Lagi warga Solok Gelar Aksi Demo Lanjutan

0
227

Solok, Dekadepos.com

Permasalahan Proyek Panas Bumi di Solok semakin “Memanas”, Masyarakat Salingka Gunung Talang Kepung Kantor Bupati Solok.

Kembali untuk yang ke 2 kalinya sekitar 1500 orang masyarakat salingka gunung Talang yang berasal dari 12 Nagari yang ada di Kab Solok yang menamakan diri mereka Hima Pagta(Himpunan masyarakat pencinta Gunung Talang), melakukan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Bupati Solok, Arosuka senin (2/10). Massa mulai memadati tugu Ayam di depan Kantor Bupati Solok pada pukul 12.10 Wib, menuntut agar rencana explorasi geothermal (panas bumi) dan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Gunung Talang di Batalkan, karena dapat mengancam kelangsungan hidup dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi proyek panas bumi ini, yang mayoritas menggantungkan kehidupan mereka sebagai petani di lereng Gunung Talang, Kab Solok.

Sebelumnya pada tanggal 12 September 2017 yang lalu, massa Hima Pagta juga telah melakukan Aksi Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Solok dan menuntut agar dapat bertemu dengan Gusmal Dt Rajo lelo(Bupati Solok) serta meminta Bupati Solok untuk membatalkan Proyek Panas Bumi ini, namun sayangnya pada saat itu Bupati Solok sedang dinas keluar daerah sehingga massa hanya di temui oleh Yulfadri Nurdin (Wabup Solok) dan massa yang mengikuti aksi tersebut harus membubarkan diri dengan kecewa karena tidak dapat bertemu dengan Bupati Solok.

Akan tetapi pada Aksi Unjuk Rasa yang di lakukan pada Selasa (2/10) massa Hima Pagta berhasil mendesak Bupati Solok untuk menemui perwakilan mereka dan melakukan mediasi dengan sepuluh orang perwakilan peserta aksi di ruangan rapat Danau di Bawah, Kantor Bupati Solok.

Perwakilan massa aksi unjuk rasa pada saat mediasi dengan Bupati Solok yang juga dihadiri oleh Hardinalis Ketua DPRD Solok, AKBP Reh Ngenana Kapolres Solok, Yulfadri Nurdin Wabup Solok, Azwirman Sekda Kab Solok dengan tegas menolak segala bentuk exploitasi terhadap alam gunung Talang, karena dapat mengancam kelangsungan hidup mereka.

Seperti yang disampaikan oleh indra putra yang merupakan juru bicara pada aksi kali ini, pada saat mediasi tersebut indra menyampaikan beberapa point tentang penolakan masyarakat Salingka Gunung Talang terhadap proyek panas bumi di gunung Talang seluas 27.000 hektar tersebut.

” Cabut dan batalkan semua izin lingkungan dan persetujuan prinsip yang telah di keluarkan oleh Pemkab Solok kepada PT Hitay Daya Energy selaku perusahaan yang akan melaksanakan explorasi panas bumi di salingka gunung Talang. Serta menuntut Presiden RI bersama Kementrian ESDM untuk mencabut izin panas bumi (IPB) di Gunung Talang yang telah di keluarkan”. Tegas indra dihadapan jajaran unsur pimpinan daerah Kabupaten Solok tersebut.

Menanggapi tuntutan dari masyarakat salingka Gunung Talang tersebut, Gusmal (Bupati Solok) mengatakan bahwa yang berwenang mencabut dan membatalkan izin dari proyek panas bumi ini bukanlah dirinya, melainkan adalah kewenangan dari pihak kementrian ESDM.

“Pemkab Solok siap memfasilitasi masyarakat Salingka Gunung Talang agar bisa bertemu dengan Pihak kementrian ESDM, bahkan saya sudah meminta Bapak Yulfadri Nurdin (Wabup Solok) agar mendampingi masyarakat Salingka Gunung Talang untuk menyampaikan aspirasinya Ke Kementrian ESDM, dan beliau pun sudah setuju “. Tutur Gusmal kepada perwakilan masaa aksi unjuk rasa tersebut.

Merasa kurang puas dengan jawaban dari Bupati Solok melalui perwakilannya tersebut, massa yang telah mengepung Kantor Bupati Solok tersebut terus melakukan orasi dan berusaha merangsek masuk ke komplek perkantoran Pemerintahan Kabupaten Solok dan situasi sempat memanas namun berkat kesigapan dari aparat keamanan dan Korlap aksi unjuk rasa untuk menenangkan massanya, sehingga situasi kembali kondusif dan tidak berujung bentrok, serta pada pukul 16.00 wib massa aksi unjuk rasa membubarkan diri dan meninggalkan Kantor Bupati Solok dengan di kawal oleh beberapa Anggota Sat lantas Polres Solok. (Est).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here