Kuliah umum, Menteri PPPA himbau 5000 Mahasiswa Tidak lakukan Perundungan

0
103

Bandung, Dekadepos.com

“Menjadi mahasiswa adalah salah satu saat penting dalam hidup, maka isi waktu kalian dengan prestasi, jangan melakukan kekerasan, bullying dan diskriminasi, jadilah generasi penerus bangsa yang hebat”, hal tersebut merupakan pesan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise di Gymnasium, Universitas Pendidikan Bandung (UPI), Kamis (31,8). Hadir bersama Sekertaris Menteri, Pribudhiarta Nur Sitepu, Menteri Yohana disambut dan diapresiasi langsung oleh Rektor UPI Bandung, Prof.Dr. Asep Kadarohman, Msi.

Di hadapan 5000 lebih mahasiswa baru UPI Bandung, Menteri Yohana Yembise berikan kuliah umum dengan tema perempuan dan anak. Beragam isu seperti kesetaraan gender, perundungan, hingga gadget di tekankan oleh Menteri yang merupakan Guru Besar Perempuan pertama di Tanah Papua itu. Tidak hanya itu, dengan latar belakang yang dimilikinya sebagai seorang akademisi, Menteri Yohana juga bagikan pengalamannya selama menjadi mahasiswa di jenjang pendidikan S1, S2 hingga S3. Banyak belajar, perkaya literatur bacaan, dan memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya untuk mendukung perkuliahan.

“Bullying atau perundungan tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga kerap terjadi di kampus. Jadi saya mengingatkan kepada mahasiswa dan dosen untuk memutuskan mata rantai kekerasan di kampus. Semoga kalian para mahasiswa yang akan memutuskan mata rantai bullying di institusi pendidikan. Salah satu caranya adalah membuat Kampus ini harus jadi kampus ramah pemuda, ramah mahasiswa. Tidak boleh ada kekerasan dalam segala bentuk apapapun seperti psikis, fisik, seksual dan tidak ada penelantaran atau pendidik yang abai terhadap mahasiswa,” jelas Menteri Yohana.

Setelah memberikan kuliah umum, Menteri Yohana langsung bertolak menuju Desa Kayuambon, Kabupaten Bandung Barat untuk mengunjungi mahasiswa KKN Tematik Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kehadiran Menteri Yohana mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Bandung Barat, H. Abu Bakar, Anggota DPRD Komisi 1 Bandung, hingga penggerak PKK, sebab Yohana menjadi Menteri pertama yang mengunjungi desa Kayuambon tersebut.

“Saya sangat senang berada disini, karena ternyata Desa Kayuambon ini pemberdayaan masyarakatnya sangat maju terutama kaum ibu-ibu. UKM dalam bidang kuliner hingga seni sering mendapatkan prestasi hingga tingkat nasional. Dan saya berterimakasih sebab Bapak Bupati Bandung Barat, dan Dinas PPPA Provinsi Jawa Barat memantau langsung pertumbuhan ekonomi kaum perempuan di desa ini. Saya bisa merekomendasikan Desa Kayuambon ini sebagai percontohan bagi daerah lain,” ujar Menteri Yohana saat menyampaikan sambutannya. (Est).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here