Penipuan Makin kerap terjadi dibeberapa Daerah di Indonesia. Bahkan baru-baru ini Puluhan orang Calon Jemaah Umroh Kota Payakumbuh, Kabupate Limapuluh Kota serta Kabupaten Limapuluh Kota meminta pengembalian uang kepada salah satu Biro Perjalanan Umroh terkait belum jadinya mereka diberangkatakan oleh Perusahaan yang berkantor Pusat di Makasaar tersebut.

baca :  http://www.dekadepos.com/gagal-diberangkatkan-calon-jamaah-umroh-tuntut-kembalikan-uang/

Himbauan untuk berhati-hati saat mendaftar pada Biro Perjalanan Umroh tersebut diungkapkan Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh, Asra Faber kepada wartawan. Ia mengajak masyarakat, khususnya warga Payakumbuh untuk lebih hati-hati mendaftar pada biro perjalanan umroh. Mengingat, akhir-akhir ini banyak masyarakat sudah mendaftar untuk berangkat umroh melalui biro perjalanan, tetapi gagal.

“Kita menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak menunaikan ibadah umroh, agar mendaftar kepada biro perjalanan yang betul-betul dipercaya. Karena sudah sering terjadi jamaah umroh tertipu. Sebelum mendaftar agar masyarakat hati-hati,” sebutnya Rabu 21 Maret 2018 kepada wartawan.

Mantan Kakankemenag Agam ini memberikan pandangan untuk memastikan bahkan biro perjalanan dapat dipercaya, pertama, pastikan izinnya ada, kemudian pasti jadwal keberangkatan,  pasti pesawatnya, pasti harga standar kemenag, pasti hotel dan pimpinan travelnya, dan pastikan dimana kantornya serta hal lain yang mendukung untuk bisa dipercaya.

Terkait pendaftaran Biro travel umroh, disampaikannya bahwa hal itu dilakukan di Kemenag pusat. Kemudian, memang ada yang sudah buka cabang di Provinsi, sedangkan Kankemenag¬† Kabupaten/kota hanya mengeluarkan rekomendasi bagi yang akan mengurus cabang di Propinsi. “Kita hanya merujuk kepada daftar travel yang ada di pusat. Jadi pendaftaran travel hanya dilakukan dikemenag pusat, kita hanya memberikan rekomendasi bagi travel yang akan membuka cabang di Provinsi. Masyarakat yang hendak berangkat umroh bisa juga bertanya kepada kemenag tentang travel yang legal dan biaya standar RP 22,5 juta. Maka jika ada yang menawarkan dibawah itu, hati-hati, jangan mudah percaya, jangan karena berharap murah tapi rugi dari semuanya,” ingat Asra Faber.

Seperti diberitkan sebelumnya, sedikitnya 26 orang jamaah umroh gagal berangkat di Kota Payakumbuh, melalui biro perjalanan PT. AKH. Dua kali dijanjikan berangkat, namun gagal dengan alasan visa keberangkatan dua jemaah belum selesai. Sehingga puluhan jemaah umroh yang sudah mendaftar dan menyetorkan uang keberangkatan masing-masing Rp 25 juta, menuntut pihak biro perjalanan untuk mengembalikan seluruh uang jemaah. (Est)