MENUNGGU PULANGNYA BUPATI IRFENDI ARBI : Bisa Nggak Ya, tak Gaduh Lagi?

0
324
Bupati Irfendi Arbi berpelukan dengan-wakil bupati ferizal Ridwan diatas mobil sebelum keberangkatan Jemaah Haji Beberapa waktu lalu

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Perang dingin antar pendukung Bupati Irfendi Arbi dan Wakil Bupati Ferizal Ridwan, sudah menebar dimana-mana. Belakangan, perang urat saraf itu sudah menebar luas ke media sosial (medsos) seperti facebook, whatsapp dan media cetak dan online.

Awalnya, perang dingin itu diangkat soal kesalahan Bupati yang menobjobkan sejumlah kepala dinas. Lalu, ‘katanya’, untuk meluruskan kesalahan itu, Wabup Ferizal Ridwan melantik dua pejabat esolon II dan mencopot Muhammad Yunus sebagai Sekda dan mengembalikan jabatan empuk itu kepada Yendri Tomas.

Hebatnya, pelantikan ketiga pejabat itu dilakukan Wakil Bupati saat Bupati Irfendi Arbi sedang naik haji. Namun, belakangan Mendagri melalui Gunernur Sumbar Irwan Prayitno, memerintahkan kepada Ferizal Ridwan untuk membatalkan SK pengangkatan ke tiga pejabat eselon II yang telah dilantiknya itu, karena dinilai tindakan Ferizal Ridwan telah melampaui kewenangannya sebatas wakil bupati.

Tegasnya, keputusan dan tindakan Ferizal Ridwan mengangkat dan melantik pejabat tinggi pratama dilingkungan Pemkab Limapuluh Kota adalah tindakan yang tidak merupakan kewenangannya dan melampui kewenangannya tidak sesuai prosedur dan dianggap tidak sah.

Hal hasil, Ferizal Ridwan mencabut SK pengangkatan ke tiga pejabat tersebut dan menyatakan pengangkatan itu tak pernah ada.

Herannya, meski satu persoalan telah klir dan Ferizal Ridwan sudah membenarkan kekeliruan yang telah ia perbuat, dengan cara membatalkan SK pengangkatan terhadap ketiga pejabat tersebut, namun selang dua hari kemudian Ferizal Ridwan “berulah” lagi, dan minta hearing dengan DPRD dan membeberkan kepada wakil rakyat itu terjadinya praktek jual beli jabatan dilingkungan pemkab setempat.

Berbagai komentar pro dan kontra muncul atas ulah Ferizal Ridwan yang kembali membuat ‘gaduh’ di tengah pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota yang sedang dia pimpin bersama Bupati Irfendi Arbi.

Ada yang menilai Wabup Ferizal Ridwan sengaja mencari keruh, mumpung Bupati Irfendi Arbi sedang menunaikan ibadah haji. Sebaliknya, ada pula yang menyatakan bahwa kegaduhan ini terjadi, sebuah klimaks kekecewaan Ferizal Ridwan dimana keinginannya tak diakomodir oleh Bupati Irfendi Arbi.

Beberapa loyalis Irfendi Arbi mengaku gerah dengan hingar-bingar politik yang sedang disetting Ferizal Ridwan. “Jika manuver politik ini terus dimainkan, bisa jadi kepercayaan masyarakat hilang kepada pemkab Limapuluh Kota. Dulu, perjuangan untuk merebut kursi kekuasan ini susah payah kita lakukan. Istilahnya ‘berdarah-darah’ kita rebut kekuasaan ini, hanya dengan modal ‘cekak’. Namun ketika diberi amanah, kok berkelahi. Bisa nggak ya,tak gaduh lagi,” ujar loyalis Irfendi Arbi.

Jika Punya Bukti, Buka

Lebih menggegerkan lagi, saat heriang dengan DPRD Ferizal Ridwan mengaku punya bukti-bukti tentang terjadinya praktek jual beli jabatan di Pemkab Limapuluh Kota. Bahkan, dia memastikan, 16 pejabat Plt yang kini menjabat di lingkungan Pemkab setempat, terkait dengan praktek jual beli jabatan itu. Benarkah?

“Kalau benar, buka saja. Jangan beraninya cuap-cuap di DPRD atau di media saja,” ujar tokoh masyarakat Lareh Sago Halaban, Rothman Uchok Silitonga yang juga Ketua LSM Lidik krimsum RI berkomentar.

Ditekan Rothman Uchok Silitonga, jika Wabup Ferizal Ridwan sudah punya bukti adanya indikasi pidana dalam pengangkatan pejabat di Pemkab Limapuluh Kota laporkan kepada penegak hukum. “ Justru mendiamkan kasus pidana, juga bisa dituntut secara hukum,” pungkas Rothman Uchok Silitonga. (esha tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here