Kisah Nyata, Anak Mencari Ibu Ke Payakumbuh, Sempat Ditolak, Akhirnya …

0
198

Payakumbuh, Dekadepos.com

Alhamdulillah Ya… Allah, Telah Engkau Pertemukan Aku dengan Ibu Kandungku…….

Itulah kalimat yang terucap dari Bibir Ikang Pangestu (20) pemuda sebatang kara asal desa Muarasaling, Kecamatan Muarasaling, Kabupaten Empat Lawang, Propinsi Sumatera Selatan yang mencari ibu kandungnya sampai kota gelamai Payakumbuh. Hingga kisahnya pernah dimuat www.dekadepos.com beberapa waktu lalu.

Meski kisah berikut ini tampak seperti film, namun ini adalah kisah nyata tentang kerinduan seorang anak yang ditinggal pergi oleh wanita yang telah melahirkannya sejak dia masih bayi berumur sembilan bulan. Sempat melanglang buana selama beberapa hari di Kota Payakumbuh dibantu rekan-rekan wartawan untuk mencari ibu kandungnya, yang konon berasal dari Kubu Gadang, Payakumbuh, ternyata usaha Ikang Pangestu untuk menemukan ibu kandungnya belum membuahkan hasil dan terpaksa pulang dengan tangan hampa.

Namun demikian, ada secercah harapan bagi Ikang Pangestu, ketika dia menemukan data di kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Payakumbuh bahwa, ada nama seorang wanita persis sama dengan nama ibu kandungnya Tuti Melinda Surya Ningsih. Namun bedanya, dibelakang nama wanita itu memakai marga Lubis dan kini bermukim di Kelurahan Tanjungratu, Kecamatan Katibung, Kota Lampung.

Diakui Ikang Pangestu bahwa, foto yang terpampang dari data e KTP, wanita bernama Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis itu, ada kemiripan dengan foto ibu kandungnya. Namun, bedanya nama wanita itu pakai marga Lubis dibelakang namanya.
Namun, karena tekadnya sudah bulat untuk menemukan ibu kandungnya, akhirnya Ikang Pangestu berusaha mencari wanita bernama Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis itu sampai ke Kota Lampung. “ Siapa tahu, wanita itu adalah ibu kandung saya yang telah 20 tahun lamanya saya cari-cari,” harap Ikang Pangestu ketika bertolak meninggalkan Kota Payakumbuh, Sabtu (26/5) lalu.


Beberapa hari berada di Kota Lampung, melalui kontak telepon dan WhatsApp (WA), Ikang Pangestu terus memberikan informasi kepada sejumlah anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah di Payakumbuh, terkait usaha pencarian ibu kandungnya itu di Kota Lampung.

“Alhamdulillah, dibantu ketua RT di Kelurahan Tanjungratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, saya berhasil menemukan wanita bernama Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis yang datanya saya peroleh dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Payakumbuh,” ujar Ikang Pangestu.

Menurut Ikang Pangestu, ketika bertemu dengan Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis, hati kecilnya sudah berkata bahwa wanita itu adalah ibu kandungnya. “ Apalagi ketika saya tanya asal muasal kampungnya yang mengaku ibunya adalah orang Padang dan punya adik bernama Wira, hati kecil saya merasa yakin bahwa dialah ibu kandung yang saya cari, karena cerita yang saya peroleh dari paman persis sama dengan nama Tuti Melinda Surya Lubis yang mengaku asal Sumbar dan punya adik bernama Wira, ” ujar Ikang Pangestu yang menyakini bahwa semua kesamaan itu bukanlah sebuah kebetulan.

Diungkapkan Ikang, setelah dia menyatakan bahwa dirinya adalah anak kandungnya yang telah ditinggalkan ketika masih berusia sembilan bulan dengan memperlihatkan selembar foto ibunya ketika masih berusia 13 tahun dan selembar surat nikah dengan ayahnya, Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis menolak mengakui bahwa Ikang Pangestu adalah anak kandungnya.
“Saya sempat menangis dan bersimpuh di kaki Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis untuk bermohon mengakui bahwa dialah adalah ibu kandung yang telah 20 tahun saya cari. Namun, dia tetap menolak mengakui bahwa dia adalah ibu kandung saya,” ujar Ikang Pangestu mengisahkan.

Untuk membuktikan apakah wanita bernama Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis itu adalah ibu kandungnya, Ikang Pangestu meminta pamannya bernama Marjohan dan seorang falimi perempuan dari pihak keluarga almarhum ayahnya, untuk datang ke Kota Lampung membuktikan apakah wanita bernama Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis adalah ibu kandungnya.
Ringkas cerita, sehari kemudian atas bantuan Ketua RT setempat dan Pak Lurah Tanjungratu, Ikang Pangestu dan pamannya Marjohan serta paman perempuan lainnya dipertemukan di kantor Lurah setempat dengan Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis.

“Saat itu Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis tetap menolak mengakui bahwa dialah ibu kandung saya, meskipun paman saya Marjohan dan paman perempuan saya mengakui bahwa dia adalah ibu kandung saya karena masih mengenali wajahnya meski sudah berpisah selama 20 tahun,” ungkap Ikang.

Diakui Ikang, saat itu untuk kedua kalinya dia bersimpuh di kaki wanita itu untuk bermohon mengakui bahwa dialah ibu kandungnya. Namun, entah kenapa Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis tetap menolak mengakui bahwa Ikang Pangestu adalah anak kandungnya yang telah ia tinggalkan ketika masih bayi berumur sembilan bulan.

“Berkali-kali saya bermohon untuk meminta Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis mengakui bahwa, saya adalah anak kandungnya yang telah lama merindukan dan berusaha mencari keberadaannya selama 20 tahun. Jika ibu tidak berkenan mengakui saya sebagai anak kandung, biarlah tak apa-apa. Namun izinkan saya menjadi anak angkat yang ingin mengabdi dengan tulus dan ihklas kepada ibu,” pinta Ikang Pangestu yang terus berusaha meluluhlantakan kerasnya penolakan itu.

Ihkmah Ramahdan

Meski pulang dengan tangan hampa dan kembali ke kampung ayahnya desa Muarasaling, Kecamatan Muarasaling, Kabupaten Empat Lawang, namun siang dan malam Ikang Pangestu tetap memanjatkan do’a kepada Allah SWT agar membukakan pintu hati Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis untuk mengakui bahwa dia adalah anak kandungnya.

“Selama bulan suci ramadhan setelah usai ibadah sholat tarawih saya selalu bermohon agar Allah SWT membukakan pintu hati Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis untuk mengakui bahwa saya adalah anak kandungnya,” ujar Ikang Pangestu.
Dan, benar, Allah SWT telah menjabah dan mengabulkan do’a-do’anya. Pas dua minggu bulan ramadhan berjalan, Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis menelepon Ikang Pangestu dan menangis meminta maaf dan mengakui bahwa dia memang adalah anak kandungnya.

“Alhamdulliah ya.. Allah. Ibu menanggis dan akhirnya mengakui bahwa saya adalah anak kandungnya,” ujar Ikang Pangestu menceritakan kisah nyata tentang hidupnya yang selama 20 tahun merindukan kasih sayang seorang ibu.
Diakhir kisah, Ikang Pangestu mengucapkan terima kasih kepada anggota Balai Wartawan Luak Limipuluah dan masyarakat Payakumbuh serta Baznas Limapuluh Kota yang telah memberikan bantuan kepada dirinya selama terkatung-katung di Kota Payakumbuh ketika berusaha mencari ibu kandungnya.

“ Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan abang-abang serta ibu anggota Balai Wartawan yang telah membantu. Semoga kebaikan yang telah diberikan menjadi amal dan diberi imbalan yang setimpal oleh Allah SWT,” ujar Ikang Pangestu penuh kebahagian.

Lantas, bagaimanakah kisah perjuangan sejati Ikang Pangestu yang berniat ingin mengabdi kepada ibu kandungnya dan empat orang adik-adiknya hasil perkawinan ibunya dengan pria lain. Simak episode selanjutnya tentang kisah nyata seorang anak yang akhirnya berhasil dipertemukan oleh Allah SWT dengan wanita yang dirindukannya. Semoga kisah nyata ini menjadi inspirasi, utamanya bagi orang-orang yang senasib dengan Ikang Pangestu agar tak pernah putus asa karena Tuhan pasti akan memberikan jalan. Semoga! (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here