Korban First Travel Mulai Melapor ke Polres Payakumbuh

0
235
Elen Adrianti didampingi suaminya, Indra, korban PT.First Travel mengadu ke pos pengaduan Satreskrim Polres Payakumbuh

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Hanya berselang dua hari setelah resmi membuka pos pengaduan korban PT.First Travel, Satreskrim Polres Payakumbuh, Jum’at (7/9) sudah menerima laporan pengaduan dari seorang korban.

Menurut Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto melalui Kasatreskrim  AKP Amri Nasution didampingi Kabag Ops Kompol Basrial, KBO Reskrim, Iptu Eldi Viarto dan Kanit Reskrim, Ipda Safri mengatakan bahwa, untuk menampung laporan pengaduan korban PT.First Travel, Satreskrim Polres Payakumbuh sudah membuka posko pengaduan.

Elen Adrianti didampingi suaminya, Indra, korban PT.First Travel mengadu ke pos pengaduan Satreskrim Polres Payakumbuh
bukti penyetoran biaya naik haji melalui PT.Frest Travel

“ Hari ini, Jum’at (7/9) pos pengaduan sudah menerima laporan pengaduan dari seorang korban PT.First Travel bernama Elen Adrianti (39) warga Sahati Residence, Kelurahan Subarang Batuang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh,” sebut Kasatreskrim  AKP Chairul Amri.

AKP Chairul Amri mengatakan, apabila ada masyarakat Kota Payakumbuh yang telah menjadi korban PT.First Travel, dapat melapor ke posko pengaduan Satreskim Polres Payakumbuh jalan Pahlawan Kota Payakumbuh.

Sementara itu Elen Adrianti didampingi suaminya, Indra (49) yang sempat diwawancarai saat membuat laporan di pos pengaduan Satreskrim Polres Payakumbuh mengatakan bahwa, dia mendaftar sebagai calon jemaah haji melalui PT.First Travel pada Januari 2017 lalu dan dijanjikan akan berangkat ke tanah suci Makkah Nopember 2017.

“Untuk biaya pemberangkan itu, Saya sudah menyetorkan uang ke rekening PT.First Travel, melalui Bank Mandiri sebanyak Rp 28. 886.000. Pihak PT.First Travel, menjanjikan akan memberangkatkan saya ke tanah suci Makkah bersama almarhum ibunda Nuryati pada Nopember 2017,” ungkap Elen Adrianti.

Diakui Elen Adrianti, bahwa dirinya mendaftar sebagai calon jemaah haji lewat agen PT.First Travel yang ada di Padang dikelola oleh ibu Amna.

Diakui Elen Adrianti, sebelum melapor ke posko pengaduan di Satreskrim Polres Payakumbuh, dia bersama suaminya Indra sudah berkali-kali mendatangi kantor agen PT.First Travel yang beralamat dekat asrama haji di Padang, untuk mengurus masalah keberangkatannya pasca ditangkapnya pemilik  PT.First Travel oleh di Jakarta.

“ Namun, berkali-kali mendatangi agen PT.First Travel di Padang, ibu pengelola PT.First Travel bernama Amna tidak berhasil ditemui karena tempatnya selalu ditutup, kecuali untuk konfirmasi melalui telepon masih dilayani oleh ibu Amna,” sebut Elen Adrianti.

Karena tidak mendapat kejelasan dari pihak agen PT.First Travel yang ada di Padang, akhirnya Elen Adrianti membuat laporan pengaduan ke pos pengaduan Satreskrim Polres Payakumbuh.

Diakui Kasatreskrim  AKP Amri Nasution, pihaknya akan terus menerima laporan pengaduan dari korban PT.First Travel yang ada di Kota Payakumbuh, guna pengusutan lebih lanjut atas kasus penipuan calon jamaah haji yang sempat menggemparkan itu.

“Kita akan terus menampung pengaduan dari koban PT.First Travel. Untuk itu kita himbau kepada masyarakat Kota Payakumbuh jika ada yang menjadi korban PT.First Travel silahkan membuat laporan pengaduan di pos pengaduan Satreskrim Polres Payakumbuh,” pungkas Kasatreskrim  AKP Amri Nasution. (esha tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here