Malang Nian, Ditimpa Ember Penggali Sumur Meninggal

0
200
Sumur " Maut " Tempat Korban Tewas/meninggal sat bekerja.

Lima Puluh Kota, Dekadepos.com 

Malang nian Nasib seorang pekerja penggali Sumur di Kabupaten Limapuluh Kota. Korban bernama Altris (54), warga asal Tanjung Jati, Nagari VII Koto Talago Kecamatan Guguak, yang melakukan penggalian sebuah sumur bersama rekannya pada Rabu (23/8) sekitar Pukul 10.00 Wib meninggal dunia saat bekerja. Peristiwa itu Berawal saat Altris, bersama seorang temannya bekerja memperdalam galian sumur milik Upik Sabri warga Koto Kociak, VII Koto Talago. Saat itu, Altris baru saja masuk dalam sumur dan melakukan penggalian pada kedalaman lebih kurang 18 cincin.

Sementara seorang rekannya bertugas menggeret hasil tanah galian yang dilakukan Altris di bagian atas sumur. Dengan menggunakan ember berukuran sedang, keduanya baru berhasil mengelurkan dua ember tanah bercampur pasir. Naas untuk ketigakalinya embar berisi material tanah bercampur pasir baru terangkat sampai pertengahan kedalaman sumur, tiba-tiba tangkai ember patah dan diduga menimpa Altris yang sedang berada didasar sumur.

Meski menggunakan helm sebagai pelindung bagian kepala, namun tingginya tempat jatuh ember bermuatan material tanah menimpa bagian kepala dan tubunnya, kontan saja membuat Altris pingsan seketika. Mengetahui kejadian itu, teman Altris yang berada di atas sumur lansung meminta bantuan kepada masyarakat sekitar untuk mengelurkan rekannya dari dalam sumur. Pj. Walinagari IV Koto Talago, Erizulman membenarkan kejadian yang menimpa warganya itu. Dikatakannya, saat Altris bersama rekannya memperdalam galian sumur milik Upik Sabri di Kito Kociak, tiba-tiba tangkai ember patah dan menimpa korban.

“Mendapat kabar itu saya lansung kelokasi. Tapi saat saya sampai korban sudah dibawa Kerumah sakit Suliki. Diduga korban tertimpa ember yang patah berisi galian. Namun ada juga dugaan kalau korban sesak nafas tertipa ember ditambah sedikitnya jumlah oksigen di kedalam 18 cicin,” sebut Walinagari.

Dikatakannya, sebelnya sumur tua milik Upik Sabri sudah mulai tidak ada air sehingga dilakukan pendalaman. Dan sejak awal sumur dibuat, Altris yang terus melakukan penggalian termasuk saat mengulang memperdalam sumur kemarin.

Hal serupa juga disampaikan Camat Guguak, Fidria Fala yang sampai kelokasi pagi itu. “Saya sampai dilokasi korban sudah dibawa Kerumah sakit Suliki. Evakuasi korban dari dalam sumur berlangsung cepat, karena masyarakat banyak disekitar lokasi. Korban saat dibawa ke RS Suliki diduga masih bernyawa, mungkin korban menghembuskan nafas terakhir di RS,” sebut Camat.

Begitu juga dengan Kapolsek Guguak AKP Akno Palindo juga turut cepat datang kelokasi saat mendapat kabar ada kejadian warga pingsan dalam sumur. (est).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here