Kopi Penawar Rindu (Sastra Kita)

0
135

Oleh : Alif Amin Arrofah

 

Sebingkai hati penuh cerita,

Kini ku pecah menjadi sebuah isyarat tak bermakna

Sebuah lensa pembesar,

dimana ku terus menggali hati nan beku …

 

Sehangat tebuhan kasih mu,

selembut hasrat nan abstrak

Tanpa beban pelaras cobaan,

kini ku teguk bulat-bulat

 

Ku ingkari janji merpati mu,

seraya ku lepas infus penyatu kita

Secangkir kopi yang kau tawarkan sore itu,

tak lagi ku teguk dan kutumpah …

 

Sesal nan ku bending sendiri,

kini berawan dan kian mendung

Ratap kerinduan yang ku perantarakan,

pada secangkir kopi yang kau suguhkan itu …

 

Gazebo MTsN 1 Payakumbuh, 23 Juli 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here