KISAH SEORANG ANAK MENCARI IBU KANDUNG: Ikang Pangestu Pulang dengan Tangan Hampa

0
115

Payakumbuh, dekadepos.com –

Ikang Pangestu (20) pemuda sebatang kara yang telah empat hari berada di Kota Payakumbuh dan bermalam di kantor Balai Wartawan Luak Limopuluah di komplek kantor Bupati lama Jalan Jenderal Sudirman Payakumbuh, untuk mencari ibu kandungnya bernama Tuti Melinda Surya Ningsih, binti Naja Mudin, saat ini diperkirakan berusia 36-38 tahun, telah kembali ke kampung halamannya, desa Muara Saling, Kecamatan Muara Saling, Kabupaten Empat Lawang, Propinsi  Sumatera Selatan, Sabtu (26/5) dengan tangan hampa.

Selama empat hari berada di Kota Payakumbuh dibantu rekan-rekan wartawan untuk mencari ibu kandungnya, ternyata usaha Ikang Pangestu untuk menemukan wanita yang telah melahirkannya itu belum membuahkan hasil.

Namun, ada secercah harapan bagi Ikang Pangestu, ketika dia menemukan data di kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Payakumbuh, nama seorang wanita yang persis sama dengan nama ibu kandungnya yakni Tuti Melinda Surya Ningsih. Namun bedanya, dibelakang nama wanita itu memakai marga Lubis dan kini bermukim di Kelurahan Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lampung.

“Dari foto yang terpampang dari data e KTP, wanita bernama Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis itu, ada kemiripan dengan foto ibu kandung saya. Namun, bedanya nama wanita itu pakai marga Lubis dibelakang namanya,” ujar Ikang.

Menurut Ikang, ia akan mencari wanita bernama Tuti Melinda Surya Ningsih Lubis itu ke Lampung. “ Siapa tahu, wanita itu adalah ibu kandung saya yang telah 20 tahun lamanya saya cari dan mungkin telah kawin lagi dengan pria lain yang bermarga Lubis,” sebut Ikang.

Ketika bertolak ke kampung halamannya, Sabtu sore (26/5) dilepas dengan rasa haru oleh sejumlah anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah. Tak banyak yang dapat diucapkan Ikang Pangestu saat keberangkatannya itu, kecuali mengucapkan terima kasih kepada wartawan dan masyarakat Payakumbuh serta Baznas Limapuluh Kota yang telah memberikan bantuan kepada dirinya selama terkatung-katung di Kota Payakumbuh.

“ Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan abang-abang serta ibu anggota Balai Wartawan yang telah membantu saya. Semoga kebaikan yang telah diberikan kepada saya menjadi amal dan diberi imbalan yang setimpal oleh Allah SWT,” ujar Ikang Pangestu dengan bola mata yang berkaca-kaca, ketika akan naik ke atas mobil travel yang menjemputnya ke Balai Wartawan untuk bertolak ke kampung halamannya. Selamat jalan Ikang Pangestu, semoga Tuhan mempertemukan dirimu dengan ibu kandungmu. (esha tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here