Kerusakan Surat Suara Terus Bertambah, Petugas Klaim 657 Lembar

0
23

Payakumbuh, Dekadepos.com

Kerusakan Surat Suara yang akan digunakan pada Pilkada serentak Payakumbuh 15 Februari mendatang terus bertambah, puluhan petugas Penyortiran dan Pelipatan yang berasal dari Staf KPU dan Siswa Magang, menemukan sekitar 657 lembar surat Suara yang masuk dalam kategori rusak. Namun menurut KPU, ratusan lembar suara tersebut akan kembali disortir, apakah memang benar-benar rusak dan tidak bisa dipakai atau masih bisa dipakai.

Nantinya, jumlah Surat Suara yang rusak akan ditetapkan dalam Rapat Pleno, dan untuk pengantian, akan dilakukan pencetakan di Percetakan di Klaten Jawa Timur.

“ Untuk sementara, jumlah surat suara yang dikategorikan rusak oleh petugas mencapai 657 lembar. Namun jumlah itu akan kembali kita teliti, apakah rusaknya benar-benar tidak dapat digunakan atau hanya ada cacat yang dalam kategori masih bisa digunakan”. Sebut Ketua KPU, M. Khadafi didampingi Komisioner KPU, Yuzalmin, akhir pekan ini.

Khadafi juga menambahkan, setelah jumlah surat suara yang rusak itu di tetapkan dalam Rapat Pleno, maka KPU akan segera mengusulkan/minta proses penggantian sesuai surat suara yang rusak yang telah ditetapkan itu. Sementara, terkait surat suara yang rusak, maka akan dimusnahkan setelah melakukan koordinasi dengan Panwaslih.

Setelah pelipatan dan penyortiran surat suara selesai, maka pada tanggal 14 Februari 2017 sehari menjelang hari pencoblosan, Logistik Pilkada sudah sampai di Kantor Kelurahan. Dan pagi harinya tanggal 15 Februari logistik Pilkada dibawa ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berjumlah 210.

Pilkada Serentak kali ini, di Payakumbuh diikuti oleh tiga pasangan calon, mereka masing-masing Wendra Yunaldi-Ennaidi, dari jalur perseorangan (1), kemudian Riza Falepi-Erwin Yunaz (2), dari partai Politik dan terakhir Suwandel Muchtar-Fitrial Bahri (3), dari partai Politik.

Dalam proses Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara di Gudang KPU Kawasan Jalan Rangkayo Rasuna Said Kecamatan Payakumbuh Timur, Panwaslih melakukan pengawasan terhadap proses yang berlangsung selama beberapa hari itu. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here