Mau Tahu, Tarif Baru yang diajukan Dinas Pariwisata ke DPRD Payakumbuh

0
17

Payakumbuh, Dekadepos.com 

Dalam Rapat Kerja antara DPRD Kota Payakumbuh (Komisi B.red) dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga dihadiri Kepala Dinas, Elfriza Zaharman serta dua orang Kabid lainnya beberapa hari lalu, selain mengajukan agar pengelolaan sejumlah Destinasi Wisata yang ada di Payakumbuh, Dinas Pariwisata yang kini dipimpin Elfriza itu juga mengajukan perubahan terhadap Tarif Retribusi Tempat Rekreasi Dan Olah Raga yang ada di Kota Payakumbuh. Diantara pengajuan perubahan tarif tersebut juga termasuk Objek Wisata Ngalau Indah yang sebelumnya sempat dihebohkan dengan penangkapan terhadap petugas pemungut retribusi/karsic masuk ke Objek yang terkenal dengan pemandangan dan Goa itu.

Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh, kepada Komisi B mengajukan perubahan tarif, diantaranya Tarif Masuk Ke Objek Wisata Ngalau Indah yang sebelumnya perorang Rp. 2.500 untuk anak-anak dan Rp. 3.500 untuk orang dewasa, diajukan menjadi Rp. 5.000 untuk hari biasa dan Rp. 7.000 untuk hari libur, didalam perubahan yang diajukan itu tidak lagi dibedakan dewasa dan anak-anak seperti tarif sebelumnya. Lalu untuk tarif ke Objek Wisata Ampangan yang terletak di Kecamatan Payakumbuh Selatan mengalami kenaikan Rp. 4.000 hingga Rp. 5.000, dimana tarif sebelumnya Rp. 2.000 untuk anak-anak dan Rp. 3.000 untuk orang dewasa. Ternyata tidak sampai disitu saja, Elfriza yang juga Mantan Kepala Kesbang Kota Payakumbuh itu, juga mengajukan kenaikan ditempat rekreasi lain dengan besaran kenaikan hingga Rp. 1.000.

Kepada Komisi B yang diketahui Chandra Setipon dan Wakilnya Edward DF, Dinas Pariwisata juga menyebutkan bahwa, dahulu dengan target yang dibebankan kepada mereka sekitar 40 juta/tahun, harga karcis masuk ke Objek Wisata Ngalau Indah sebesar tarif lama, dan kini pada tahun 2017, target yang mencapai 105 juta, harga karcis juga masih sama.

“ Memang Dinas Pariwisata mengajukan perubahan kenaikan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi Dan Olah Raga di Payakumbuh, perubahannya juga beragam nilainya. Namun kita berharap pengajuan tersebut nantinya juga harus berbarengan dengan pelayanan yang harus ditingkatkan, diantaranya kebersihan. Dan yang terpenting jangan sampai adanya kebocoran pada pendapatan yang masuk”. Sebut Edward DF baru-baru ini.

Dalam Raker yang dilakukan diruang Kerja Komisi B itu, dihadiri Chandra Setipon (Ketua Komisi B), Edward DF (Wakil Ketua Komisi B), Hendriwanto Dt. Mangkuto serta Wulan Denura, Politisi Gerindra asal Nagari Koto Nan IV.  Sementara tiga orang anggota Komisi lainnya, Ridwan Sabirin (Demokrat), Aribus Madri (PDI-P) dan Alex Wijaya tidak hadir dalam Raker yang membahas terkait Tarif Retribusi Tempat Rekreasi Dan Olah Raga. Rapat Kerja tersebut dipimpin Chandra Setipon.

Selain pengajuan Perobahan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi, juga diajukan perubahan tarif/retribusi untuk  tempat olahraga, lapangan teknis indoor, Lapangan BuluTangkis, Lapangan Basket, Pemakain Gor M.Yamin/gedung Olahraga, Gor Kubu Gadang serta Kolam Renang.

Andi (30), Salah seorang Perantau Batam yang pulang kampung ke Payakumbuh, ketika dimintai komentarnya terkait rencana kenaikan tersebut, meminta agar rencana itu ditunda dulu, sebab untuk Objek Wisata di Payakumbuh belum ada yang menjadi tujuan para wisatawan, selain hanya persinggahan saja. “ Kita semua tahu, bahwa Objek wisata yang ada di Payakumbuh belum menjadi tujuan/kunjungan para wisatawan dari dalam ataupun luar Sumbar. Berbeda dengan Kabupaten Lima Puluh Kota yang terkenal dengan Lembah Harau, BPTU Padang Mengatas dan lainnya. Jadi sebaiknya rencana itu diundur dulu. Dinas Pariwisata harus dahulu berbenah”. Sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Elfriza Zaharman yang pernah dihubungi via Handphone untuk mengkonfirmasi hal tersebut, belum memberikan jawaban panjang lebar, ia hanya menyebut tengah berada di Kota Padang. ” Maaf sedang rapat di Padang”. ujarnya singkat. (Esha Tegar). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here