Kemeriahan Peringatan Mayday di Padang, Nazrizal : “Mayday is Happy day”

0
21

Padang, Dekadepos.com

Peringatan hari buruh internasional di kota di pulau Jawa kerap dilakukan dengan aksi unjuk rasa, namun berbeda halnya di Padang diperingati dengan jalan sehat, diskusi dan edukasi serta mempererat silaturahmi. Arsukman Edi, Ketua DPD Konfederasi SPSI Sumatera barat mengatakan peringatan mayday tahun yang lalu diisi dengan acara yang sama dengan tahun ini, tapi tahun ini ditambah dengan donor darah.

“Buruh di Sumbar tidak melakukan demonstrasi tetapi melakukan edukasi langsung karena dipandang lebih bermanfaat. Dengan adanya jalan santai bisa menjaga kesehatan peserta khususnya pekerja, sedangkan donor darah bisa menjadikan pekerja senang berbagi dengan orang yang membutuhkan. Selain itu, diskusi dan edukasi diharapkan bisa memecahkan persoalan yang ada.” ujar Edi pada sambutannya dalam peringatan mayday Senin (1/5) di Kantor KSPSI jalan Rasuna Said nomor 81 Padang. Kegiatan tersebut dihadiri lebih kurang 200 orang berasal dari elemen buruh dari berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Barat.

“Tidak adanya demonstrasi di peringatan mayday bukan berarti persoalan tenaga kerja di Sumbar tidak ada. Persoalan buruh bahkan semakin komplek terutama dengan berlakunya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Sementara itu persoalan tenaga kerja asing ilegal juga menjadi permasalahan yang harus diselesaikan.” lanjut Edi.

IMG-20170501-WA0018

Terkait dengan maraknya tenaga kerja asing, Edi menegaskan bahwa Konfederasi SPSI ┬áSumbar siap bekerjasama dengan instansi terkait dalam mengawasi TKA Ilegal, terutama pengawasan di dalam perusahaan, dalam hal melaporkannya ke pihak berwenang. “Serikat pekerja pada setiap perusahaan bisa diberikan peran strategis dalam mengawasi TKA ilegal di perusahan tempat mereka bernaung.” tutup Edi.

Sementara itu Nazrizal, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, yang sempat hadir mengatakan bahwa sejak tahun 2013 mayday sudah menjadi hari libur nasional. “Mayday seharusnya dirayakan dengan kegembiraan bukan dengan kesedihan.” ujar Nazrizal.

Pada kesempatan tsb Nazrizal menyampaikan harapan pemerintah terkait dengan persoalan pekerja yaitu agar kerjasama tripartit tetap dilanjutkan dan digemakan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan bersama. Terkait dengan masalah kantor KSPSI ┬ádi jalan Rasuna Said nomor 81 Padang yang merupakan aset negara, akan dibicarakan kembali dengan pengambil kebijakan sehingga KSPSI Sumbar tetap bisa beraktivitas. Sedangkan terkait dengan persoalan tenaga kerja asing, pemerintah propinsi tetap memprioritaskan warga Indonesia daripada tenaga asing. “TKA tsb harus taat aturan, jika melanggar tidak akan ditolerir oleh pemerintah.” lanjutnya.

Nazrizal juga mengapresiasi usulan KSPSI untuk dapat terlibat dalam mengawasi TKA. TKA yang datang ke Sumbar harus melapor dan harus izin terlebih dahulu. Menurutnya saat ini terdapat 71 TKA di Sumbar.

Kemeriahan peringatan hari buruh ini diawali dengan kegiatan jalan sehat yang dipimpin oleh Deddi Alparesi (Ketua LKBH KSPSI) mengitari rute Sudirman, A Yani Veteran dan kembali ke Kantor KSPSI melalui jalan ujung gurun. Selain itu dimeriahkan pula dengan hiburan serta donor darah. (Zul).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here