Kementrian PPPA, KOMITMEN DUNIA WUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK MELALUI BELAJAR DI LUAR KELAS (OUTDOOR CLASSROOM DAY)

0
366

Lampung, Dekadepos.com

KementerianPemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, didukung oleh Perkumpulan Kerlip (Keluarga Peduli Pendidikan), FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) serta pemerintah daerah hari ini melaksanakan kegiatan belajar di luar kelas (Outdoor Classroom Day) secara serentak di 2.168 sekolah tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA dan SLB yang tersebar di 18 provinsi dengan melibatkan sekitar 350 ribu anak di Indonesia. Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin menghadiri kegiatan yang diadakan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Metro Pusat, Provinsi Bandar Lampung. Kegiatan belajar di luar kelas kali ini mengangkat tema “Climate Change (Adaptasi Perubahan Iklim), Melestarikan Permainan Tradisional, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Cinta Tanah Air, dan Pendidikan Karakter”. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan anak, melibatkan anak dalam pembelajaran, mengajak anak turut melestarikan permainan tradisional, mendorong keterikatan anak dengan alam, sekaligus sebagai upaya mempercepat terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).

Kampanye global belajar di luar kelas merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dengan Lembaga Masyarakat di Inggris yang disepakati dalam pertemuan Child in the City Conference pada 2016 di Belgia yang bertujuan untuk menginspirasi aktivitas belajar dan bermain di luar kelas, minimal 90 menit setiap hari. Kegiatan ini secara serentak dilaksanakan di lebih dari 20 negara di seluruh dunia, antara lain Inggris, Australia, India, Colombia, Saudi Arabia, dan Amerika pada hari ini Pukul 07.00-10.00 WIB, dimana jutaan anak dari ribuan sekolah turut mengambil bagian dalam kampanye ini.

“Dalam kegiatan ini, anak-anak sebagai peserta didik diharapkan dapat menerapkan dan mengingat 5 karakter utama dalam aspek penguatan pendidikan, yaitu nasionalisme, relijius, mandiri, gotong royong dan integritas dengan melaksanakan berbagai aktivitas di luar sekolah, seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir sebelum masuk kelas, berdoa sebelum makan bekal sehat, sarapan sehat bersama, berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing setelah sarapan, antri keluar kelas, melakukan aktivitas adaptasi perubahan iklim, seperti mematikan lampu kelas, menutup rapat keran air, mengambil sampah yang terlihat, menyingkirkan tanaman berduri, melestarikan permainan tradisional dengan bermain dan gembira menggunakan permainan tradisional, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk cinta tanah air, membacakan ikrar “Saya Anak Indonesia, Saya Gembira, Sayang Semua,” ujar Lenny.

Melalui kampanye global belajar di luar kelas ini, Lenny berharap dapat memotivasi dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan seluruh anak di Indonesia mendapatkan rasa aman, nyaman, terpenuhi hak tumbuh kembangnya selama di sekolah, tempat tinggal, tempat bermain, dan ruang publik agar menghasilkan generasi penerus bangsa yang baik, berkualitas, dan bahagia. (Est).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here