Lagi Ribuan Warga Solok Turun Kejalan, Tolak PLTPB

0
271

Solok, Dekadepos.com

Akibat tak kunjung digubrisnya keinginan Masyarakat oleh Pemerintah Kabupaten Solok agar rencana pembangunan PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di Gunung Talang Kabupaten Solok dibatalkan. Ribuan masyarakat Salingka Gunung Talang yang menamakan dirinya Himpunan Masyarakat Pencinta Gunung Talang (HIMA PAGTA),  yang merupakan gabungan masyarakat dari 12 Nagari yang ada di sekitar Gunung Talang, Rabu (13/9) kembali melakukan Aksi unjuk rasa untuk terus menyuarakan penolakan terhadap rencana explorasi Geothermal dan pembangunan PLTPB di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kab Solok.

Aksi unjuk rasa damai ini di ikuti oleh sekitar 2000 orang, yang di awali dengan aksi longmarc dari depan Taman Hutan Kota (Tahuta) menuju ke Tugu Ayam Aro Suka, Kab Solok. Masyarakat Salingka Gunung Talang yang mayoritas adalah Petani merasa terpanggil untuk ikut menyuarakan penolakan terhadap rencana explorasi panas bumi (Gothermal) dan pembangunan PLTPB di lereng Gunung Talang ini karena adanya ketakutan dari warga atas dampak negatif yang akan ditimbulkan apabila proyek explorasi panas bumi (Geothermal) dan pembangunan PLTPB ini tetap di lanjutkan.

” Tuntutan Kami Hanya Satu, Cabut Izin Explorasi panas bumi (Geothermal) dan batalkan Pembangunan PLTPB di Gunung Talang.” Ujar Indra Putra yang bertindak sebagai orator dalam Aksi Unjuk Rasa Ini.

Amri yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Nagari Batu Bajanjang, Kec Lembang Jaya, Kab Solok juga mengatakan, selama ini kami hanya di iming-imingi dengan janji manis saja dari Pemerintah Kabupaten Solok dan PT.Hitay Daya Energy yang merupakan perusahaan yang akan melakukan explorasi panas Bumi (Geothermal) di lereng Gunung Talang, akan tetapi dampak negatif jangka panjang akibat dilaksanakannya proyek ini tidak pernah di utarakan kepada masyarakat.

” Jangan Bodohi Kami dengan janji-janji manis dari Pemerintah dan pihak Perusahaan, Jangan usik ketenangan hidup kami serta jangan rusak ke asrian alam gunung talang yang merupakan tempat menggantungkan hidup bagi kami.” Ungkap amri dalam orasinya di hadapan Wabup Solok, Yulfadri Nurdin ,Ketua DPRD Kab Solok,Hardinalia Kobal dan Kapolres Solok AKBP. Reh Ngenana Depari.

Sementara itu Yulfadri Nurdin, Wakil Bupati Solok, yang menemui langsung massa yang sedang melakukan aksi unjuk rasa ini, tampak dengan seksama mendengarkan satu persatu tuntutan dari warganya tersebut sambil duduk bersama dan membaur dengan massa yang sedang melakukan aksi. “Terkait izin explorasi panas bumi (Geothermal) di Gunung Talang bukanlah Pemerintah Kabupaten Solok yang mengeluarkan, namun izinnya di keluarkan langsung oleh Kementrian ESDM, karena ini adalah proyek pembangunan Energi Nasional, Pemerintah Kabupaten Solok dalam hal ini hanya sebagai Fasilitator.” Jelas Yulfadri di hadapan seluruh massa peserta aksi.

Lebih lanjut, Yulfadri Nurdin juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok siap memfasilitasi masyarakat Salingka Gunung Talang untuk bertemu dengan Pihak kementrian ESDM, bahkan dalam waktu dekat ini Kami telah mengundang pihak kementrian ESDM untuk datang ke Kabupaten Solok untuk melakukan dialog dengan masyarakat terkait rencana explorasi panas bumi dan pembangunan PLTPB di Gunung Talang ini. Namun kekecewaan massa yang mengikuti aksi unjuk rasa ini semakin jelas terlihat karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Solok, H.Gusmal Dt Rajo Lelo,SE.MM untuk menyampaikan aspirasinya, hal ini disebabkan karena Bupati Solok itu sedang melaksanakan tugas keluar daerah dan baru kembali ke Solok pada hari Jumat(15/9).

Massa mengancam akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang jauh lebih besar, apabila tuntutan mereka tidak di kabulkan oleh Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Pusat agar rencana explorasi geothermal dan pembangunan PLTPB di Gunung Talang dibatalkan. (Est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here