Lagi, Ratusan Sopir Angkot di Kota Wisata Demo

0
642
Ratusan para Pendemo berada di halaman kantor Balaikota Bukittinggi

Bukittinggi, Dekadepos.

Untuk kedua kalinya, Ratusan sopir angkutan kota dan perdesaan yang beroperasi di wilayah Bukittinggi-Agam beserta Pemilik dan Pengurus operasi Angkutan serta jajaran Organda Bukittinggi kembali melakukan aksi Demonstrasi menolak keberadaan angkutan berbasis dalam  jaringan (daring) untuk tidak beroperasi di Bukittinggi. Aksi Demonstrasi kali ini dilakukan ke kantor Balaikota Bukittinggi di Gulai Bancah pada Senin (11/9) pagi, setelah sebelumnya ratusan sopir angkot ini juga melakukan hal yang sama ke kantor DPRD pada  Agustus  2017 lalu yang dinilai mereka tidak memberikan hasilnya.

Dari pantauan Dekadepos dilapangan, Sejak pukul 7.30 Wib, ratusan sopir angkot telah berdatangan ke kantor Balaikota dengan memarkir kan kendaraan mereka sepanjang kantor tersebut sebagai bentuk protes mere ka adanya keberadaan Go-jek di Bukittinggi. Ratusan pendemo yang dikawal ketat Petugas kepolisian Resort kota Bukittinggi, anggota Kodim 0304 Agam, Sub Den Pom, Dishub dan Satpol PP itu berkumpul dihalaman kantor Balaikota. Mereka langsung ditemui Walikota H. Ramlan Nurmatias yang didampingi Wakil Waikota H.Irwandi, Perwira Polres, Kodim dan DansubDenpom serta Pimpinan SOPD dilingkungan Pemko Bukit tinggi.

Salah satu perwakilan pengusaha angkutan, David Kasidi yang juga aktivis tahun 1998 dalam orasinya mengatakan keberadaan angkutan daring telah mengganggu aktivitas angkutan kota dan perdesaan. Menurutnya, angkutan berbasis aplikasi Gojek yang saat ini beroperasi di Bukittinggi kendaraan roda dua itu tidak memiliki payung hukum sebagai angkutan umum. “Namun untuk angkot punya payung hukum dan tiap hari dipungut pajak sehingga berkontribusi bagi daerah jadi berbeda dengan Go-jek yang sama se kali tidak memiliki payung hukumnya,” ungkap David Kasidi dalam orasi.

Ratusan sopir angkutan kota menilai daring atau go-jek merupakan angkutan liar, sehingga pemerintah diharapkan segera mengambil tindakan agar tidak merugikan sopir angkutan umum. Dan orasi juga disampaikan oleh yang lainnya secara berturut turut. Menanggapi apa yang menjadi Orasi para Pendemo. Walikota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias pada kesempatan menyampaikan perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi yang memang tidak dapat dihambat, sehingga akan terus ada inovasi dalam rangka melayani masyarakat. Selain itu, perkembangan ekonomi masyarakat dan dari sisi kebutuhan, menurutnya membuat semakin banyak masyarakat memiliki kendaraan pribadi.

“Dua hal ini jelas berdampak bagi usaha angkutan umum. Apalagi per tumbuhan jalan sangat kecil, sementara ada lebih dari 523 angkutan beropera si dan kepemilikan kendaraan bermotor semakin mudah,” ungkapnya.

Terkait beroperasinya angkutan berbasis aplikasi di daerah, ia menerang kan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menutup aplikasi tersebut. “Soal aplikasi kewenangan pemerintah pusat. Dari pemerintah daerah sendiri kami tidak pernah keluarkan izin karena memang tidak ada payung hukum bagi kami untuk mengambil keputusan,” ungkap Walikota.

Untuk menanggapi aspirasi para sopir agar pemerintah daerah mengambil tindakan terkait Go-jek, Secara tegas dihadapan para pendemo, Walikota   Ramlan Nurmatas  menginstruksikan agar Satpol PP menutup kantor Go-jek yang berlokasi di Jalan By Pass.”Hari ini Satpol PP saya minta untuk menutup  kantor Go-jek itu,” perintah Ramlan Nurmatias yang disambut dengan sorak dan tepuk tangan dari pendemo. Walikota Ramlan Nurmatias menyebutkan aksi yang dilakukan para sopir itu menyebabkan terganggunya pelayanan bagi masyarakat, terutama anak sekolah sehingga pemerintah mengoperasikan 40 unit kendaraan operasional untuk mengantar siswa ke sekolah.

“Usai penyampaian aspirasi ini, kami minta angkot agar kembali beroperasi melayani masyarakat karena transportasi masyarakat masih sangat tergan tung pada angkutan umum,” terangnya.

Sekitar pukul 14.00 Wib,Petugas Satpol PP yang dikomandoi Kepalanya Syafnir,dan dibantu oleh anggota kepolisian dan Kodim medatangi Kantor Go—jek di By Pass untuk melakukan penutupan kantor tersebjut. Dengan disasikan oleh puluhan sopir angkot pendemo,Pimpinan Perwa kilan G0-Jek Bukitinggi Fauzi dihadapan Petugas satpol PP menyatakan siap un tuk menutup kantor Go-jek yang dipimpinnya,bahkan memindahkan barang barangnya dari kantor itu termasuk membuat spanduk, kalau kantor Go-jek itu ditutup.

Menurut Kepala satpol PP Kota Bukittinggi Syafnir kepada Dekadepos, Hal itu dilakukkan Fauzi selaku Pimpinan Perwakilan Go-jek Bukittinggi karena dia sangat memahami dengan situasi yang berkembang.Jadi kooperatif nya Fauzi mengambil tidakan kedalam dengan menutup kantornya sekaligu memindahkan barang barangnya serta membuat spanduk kalau kantor itu di tutup  sangat kita pujikan,ungkap Syafnir.

Pemko Kerahkan 40 Unit Kendraraan.

Aksi demo para sopir angkot di kota Bukittinggi diawali dengan aksi mogok menambang (beroperasi.red) pada Senin pagi, sehingga masyarakat, terutama anak anak sekolah yang pergi sekolah jadi sulit mencari kendaraan, termasuk PNS yang ingin ke kantor atau warga kota yang beraktifitas lainnya. Guna membantu  warga pada Senin pagi, Pemko Bukittinggi me nurunkan 40 unit kendaraan milik Pemko, Kepolisian, kodim dan sekolah untuk membantu masyarakat dan anak anak sekolah pergi ke pasar dan sekolah pagi itu. Dan kondisi itu kembali normal setelah aksi demo selesai pada siang senin kemaren. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here