KODIM 0306/50 KOTA GELAR PENYULUHAN NETRALITAS TNI DALAM PEMILU

0
96

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Dalam rangka memberikan pemahaman kepada prajurit tentang netralitas TNI menghadapi Pemilu dan Pilkada, Kodim 0306/50 Kota menggelar kegiatan penyuluhan bertempat di aula Kodim 0306/50 Kota Jalan Raya Negara Km 7 Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (1/3) pukul 07.40 wib.

Mengambil tema “Pembinaan Netralitas TNI Kepada Seluruh Prajurit, ASN dan Persit Dalam Rangka Pilkada Tahun 2018” kegiatan penyuluhan yang dihadiri sekitar 210 personil terdiri dari personil Kodim 0306/50 Kota, PNS dan ibu-ibu Persit itu, dihadiri langsung Dandim 0306/50 Kota, Letkol Kav Solikhin S.Sos MM, Kasdim 0306/50 Kota, Mayor Inf Hasbullah dan nara sumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota, Fathuri serta Perwira Staf Kodim 0306/50 Kota, para Danramil se Kodim 0306/50 Kota dan personil anggota Bintara, Tamtama,  ASN, Kodim 0306/50 Kota, dan ibu-ibu Persit.

Komandan Kodim 0306/50 Kota, Letkol Kav Solikhin S.Sos MM dalam arahannya menyampaikan bahwa, penyuluhan netralitas TNI dalam menyambut Pemilu dan Pilkada 2018 merupakan suatu pengetahuan agar personil TNI dan ASN mengetahui dan dapat bersikap netral dalam menyikapi Pemilu dan Pilkada sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Sementara itu nara sumber dari KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Fathuri, pada intinya menyampaikan, dalam Undang-undang TNI dengan tegas menyatakan bahwa TNI harus netral dalam Pemilu dan Pilkada. “Apabila ada personil TNI aktif yang ikut Pilkada harus mengundurkan diri dulu dari kedinasan TNI sesuai dengan aturan Undang-undang TNI yang berlaku,” ungkap Fathuri.

Tegasnya, ulas Fathuri, TNI tidak boleh memihak atau mendukung salah satu kandidat yang mencalon kan diri dalam Pilkada dan Pemilu. Kemudian dalam lingkungan komplek/asrama TNI, tidak dibenarkan ada pemasangan baleho atau stiker-stiker salah satu calon kandidat Pilkada atau Pilpres.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang personil anggota Kodim 0306/50 Kota  Serma H. Idham Khalid menanyakan bagaimana menyikapi atau bersikap apabila ada saudara kita yang ikut dalam Pilkada.

Menjawaban hal itu, Fathuri, dengan tegas dan gamblang menyatakan bahwa, semua warga Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mencalonkan diri ikut dalam Pilkada. “Khusus bagi personil TNI aktif agar tidak mendekati dan tidak aktif dalam kegiatan selama Pilkada tersebut,” pungkas Fathuri. (est)