Membesarkan Anak Tanpa Suami (Ciloteh Tanpa Suara)

0
520
Foto : rgbstock.com

Membesarkan Anak Tanpa Suami

Oleh : Saiful Guci

“Assalamualaikum wr.wb, Pak Saiful Guci , sudah sebulan ini saya ingin menyampaikan perasaan dan masalah saya kepada bapak, tapi keraguan itu tetap ada, saya kuatir pak Saiful terganggu, tetapi malam ini saya beranikan juga, masalahnya begini saya bernama Rini Oktavia baru berumur 32 tahun, sejak tahun 2010 atau 9 tahun kami menikah telah bercerai dengan suami karena dia menikah lagi dengan perempuan lain, tinggal saya menghidupi dua orang anak-anak saya yang tertua baru kelas 4 SD dan kecil kelas 2 SD. Dalam hidup ini saya, tidak ada semangat karena saya tidak tahu kesalahan saya, dan takut keluar rumah, untuk itu saya mohon motivasi dari Pak Saiful Guci “ tulis Rini Oktavia.

“ saya sangat mengerti perasaan dari buk Rini Oktavia. Sendirian tanpa suami, mengurus rumah dan anak-anak, dan harus bekerja pula untuk mencari penghasilan. Belum lagi ‘godaan’ dari luar dan beragam opini masyarakat tentang status tersebut. Tetapi ini bagian episode kehidupan yang harus dijalani dan dihadapi dengan senyuman. Karena di setiap kejadian hidup kita, ada hikmah terindah yang Allah hadiahkan untuk hamba-hamba pilihannya.

Sebagai muslim tak ada kamus putus asa dalam hidup kita, karena kita memiliki Allah yang maha segala. Tetaplah berkhusnudzon kepada Allah, selalu optimis, tegar dan berjiwa besar. Karena Allah tidak akan membebani hambanya dengan ujian kehidupan diluar kemampuan hambanya. Yakinlah!! Allah sedang merajut kehidupan yang lebih baik untuk Rini Oktavia. “ tulis saya

“ yaa, saya telah mencoba tabah dalam menjalani hidup ini, tetapi rasanya tidak sangup lagi, hari raya kemarin mantan suami saya pulang kampong, tetapi tidak ada memberikan bantuan satu sen pun buat anak-anak anaknya padahal sekarang ini anak-anaknya butuh dana untuk pendidikan “ tulis Rini Oktavia.

“ Sekarang ini Rini Oktavia, sedang di uji oleh Allah , bahwa Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya (Al-Baqarah: 286) adalah penjelasan yang menguatkan prinsip tersebut. Pembebanan adalah perkara yang menyulitkan. Karena itu harus berbanding lurus dengan kemampuan. Allah menggariskan bahwa Dia tidak akan membebani hambanya , sesuai dengan kemampuan orang tersebut.

Sekalipun harus sendiri dan mandiri dalam mengarungi samudera kehidupan ini, La tahzan Allah Ma ana, jangan pernah bersedih dengan kesendirian, jangan pernah meratapi keadaan. Karena predikat baik buruk dimata Allah bukanlah dari status kita, tapi dari ketaqwaan kita. Cukup Allah sebagai satu-satunya tempat bersandar, tempat menggantungkan sepenuhnya diri, hidup dan kehidupan kita. Yakinlah dengan bertawakal kepada Allah, maka Allah yang akan mencukupi seluruh kekurangan dan kebutuhan kita “ tulis saya

“ tetapi bagaimana caranya pak Saiful Guci, meningkatkan kepercayaan diri ini “ Tanya Rini Oktavia

“Jangan pernah berkecil hati dengan status single parent, karena sebenarnya dalam menjalani kehidupan ini, baik bersama pendamping hidup ataupun tidak (single parent) yang harus ada dalam diri kita adalah pola pikir (mind set) dan pola sikap yang benar selaras dengan agama kita. Semua realita kehidupan akan terasa indah menyenangkan atau tidak tergantung pada cara kita menyikapinya, kita adalah apa yang kita pikirkan “you are what you think”.

Coba kita tafakuri salah satu ungkapan berikut ini, Nasihat Ali bin Abi-Tholib :“Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit, karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan menyerah untuk mencoba, maka jangan katakan pada Allah SWT, aku punya masalah, tapi katakan pada masalah aku punya Allah yang maha segalanya” tulis saya.

“ berarti kita tidak boleh takut menghadapi berbagai kesulitan, begitukan pak Saiful Guci ?

“ benar sekali, setiap perasaan tergantung prasangka kita terhadap Allah. Apabila kita berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan memberikan kebaikan, dan apabila berprasangka buruk kepada Allah maka kita akan mendapat keburukan “ jawab saya.

“ supaya hidup ini tetap bersemangat bagaimana caranya ?” Tanya Rini Oktavia

“ harus belajar dari kisah-kisah para muslimah pilihan (tauladan) yang menjadi single parent dalam menjalani kehidupannya. Bagaimana hebatnya ketekunan dan kesabaran seorang single parent seperti Ibunda Imam Syafei dapat membesarkan anak yang hafal Al-Quran di usia dini dan menjadi Imam besar sesudah dewasa. Bagaimana dahsyatnya ketegaran dan perjuangan Ibunda Siti Hajar saat harus berdua dengan Ismail kecil, terpisah dari suaminya dan berada di daerah yang tak berpenghuni, tak tersedia makanan dan minuman. Bagaimana tingginya kesucian dan kehormatan Ibunda Siti Khadijah saat menyandang single parent dan Allah menjodohkannya dengan manusia pilihan (Muhammad Rosulullah). Bagaimana besarnya keteguhan dan kemandirian Ibunda Maryam membesarkan Nabi Isa seorang diri.

Sejarah sudah membuktikan kesendirian tidak menjadi halangan dan hambatan untuk tetap survive dalam kehidupan ini, tetap melakukan dan mempersembahkan yang terbaik untuk sang Maha hidup. Tetap jalani dan hadapi semua nuansa kehidupan ini dengan senyuman. Tetap optimis untuk dapat meraih kehidupan yang lebih baik, dengan menghiasi diri penuh ketaqwaan dan istiqomah dalam kebenaran meski dalam kesendirian. Tetap menjaga kesucian dan kehormatan diri dengan ketaqwaan.

Yakinlah!! Dengan kualitas diri yang unggul dan mulia dimata Allah, maka Allah akan mengirimkan pendamping hidup yang lebih baik dan terbaik menurut Allah. Yang akan menemani di setiap sujudmu, yang akan menjadi motivator dan belahan jiwamu, yang akan menjadi pembimbing dan pengayommu, yang akan melejitkan dan memaksimalkan pengabdian dan dedikasimu untuk sang Maha, yang akan menjadi nahkoda kehidupan dan mengantarkanmu pada Ridho dan Rahmat-NYA. “ Jawab saya

“terimakasih pak Saiful Guci, yang telah memberikan semangat buat saya, tetapi saya ingi Tanya satu lagi bagaimana cara menghadapi anak-anak yang baik “ Tanya Rini Oktavia.

“ Buk Rini Oktavia bisa jadi ibu yang baik buat anak-anaknya, sama dengan ibu saya yang sejak saya berumur satu tahun atau memasuki usia 25 tahun sudah dapat juga prediket Janda Muda, tapi dia sukses membesarkan saya bersama adik saya. Dia selalu menghadapi kami sebagi anak-anaknya sebagai berikut tip cara membesarkan kami:

1. Selalu memberikan pengertian pada anak-anak
Seorang ibu , memberikan pengertian bahwa dia sangat menyayanginya dan tidak akan pernah meninggalkan mereka. Dengan begitu, anak-anak pun akan merasa tenang, karena ibunya tidak akan meninggalkannya dan mencintainya. Dan jangan tanamkan sifat dendam kepada ayahnya, karena sifat dendam akan merusak hubungan silaturahmi kelak.
2. Melatih anak untuk mandiri
Sebaiknya, tanamkan kemandirian sejak kecil kepada anak-anak. Latih kemandirian kepada mereka pada hal-hal yang sederhana, misalnya seperti ini : besok ananda mau jadi pengusaha restoran yang sukses, kalau mau harus bisa masak, saya sejak kelas 2 SD sudah bisa masak nasi dan sambal. Besok ananda mau punya hotel pengusaha hotel yang ada dimana-mana, kalau mau dia harus hidup bersih tempat tidur dan rumahnya harus bersih, maka kami selalu membersihkan tempat tidur dan rumah. Besok ananda mau jadi pemimpin, mari kamu ajarkan adikmu dengan baik.

3. Perhatikan penampilan
Menjadi single mom dengan peran yang begitu banyak dan ditanggung sendiri bukan berarti harus melupakan penampilan. Coba bayangkan kalau tubuh Rini Oktavia tidak terawat, badan mengurus, wajah pucat, dan kulit kusam karena tak pernah dandan. Bagaimana pendapat orang melihat Rini. “Ah Bu Rini sekarang kurus, pucat, setelah cerai dan urus anak sendirian.” Tentu perkataan orang-orang ini tak ingin terjadi dengan Rini. Justru Rini harus tampil cantik dan berbeda dibanding dahulu. Tampil cantik dengan tubuh terawat akan membuat Rini terlihat lebih muda dan hari-hari pun kian berwarna.

4. Positif Thinking
Meski Rini Oktavia kini mendidik dan membesarkan anak sendirian, yakinlah pasti bisa. Dengan begitu, Rini pun kian bersemangat dalam hidup dan juga bekerja untuk mencari nafkah demi anak-anak. Tidak ada yang membatasi Rini untuk melompat lebih tinggi dalam berkarier juga mengembangkan potensi Rini sehingga ekonomi keluarga pun akan tetap tercukupi di tangan Rini sendiri, bahkan lebih baik. Bukankah tidak ada yang tak mungkin dengan terus berusaha dan berdoa? Berpikir positif kuncinya.

5. Sabar dan tetap ramah
Seringkali Rini Oktavia mendengar sesuatu yang kurang enak dari kanan kiri Rini menyoal status Rini kini. Terimalah hal itu dengan lapang dada karena memang Anda adalah seorang single mom, hidup tanpa suami dan harus membesarkan anak serta mencari nafkah sendiri. Tidak ada perempuan yang ingin menjalani single mom seperti Anda, termasuk Anda dan juga mereka. Tetap bersikap ramah kepada para tetangga, tidak menutup kemungkinan mereka akan mengerti kondisi Anda dan tidak mencibir kondisi Anda.

Siapa bilang Rini Oktavia tak bisa menjadi single mom yang sukses mendidik dan membesarkan anak-anak? Anda pasti bisa!

Saiful Guci , Pulutan 27 Oktober 2017