Mantan Menkeu Resmikan Ruang Belajar Potren Al Kautsar

0
41

Limapuluh Kota, Dekadeposcom.com

Ketua Umum Badan Amil Zakat (Baznas) Pusat Prof DR Bambang Sudibyo, M.BA meresmikan pemakaian ruang kelas baru Pondok Pesantren (Potren) Al Kautsar Sarilamak Kecamatan Harau, Kamis (13/1). Pada kesempatan yang sama juga diresmikan Koperasi Pondok Pesantren (Kappotren) dan launching Website Al Kautsar serta pelantikan pengurus Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Limapuluh Kota. Acara itu ikut dihadiri Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Ketuas PP Muhamadiyah prof Dr H Yunahar Ilyas, LC, M.Ag dan Ketua Baznas Provinsi Sumbar Prof Dr H Syamsul Bahri Khatib, MA serta sejumlah undangan lainnya.

Bambang Sudibyo dalam sambutannya mengatakan, pendidikan itu berlangsung sepanjang hayat. Seorang anak seharusnya sejak usia dini sudah dibimbing menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat. “Anak sedini mungkin diarahkan menjadi pembelajar yang mandiri sepanjang hayat. Peran guru dan orang tua membimbing agar anak menjadi pembelajar yang mandiri,” ujar Bambang.
Al Kautsar

Penting sekali ditanamkan, hidup didunia ini adalah untuk menjalani ujian dari Tuhan. Seorang yang sedang sakit juga diuji apakah ia bisa bersabar, bersyukur dan bertagwa. “Menjadi bupati tak hanya sebuah amanah, tetapi juga sebagai ujian. Begitu juga menjadi ketua organisasi termasuk ketua Baznas juga sebuah ujian,” papar Bambang sembari menyebut ujian ini menuntut ketakwaan dan ketawakalan.

Sementara itu Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam penyampaiannya mengakui Pondok Pesantren Al Kautsar merupakan salahsatu lembaga pendidikan kebanggaan bagi Kabupaten Limapuluh Kota. Ia juga menekankan penting pendidikan di daerah ini. Irfendi juga mengatakan bangga dan bersyukur daerah ini dikunjungi Ketua Baznas Pusat Bambang Sudibyo yang juga seorang mantan Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan Republik Indonesia “Pondok Pesantren Al Kautsar merupakan kebanggaan kita bersama. Kehadiran bapak Bambang Sudibyo ke Pondok Pesantren Al Kautsarr ini akan memberikan motibasi bagi kita untuk berbenah kea rah yang lebih baik lagi,” ujar Irfendi.

Lebih lanjut Irfendi berharap, ke depan pendidikan Islam di daerah ini semakin maju. Untuk itu ia mengajak semua pihak berbondong-bondong dan bersama-sama membangun pendidikan Islam tersebut sekaligus menghindari generasi mdua dari ancaman penyalahgunaan Narkoba. “Mari kita bersama dan bersatu memajukan pendidikan Islam yang dulu cukup berkembang dan berkibar gemilang di daerah ini,” tutur Irfendi.

Sebelumnya Kepala Ponpes Al Kautsar Dafri Harweli, M.Pdi dalam laporannya mengatakan, ruang belajar yang diresmikan itu merupakan bangunan yang dibiayai dengan dana bantuan Baznas pusat sebesar Rp50 juta. Hingga kini lokal belajar yang dimiliki baru berjumlah sebanyak 9 lokal untuk tiga tingkatan kelas di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan dua kelas tingkat Madrasah Aliyah (MA). Saat ini jumlah santri mondok sebanyak 175 orang dan jumlah keseluruhan mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, MTs dan MA mendekati 600 orang. Khusus untuk MA masih kekurangan satu lokal.

“Saat ini kami telah membangun tiga pondasi ruang belajar. Sedangkan yang sudah selesai baru satu local yang didiayai dengan dana bantuan Baznas pusat. Kami berharap bentuan serupa kembali bisa diperoleh untuk melanjutkan pembangunan dua ruangan lainnya,” ujar Dafri. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here