Lagi, Orgen Tunggal di 50 Kota Makan Korban Cakak Dua Nagari Pecah

0
150

2 Motor 3 Kios Minyak Dibakar, 1 Mobil Polisi Dilempari Batu

Lima Puluh Kota, Dekadepos.com 

Untuk kesekian kalinya, peristiwa perkelahian/cakak akibat perselisihan ditempat hiburan/orgen Pesta Hiburan kembali terjadi, meski tidak memakan korban nyawa, setidaknya peristiwa tersebut merusak sejumlah kendaraan, termasuk Mobil Petugas Kepolisian. Hal tersebut terjadi di duo kampung bertetangga di Limapuluh Kota. Kali ini antara pemuda Nagari Lubuak Alai, Kecamatan Kapur IX dengan pemuda Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan, sekitar Pukul 2.00 Wib Kamis (6/7) di Pasar Usang Lubuak Alai. Bermula saat pemuda Gunuang Malintang menonton acara orgen tunggal resepsi pemuda pasca lebaran di Pasar Usang Lubuak Alai, diduga karena terjadi gesekan terinjak kaki saat joget menjadi pemicu keributan sehingga terjadi perkelahian. Saat itu sebahagian pemuda Gunuang Malintang pergi ke Gunuang Malintang memberi tahu kejadian perkelahian itu.

Setelah itu pemuda Gunung Malintang bersama sama menuju Lubuak Alai dan terjadi perkelahian massal dengan perang batu. Pada saat itu ketua pemuda Lubuak Alai yang akrab disapa Ledi, berusaha menenangkan pemuda Lubuak Alai. Pada saat bersamaan anggota polsek Kapur IX dibawah pimpinan Ipda Desmetri bersama 4 orang anggota datang kelokasi menggunakan mobil patroli dan berusaha menenangkan masa. Namun masa Gunung Malintang menjadi anarkis dan melempari mobil dinas polsek sehingga kaca depan dan lampu belakang pecah, karena pada saat itu masa sudah terlalu banyak akhirnya Ledi dikeroyok pemuda Gunuang Malintang dan membakar 3 buah kios minyak milik Yogi, Izul dan Ijon. Melihat kejadian itu pemuda Lubuak Alai membalas dengan membakar 2 unit sepeda motor Vixion dan jupiter MX. Beruntung pihak kepolisian resor polsek Pangkalan, Koramil Kapur IX, Camat Kapur IX, Andri Yasmen dan Camat Pangkalan Jhonianto datang kelokasi abaru masa bisa dipisahkan.

“Memang tadi malam (Kamis.Red) terjadi gesekan antara pemuda Lubuak Alai dengan Gunuang Malintang. Tapi Alhamdullah siang tadi sudah dapat diambil kesepakatan damai dua bela pihak,” sebut Camat Kapur IX Andri Yasmen, kepada wartawa usai menghadiri musyawarah perdamaian dua bela pihak.

Disampaikan Camat, diantara butir kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan itu pertama Sepakat berdamai. Kedua tidak mengulangi kejadian yang sama. Tiga kerugian ditanggung bersama, Empat apa bila ada dilakukan kejahatan perkelahian setelah persamaian maka itu jd tanggung jawab sendiri-sendiri. Kemudian masing-masing Nagari akan saling menjalang. “Sudah ada kesepakatan damai dua bela pihak yang dihadiri langsung Walinagari, pemuda, niniak Mamak, Intel polres, Kasat Bimas, Camat Kapur dan Pangkalan serta unsur terkait lainnya. Kita harapkan kepada semua pihak untuk menjaga kondusifitas suasana, karena sekarang kondisi sudah sangat kondusif,” sebut Camat.

Seperti diketahui jelas Camat Andri Yasmen, antara dua Nagari itu merupakan daerah serumpun, bertetangga yang saling menghargai satu sama lainnya. “Kita harapkan keakraban dua Nagari serumpun ini terus dijaga. Untuk itu kita menghimbau agar niniak Mamak bisa mengingatkan setiap keponakannya,” harap Camat.

Disampaikan Camat, saat musyawarah perdamaian dua pihak yang bertikai juga sudah dibentuk tim penilai kerugian akibat gesekan yang timbul Kamis dinihari itu. “Tim Penilai kerugian seperti ada dua motor, tiga kios mini bensin dan mobil polisi. Jadi semua kerugian akan dihitung dan diganti secara bersama. Tim terdiri dari Walinagari, Ketua Pemuda, Ketua Bamus dan Ketua KAN. Nanti merumuskan hasil bersama muspika,” sebut Camat.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis, kepada wartawan menyebut bahwa kondisi sudah kondusif dan kesepakatan perdamaian juga sudah diperoleh. Dimana kedua bela pihak sepakat berdamai dengan beberapa poin perjanjian. “Memang benar terjadi pertikaian. Dan sudah damai. Kita pihak kepolisian hanya menjadi mediator, untuk itu semuanya kita minta menaati kesepakatan,” pinta Kapolres.

Kapolres Bersama Bupati kembali membuat himbauan dimana acara orgentunggal tidak boleh lewat pada waktu yang ditentukan. Kemudian Kapolres juga meminta kepada Walinagari atau pihak terkait untuk bisa berkoordinasi dengan kepolisian bila melakukan kegiatan orgentunggal. “Kegiatan orgentunggal seyogyanya ada izin, kemudian tidak dilakukan sampai larut malam. Maka dari itu kita harapkan pihak terkait baik Walinagari, Jorong berkoordinasi dengan polisi, sehingga kita bisa mencegah terjadinya hal-hal seperti ini,” pinta Kapolres dengan ramah. (Esha Tegar). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here