Kesal, Warga Gembok Pagar Sekolah SMAN 5 Bukittinggi

0
137

Bukittinggi.Dekadepos.

Pasca banyaknya tamatan SMP yang tidak tertampung di SMA negeri dan SMK negeri di Kota Bukittinggi.Sejumlah warga yang tergabung dalam Ali ansi Masarakat Peduli Pendidikan (AMPP) menggembok dan memblokir jalan masuk keareal SMAN 5 Garegeh pada Senin (3/7).

Akibatnya siswa SMAN 5 tidak dapat belajar dan disuruh pulang,Petugas kepolisian juga ditu runkan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Menurut Informasi yang diperoleh,penutupan jalan masuk ke SMAN 5 dilakukan warga sejak pukul 07.00wib Senin kemaren.Dan itu dilakukan warga merupakan bentuk ekecewaan warga kepada Pemerintah Propinsi yang mengambil keijaksanaan yang tdak tepat untuk masalah penddikan ini.Sehingga sedikitnya 40 orang anak warga yang tingal disekitar SMAN 5 tidak dapat Sekolah.

Ibra Yaser, perwakilan dari Aliansi Masarakat Peduli Pendidikan menga takan banyak dari anak dan kemenakan warga yang tinggal di kecamatan Man diangin Koto Selayan (MKS) khususnya di wilayah kelurahan koto Selayan dan Garegeh tidak dapat bersekolah di SMAN 5 yang juga berada di kecamatan itu.

“Setidaknya ada 40 siswa yang tidak dapat bersekolah disini,padahal mereka tinggal disini.Sebelum sekolah di bangun telah ada kesepakatan bahwa anak kami yang tinggal di kecamatan MKS dapat bersekolah di SMAN 5 ini,Sekarang setelah wewenang sekolah di ambil oleh propinsi banyak anak kami yang tidak bisa tertampung, “jelasnya emosi.

Untuk itu,dia beserta warga lainnya berharap ada jalan keluar terkait permasalah ini serta adanya keputusan dari Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat secepatnya sebelum kegiatan belajar berjalan efektif.harap Ibra Yaser.

Dari pantauan Dekadepos di SMAN 5 Bukittinggi, siswa yang semu lanya harus mengikuti Proses Belajar Mengajar hari ini (Senin kemaren-red) terpaksa disuruh pulang karena warga mengancam akan melakukan “sesuatu” bila ada yang berani membuka pagar sekolah.

Tak lama berselang, Polsekta Bukittinggi bersama Tokoh Masyarakat dan kepala SMAN 5 Bukittinggi Lasmita meminta warga agar membuka gembok untuk dicarikan solusinya

Menurut Lasmita, pihaknya akan memfaslitasi anak-anak yang berasal dari Kelurahan Koto Selayan untuk dapat ditampung belajar di sekolah ini. Un tuk itu, ia minta bersabar karena pihaknya juga akan melaporkan hal ini ke Di nas Pendidikan Provinsi Sumbar.
Sebenarnya, sambung Lasmita melalui tokoh masyarakat seperti Pak Lurah/RT/RW setempat telah menjaring anak-anak dari kelurahan yang belum tertampung melalui seleksi hasil UN. Ternyata, ada cucu dari salah seorang war ga yang belum dapat diterima karena tidak melapor kepada tokoh masyarakat setempat.

Sampai berita ini diturunkan, suasana di sekolah yang beralamat di Koto Selayan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan itu sudah kondusif. “Pokoknya anak-anak Koto Selayan yang belum diterima telah dicarikan solusinya.Warga yang semula emosi anak dan cucunya belum dapat sekolah, akhirnya meneri ma keputusan yang dihasilkan setelah dimediasi oleh Polsek dan tokoh masara kat setempat”, ujar Lasmita yang didampingi guru senior Jamla Abdul Naser dan Kepala Tata Usaha Zul Akmal.(Aldo/eds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here