Kesadaran Asuransi Pertanian Masih Rendah di 50 Kota

0
156

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Hingga saat ini, kesadaran petani di Kabupaten Limapuluh Kota untuk mengasuransikan tanaman padi sawahnya masih terbilang minim. Hal Itu terlihat dari target Dinas Pertanian 4000 Ha lahan yang akan diasuransikan, hingga Maret baru sekitar 800 Ha yang telah diasuransikan oleh para petani di daerah yang berbatasan dengan Propinsi Riau itu.

Padahal Kabupaten Limapuluh Kota dengan 13 Kecamatan, adalah daerah yang terbilang kerap dilanda bencana, baik bencana banjir dan hama wereng yang berpotensi terhadap gagal tanam dan gagal panen. Hingga akhir Maret, Peminat asuransi pertanian di Kabupaten Lima Puluh Kota, masih rendah, yakni sekitar 800 hektare lahan. Meski PT Jasindo sudah gencar melakukan sosialisasi sejak program asuransi pertanian tersebut digulirkan pemerintah pada november 2015, bahkan sosialisasi asuransi pertanian itu sudah dilakukan hingga tingkat bawah.

3

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, melalui Dinas Pertanian setempat menyayangkan masih rendahnya lahan pertanian yang diasuransikan petani, padahal manfaat asuransi tersebut cukup besar bagi petani yang mengalami gagal panen atau puso.

“ Dari target kita sekitar 4 ribu Hektar lahan pertanian yang diasuransikan pada tahun 2017 ini, hingga Maret baru sekitar 800 Hektar lahan yang telah diasuransikan petani. Hal tersebut tentu belum tercapai target kita”. Sebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota, Aprizul Nazar beberapa waktu lalu.

5

Ia juga menambahkan, Lahan pertanian yang diasuransikan jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah lahan itu sendiri. Kesadaran petani atau kelompok tani untuk ikut asuransi pertanian di Kabupaten Limapuluh Kota masih rendah, sehingga banyak petani yang belum ikut program pemerintah yang bertujuan melindungi para petani tersebut dari ancaman bencana alam yang menyebabkan gagal panen.

Ke depan, Dinas Pertanian setempat terus menghimbau agar petani mau mengasuransikan lahan pertanian mereka, dari 800 Hektare lahan yang telah diasuransikan oleh petani, diharapkan luas lahan tersebut terus bertambah. Peminat asuransi pertanian masih minim karena berbagai hal, di antaranya petani tidak banyak tahu tentang asuransi tersebut dan petani tahu tentang asuransi, namun tidak mau ikut karena faktor tertentu. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here