KETUA LKAAM W.DT PADUKO BOSA MARAJO: Mari Bersatu Membangun Daerah

0
33

PAYAKUMBUH, dekadepos.com

KETUA Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, mengajak semua masyarakat setempat kembali bersatu membangun daerah setelah proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 berakhir.

“Bagi yang kalah, terima kekalahan dengan lapang dada pihak yang menang terima kekalahan dengan rendah hati. Mulai saat ini mari kembali barsatu,” kata ketua LKAAM Kota Payakumbuh Wirianto Dt. Paduko Bosa Marajo, di Payakumbuh.

Wirianto Dt. Paduko Bosa Marajo, mengatakan semua pihak harus siap menerima hasil hasil Pilkada, sebagai komitmen sebelum masa kampanye dulu yakni “Biduak Lalu Kiambang Batawuik”.

Menurutnya, masyarakat perlu bersatu kembali setelah semua proses pesta demokrasi berakhir. Walaupun hasil pilkada tersebut digugat ke Mahkamah Konstitusi, namun sengketa tidak dapat diterima Mahkamah Konstitusi.

“Mulai sekarang, jangan ada lagi ini pendukung atau relawan pasangan nomor satu, dua, dan tiga. Semuanya masyarakat Payakumbuh. Mari kita bersatu membangun daerah sesuai dengan posisi dan tupoksi masing,” kata Wirianto Dt. Paduko Bosa Marajo.

Wirianto Dt. Paduko Bosa Marajo mengatakan, LKAAM meminta pemerintah kota agar lebih memperhatikan adat istiadat dan kebudayaan lokal sehingga tidak hilang seiring dengan kemajuan zaman, ilmu pengetahuan, serta teknologi saat ini.

Ke depannya, kata Wirianto Dt. Paduko Bosa Marajo, perlu melakukan pembinaan dan pengajian adat untuk bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda, sehingga mereka dapat memahami kebudayaan serta adat istiadat daerah.

Kemudian juga melakukan kajian terhadap adat istiadat tersebut, sebab ada bagian dari adat istiadat yang tidak relevan dengan kondisi saat ini. Untuk itu perlu dilakukan pembaharuan agar adat sesuai dengan kondisi saat ini.

Sehingga kebudayaan lokal itu sesuai dengan perkembangan zaman karena adat daerah Minangkabau dinamis. Wirianto Dt. Paduko Bosa Marajo, menambahkan pihaknya juga mengharapkan Budaya Alam Minangkabau (BAM) agar dimasukkan ke dalam mata pelajaran di sekolah, disamping pembinaan dan pelajaran adat yang dilakukan di luar sekolah.

“Selain pelajaran di luar sekolah, BAM perlu dimasukkan kembali ke mata pelajaran di sekolah agar generasi penerus dapat memahami adat istiadat daerah,” pungkas Wirianto Dt. Paduko Bosa Marajo. (esa tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here