Lembah Harau ‘Menuju Destinasi Wisata Nasional dan Dunia’

0
185

LIMAPULUH KOTA,Dekadepos.com

UNTUK kesekian kalinya, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota kembali mendapatkan perhagaan tingkat Nasional. Kali ini penghargaan itu diberikan Kementrian Pariwisata karena berhasil mengembangkan sektor destinasi pariwisata Lembah Harau secara berkelanjutan (sustainable).

 

Pemberian penghargaan itu diberikan menteri Pariwisata, Arief Yahya kepada bupati Limapuluh Kota melalui Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Yatmiko, serta Kabid Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga, Nengsih pada acara malam penganugerahan Indonesia Stainable Tourism Award (ISTA) 2017 di Ballroom Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (27/9) lalu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, ISTA merupakan ajang penghargaan bagi destinasi serta entitas pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata yang telah berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dalam pengelolaan pariwisata di daerahnya.

 

Mengusung tema “People and Nature Based Tourism”, Arief Yahya menyebut, pariwisata memiliki keunggulan dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan environment sustainability dengan prinsip ‘Semakin Dilestarikan, Semakin Menyejahterakan’.

 

“Penyelenggaraan ISTA untuk memberikan rekognisi kepada pihak-pihak yang telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, mendorong lahirnya berbagai inovasi atas produk produk pariwisata berkelanjutan, dan partisipasi serta kerja sama sektor publik maupun swasta dalam pembangunan pariwisata di tingkat destinasi,” ujar Arief Yahya dalam sambutannya.

 

Meski masih berada pada peringkat keempat nasional, setelah Taman Safari Indonesia (Bogor, Jaa Barat), Plataran L’Hamonie Buleleng (Bali), dan Banyan Tree Bintan (Kepulauan Riau), namun penghargaan ISTA 2017 yang diserahkan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, itu cukup membanggakan Pemkab Limapuluh Kota, beserta praktisi pariwisata dan masyarakat daerah ini, terutama warga yang bermukim di kawasan Lembah Harau.

“Kita sangat bersyukur sekali, untuk pertama kalinya sepanjang sejaran Kabupaten Limapuluh Kota, kawasan wisata Lembah Harau, dapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan ini sekaligus sebagai pertanda bahwa Lembah Harau telah dimasukkan Kementerian Pariwisata sebagai salah satu destinasi (tempat tujuan pengiriman) pariwisata nasional. Ini yang paling penting sebenarnya,” kata Bupati Irfendi Arbi, ketika diwawancara wartawan, Minggu (1/10).

 

Irfendi tentu tidak sekedar menjual cerita. Dalam website resmi Kementerian Pariwisata dinyatakan, penghargaan ISTA 2017 diberikan Kemneterian Pariwisata untuk destinasi pariwisata nasional yang telah menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkalanjutan dalam mengelola destinasinya.

 

Dengan demikian, semakin terang, bahwa kawasan wisata Lembah Harau, Limapuluh Kota, kini sudah masuk dalam destinasi wisata nasional versi Kemenpar RI. Bahkan, Kemenpar juga menilai, pengelolaan kawasan Lemba Harau saat ini mulai sejalan dengan rencana strategis pembangunan pariwisata nasional, regional, dan global yang menjadikan pariwisata berkelanjutan sebagai dasar dan arahan pengembangan.

 

Meski mengaku sangat bersyukur dengan pernghargaan ISTA 2017 untuk Lembah Harau yang diserahkan Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, dalam malam Apresiasi Pesona Destinasi Pariwisata Indonesia (APDPI) 2017, Rabu (27/9), namun, Bupati Irfendi Arbi meyakini, bahwa kerja belum selesai.

 

“Masih banyak yang perlu dibenahi di Lembah harau, termasuk akses jalan masuk yang masih sempit. Kemudian, sarana pendukung sanitasi, seperti toilet yang perlu dijaga kebersihannya. Begitu pula dengan tempat-tempat usaha masyarakat kita disana. Ini semua tentu sebuah kebutuhan dan keharusan, untuk dikembangkan sesuai prinsip pariwisata berkelanjutan dengan melibatkan peran semua stakeholder,” jelas Irfendi.

 

Beberapa waktu terakhir, menurut Irfendi Arbi, kesadaran masyarakat akan kawasan Lembah Harau, akan konsep pariwisata berkelanjutan semakin membaik. Bahkan inovasi-inovasi atau produk pariwisata berkelanjutan di Lembah Harau, mulai bermunculan dari masyarakat bersama para seniman daerah. Ditandai dengan adanya iven Pasa Harau Art & Culture Festival.

 

Pasa Harau Art & Culture Festival adalah acara yang memadukan pariwisata dengan peristiwa seni-budaya. Berbeda dengan kebanyakan vestifal Pasa Harau Art & Culture Festival, tidaklah dirancang dari atas langit, tapi muncul dari dasar bumi. Festival ini digagas oleh komunitas sadar wisata bersama sejumlah seniman dan pelaku industri kreatif untuk menyemarakkan aktifitas budaya masyarakat Lembah Harau.

 

“Pasa Harau Art & Culture Festival sudah dua kali digelar di Lembah Harau. Untuk mendukung inovasi periwisata berkelanjutan yang muncul dari masyarakat dan seniman ini, kita pemerintah pemerintah daerah juga ikut memberi support anggaran. Meski jumlahnya tidaklah banyak, bahkan berjumlah setimpal dengan semangat yang muncul. Tapi kita jajaran pemerintah daerah bersama Forkopimda dan DPRD, berkomitmen untuk menjadikan ini sebagai salah satu ikon Lembah Harau,” kata Irfendi.

 

Kembali kepada penghargaan ISTA 2017 kategori Tata Kelola yang diberikan Menteri Pariwisata untuk Lembah Harau, Irfendi Arbi yang beberapa waktu sebelumnya sempat mempresentasikan rencana pengelolaan Lembah Harau dan Kelok Sembilan kepada Menteri, Arief Yahya, berterima kasih atas apresiasi sekaligus perhatian dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi kepada Limapuluh Kota.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Pak Menteri,” kata Ketua DPC Partai PDI-Perjuangan Limapuluh Kota ini. Untuk kedepannya, Irfendi menyebut, Pemkab bersama warga Limapuluh Kota khususnya warga ‘Lembah Harau Menuju Dunia” belumlah puas dengan tropi dan pengharaan saja. Tapi, bagaimana menjadi Harau benar-benar mendunia sesuai visi-misi kepala daerah Luak Nan Bungsu. (est)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here