Korban Narkoba, Tak Ingin Ditangkap, Segera Melapor

0
20

Kota Payakumbuh, Dekadepos.com

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Payakumbuh mengajak seluruh Korban Penyalahgunaan dan pecandu Narkoba di Payakumbuh untuk Segara melaporkan diri ke Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Puskesmas Payolansek, LSM Gempar di Kelurahan Bunian dibawah Naungan Dinas Sosial atau Puskesmas Biaro dan BNNK untuk dilakukan rehabilitasi, Sebelum ditangkap oleh pihak yang berwajib. Apalagi penyalah-gunaan Narkoba kian marak, baik di Kota Payakumbuh ataupun di Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Kita menghimbau kepada yang sudah terlanjur jadi pecandu narkoba segera melapor ke IPWL atau BNN untuk direhap sebelum ditangkap aparat penegak hukum,” jelas Kepala BNN Payakumbuh, AKBP Firdaus, ZN Selasa (16/5).

Dengan keinginan lepas dari candu narkoba, maka bisa dipastikan pemakai narkoba akan segera melapor pada IPWL atau BNN. Bila tidak, bagi seseorang yang terlanjur jadi pecandu narkoba akan terus dalam kekangan candu narkoba dan dibayang-bayangi jeratan hukum. Untuk saat ini sebut Firdaus, IPWL Payakumbuh terus melakukan pengobatan rehap bagi para pencandu narkoba yang sudah melapor untuk disembuhkan. Bahkan beberapa pecandu diantaranya sudah kembali normal dan sehat setelah menjalani rehap di IPWL.

Seperti diketahui, hampir setiap hari Jajaran Satresnarkoba di Polres Payakumbuh,Limapuluh Kota dan BNNK Payakumbuh, menangkap pemakai dan pecandu narkoba. Kondisi itu menunjukkan jika pengguna barang haram itu sudah sangat banyak dari semua profesi dan kalangan. Bahkan baru-baru ini Satresnarkoba Polres Payakumbuh berhasil mengamankan 72 kg Ganja kering yang siap edar. Tentu saja ini menjadi teror bagi masyarakat Payakumbuh untuk jadi sasaran pengguna narkoba.

Hebatnya, saat ini tidak saja kalangan tertentu sebagai pemakai narkoba, tetapi kakek-kakek dan nenek-nenek juga sudah menjadi kurir narkoba. Bila lengah bukan tidak mungkin para bandar dan pengedar kini menyasar kaum terpelajar dari berbagai sekolah.

Kepala BNN selalu mengajak masyarakat untuk tetap menjaga dan mengawasi pergaulan anak-anaknya. Hal itu dilakukan untuk menjaga agar generasi Payakumbuh tidak menjadi sasaran empuk para bandar. Apalagi sebut Firdaus, kemajuan teknologi informasi dan dibukanya kran MEA semakin mempermudah peredaran narkoba di berbagai wilayah.
Perwira Polisi yang juga urang awak itu, juga menyebutkan bahwa selain di IPWL dan Puskesmas, Pencandu dan Korban penyalah-gunaan Narkoba juga bisa menjalani rehab di pengobatan di Buya Siwang Kelurahan Payolansek, Surau Boluik Boncah di Kenagarian Harau, New Pandu Jiwa di Kota Bukitinggi, Klinik Swasta Seta Husada di Manggilang Kabupaten Lima Puluh Kota, Aqilah Klinik di Kelurahan Pakan Sinayan Payakumbuh. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here