Lagi, Tim 7 Payakumbuh Sita Tuak dan Jaring ABG

0
63

Payakumbuh, Dekadepos.com

Tim penegak peraturan daerah (Perda) Kota Payakumbuh yang tergabung dalam Tim 7, Minggu (16/4) tengah malam kembali menyita 30 Liter minuman jenis Tuak di warung di Pinggir Batang Agam, Pasar Ibuah, milik Ed. Sedianya minuman Tuak itu akan dijual oleh Ed kepada pembeli yang datang silih berganti khusus untuk menenggak minuman Tuak. Namun pada waktu bersamaan, Tim 7 yang terdiri dari TNI-Polri, Pol PP dan instansi terkait lainnya melakukan Razia Penyakit Masyarakat (Pekat).

Kepada petugas Ed, mengaku jika dirinya berhasil mendapatkan Tuak dari seseorang di seberang air Gadut, Kabupaten Limapuluh Kota. Apalagi sebelumnya di warung itu Tim 7 juga sudah pernah melakukan razia, namun saat itu pemilik warung belum Ed. “Saya dapatkan dari Subarang Air Gadut pak. Sebelumnya saya tidak disini pak, jadi saya tidak tahu kalau tempat ini pernah dirazia,” jelas Ed kepada petugas Tim 7.

Sebelum akhirnya dipersilakan pulang, Ed harus menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan menjual menuman jenis Tuak. “Memang dalam razia pekat kali ini kita mengamankan 30 Liter minuman Tuak. Pemilik warung ikut kita amankan dan kita bawa ke kantor POl PP. Setelah kita mintai keterangan yang bersangkutan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan kita buat surat pernyataan,” jelas Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Devitra disela-sela razia kepada awak media.

23

Sementara ditempat lain dimalam yang sama, Pol PP berhasil mengamankan 9 ABG dimana 3 orang diantaranya perempuan dan 6 orang laki-laki. Saat itu 9 ABG ini tengah asyik nongkrong di Simpang Jalan By Pass dan Jalan Sukarno Hatta, Ngalau. “Mereka kita amankan karena waktu sudah menunjukkan pukul 3 dinihari. Jadi sudah tidak waktunya nongkrong lagi, ditambah mereka sebahagian masih berstatus pelajar yang ngkos,” jelas Devitra.

9 ABG itu lansung digiring Tim 7 kemarkas POl PP untuk dimintai keterangan sebelumnya membuat surat pernyataan dan dijemput orangtua masing-masing. “Terhadap mereka kita panggil orang tuanya atau pihak keluarga. Kemudian mereka beralasan kenapa nongkrong sampai larut malam, ternyata orangtuanya ada yang di Riau, Pangkalan dan Halaban,” sebut Kasat Pol PP.

Kontan saja, Tim 7 setelah melakukan pendataan terhadap 9 ABG ini lansung mengantarkan Kerumah kos masing-masing di Padang Tangah, Kecamatan Payakumbuh Timur. “Kepada Pemilik rumah kos kita meminta agar tidak membiarkan anak kos keluar sampai larut malam. Jadi pemilik rumah kos juga harus membuat aturan untuk anak-anak kosnya, dan harus ada sanksi berat bagi yang melanggar,” harapnya.

Kasat, Devitra juga mengajak semua orangtua untuk lebih ekstra ketat menjaga anak. Terutama disiplin dengan waktu sehingga tidak nongkrong sampai larut malam dan pulang subuh. “Kita tahu saat ini banyak sekali alasan anak agar bisa keluar rumah dan jauh dari pengawasan orangtua. Sebutlah itu alasan PR Kelompok padahal kadang itu hanyalah alasan untuk bisa keluar rumah,” ingatnya Kepada orangtua. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here