KISAH PELATIH SURFING YANG TERJUN KE OLAHRAGA KERAS ONE PRIDE MMA

0
39

“Senobi, Putra Minang nan Gadang dek Ombak”

BALI, dekadepos.com –

Karatau Madang di Ulu, Babungo Babuah Balun. Marantau Bujang Dahulu, di Kampuang Panguno Balun. Agaknya, petatah petitih  kuno milik rang Minangkabau itu, lekat benar disanubari seorang Senobi alias Bobi (31) warga Tunggul Hitam, Kota Padang.

“Sejak kecil, setelah tamat Sekolah Dasar (SD) saya sudah pergi merantau. Pertama kali, ranah rantau yang saya arungi adalah Kota Medan, Sumatera Utara,” ujar Bobi putra pasangan Jusran asal Painan dan Bainar asal Tanjung Saba, Pariaman ini bercerita tentang perjalanan hidupnya hingga terpasah sampai ke pulau dewata, Bali.

Meskipun Senobi tidak menyebutkan bahwa, petualangan hidupnya adalah sebagai sebuah pelarian atas jiwanya nan gamang. Namun, dari cerita hidupnya nan panjang dan penuh lika-liku dan duri, sepertinya bisa ditebak jika dia lahir dari keluarga kurang harmonis, sehingga akhirnya membuat dirinya nekad pergi meninggalkan ayah dan ibu serta keluarganya.

Ambo ibarat maco gadang di ombak, da. Sejak tamat SD, saya merantau ke Medan. Namun, beberapa tahun di Medan, lalu terbang ke Jakarta, Bandung dan Lombok serta sampai di pulau dewata, Bali menjadi pelatih surfing di pantai Kuta, “ ujar Senobi bercerita ketika bertemu dengan penulis baru-baru ini di rumah makan Padang bermerek Art. Satu Padang, Jalan Legian No.94, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Sebagai putra Minangkabau yang dikenal gemar merantau, Senobi, memang memiliki prinsip yang sangat keras dalam hidupnya. Bayangkan, walau telah lama hidup di pulau dewata, Bali, laki-laki berkulit hitam akibat tersengat matahari dan penuh tato ini mengaku bahwa, baru berhasil bertemu kakak kandungnya bernama Amril sang pemilik rumah makan Ar Satu Padang setelah 17 tahun berada di Bali.

Sanobi petarung MMA dari Bali asli putra Minang ( foto Vivanews)
Sanobi petarung MMA dari Bali asli putra Minang ( foto Vivanews)

“ Jujur, saya menikmati hidup ini seperti air mengalir. Terkadang hanyut di arus berliku, terkadang terhambat dengan bebatuan. Dan, terkadang, terjun merambah lembah nan dalam dan curam. Saya enjoi saja menikmati kehidupan ini, “ ujar pria yang mengaku pernah jatuh cinta dan hidup serumah dengan seorang gadis asal Jepang selama beberapa tahun berada di Bali.

Laki-laki murah senyum itu juga mengakui bahwa, selama merantau di Bali, dia tidak pernah tahu tentang keberadaan kakak kandungnya, Amril, sang pemilik rumah makan Art Satu Padang yang lebih dulu dari dirinya pergi merantau ke Bali.

“Saya bertemu dengan kakak kandung saya, Amril, setelah 17 tahun berada di Bali, “ ungkap Senobi.

Sebagai laki-laki yang bertualang jauh sampai ke pulau Bali, apakah seorang Senobi punya kerinduan dengan kampung halaman, ayah dan ibu serta keluarganya yang ada di ranah Minang, Sumbar?

“ Ya.. kadang-kadang saya rindu dengan kampung halaman dan keluarga. Untuk memenuhi kerinduan itu,  dulu saya pernah pulang kampung di Tunggul Hitam, Padang. Namun, sayang, saya tidak sempat pulang ke kampung halaman ibu di Tanjung Saba, Kabupaten Padangpariaman,” ungkap Senobi ketika bercerita tentang tanah kelahirannya.

Senobi juga bercerita bahwa, baru-baru ini dia baru saja mengikuti audisi olahraga keras One Pride Mixed Martial Arts (MMA) yang di gelar TV One di Jakarta.

Meskipun dia tidak memiliki kemampuan olahraga bela diri khusus, namun, Alhamdulliah, saat audisi dia dinyatakan lolos dengan menyandang predikat B. Artinya, Sanobi berpeluang besar tampil di One Pride MMA dalam waktu dekat ini di kelas 56 kg.

“ Modal bela diri saya hanya surfing. Tapi, ingat, rang Minangkabau itu adalah ‘Pandeka’ alias jago bersilat. Dan, itulah, modal saya nanti dalam menghadapi strategi pertarungan di arena One Pride MMA yang akan digelar TV One,” ujar pelatih selancar ini.

Senobi mengakui bahwa, dia punya cita-cita untuk membuka sasana olahraga One Pride MMA di Sumbar. Meskipun olahraga One Pride MMA itu dikenal sebagai olahraga keras dan mematikan, tapi olah raga yang memacu adrenalin ini banyak disukai, baik laki-laki dan kaum perempuan, utamanya anak-anak muda.

“ Kelak, jika saya punya modal, saya berniat untuk membuka usaha pusat olahraga One Pride MMA di Padang. Saya yakin, bisnis olahraga ini akan banyak peminatnya, “ pungkas Senobi. (doddy sastra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here