Menyembelih Kurban Untuk Orang Yang Telah Meninggal Dunia (Tanya Jawab Islam)

0
163
Sumber Foto : Fiqhislam.com

Menyembelih Kurban Untuk Orang Yang Telah Meninggal Dunia

Oleh : Ustad. Abdul Somad

 

Pertanyaan:
Bolehkah menyembelihkan kurban untuk orang yang telah meninggal dunia?

Jawaban:
الأضحية عن الغير: قال الشافعية: لا يضحى عن الغير بغير إذنه، ولا عن ميت إن لم يوص بها، لقوله تعالى: {وأن ليس للإنسان إلا ما سعى} [النجم:39/53] فإن أوصى بها جاز، وبإيصائه تقع له. ويجب التصدق بجميعها على الفقراء، وليس لمضحيها ولا لغيره من الأغنياء الأكل منها، لتعذر إذن الميت في الأكل.
وقال المالكية: وكره فعلها عن ميت إن لم يكن عينها قبل موته، فإن عينها بغير النذر، ندب للوارث إنفاذها.
وقال الحنفية والحنابلة: تذبح الأضحية عن ميت، ويفعل بها كعن حي من التصدق والأكل، والأجر للميت، لكن يحرم عند الحنفية الأكل من الأضحية التي ضحى بها عن الميت بأمره.

Berkurban untuk orang lain.
Menurut mazhab Syafi’i: tidak boleh berkurban untuk orang lain tanpa seizinnya. Tidak boleh berkurban untuk orang yang telah meninggal dunia jika orang yang telah meninggal itu tidak meninggalkan wasiat untuk itu. Berdasarkan ayat: (Qs. An-n-Najm: 53). Jika orang yang meninggal itu meninggalkan wasiat sebelum meninggal, maka boleh menyembelihkan kurban untuknya, dengan wasiatnya itu maka pahala kurban tersebut menjadi miliknya dan seluruh daging kurban tersebut mesti diserahkan kepada fakir miskin. Orang yang menyembelihnya dan orang yang mampu tidak boleh memakannya karena orang yang telah meninggal tersebut tidak memberi izin untuk itu.

Menurut Mazhab Maliki: makruh hukumnya berkurban untuk orang yang telah meninggal dunia jika ia tidak menyebutkannya sebelum ia meninggal dunia, jika ia menyatakannya dan bukan nazar, maka dianjurkan bagi ahli waris untuk melaksanakannya.

Mazhab Hanafi dan Hanbali: (boleh) menyembelih kurban untuk orang yang telah meninggal dunia, sama seperti kurban untuk orang yang masih hidup, dagingnya disedekahkan dan boleh dimakan (oleh orang yang melaksanakan kurban), sedangkan pahalanya untuk orang yang telah meninggal dunia.
Akan tetapi menurut mazhab Hanafi haram hukumnya bagi orang yang melaksanakan kurban tersebut memakan daging kurban yang ia laksanakan untuk orang yang telah meninggal berdasarkan perintah dari orang yang telah meninggal.
(al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu, Syekh Wahbah az-Zuhaili, juz. 4, hal. 283).

Apakah yang dibaca ketika menyebelih kurban?

Apakah yang dibaca ketika menyebelih kurban?

Jawaban:
Bacaan ketika menyembelih hewan kurban adalah:
اَلَّلهُمَّ مِنْكَ، وَلَكَ صَلاَتِيْ، وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ، وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Ya Allah, dari-Mu dan untuk-Mu, shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, untu Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dengan itu aku diperintahkan dan aku adalah sebagian dari orang-orang muslim.

Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Imran bin Hushain dalam al-Mustadrak karya Imam al-Hakim dan hadits Jabir:
صليت مع رسول الله صلّى الله عليه وسلم عيد الأضحى، فلما انصرف، أتي بكبش، فذبحه، فقال: بسم الله ، والله أكبر، اللهم هذا عني، وعمن لم يضح من أمتي

“Saya shalat bersama Rasulullah Saw pada ‘Idul Adha, ketika beliau selesai, lalu diberikan seekor kambing kepadanya, kemudian beliau menyembelihnya seraya mengucapkan: ‘Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah, ini dariku dan dari orang-orang yang tidak berkurban dari umatku”. (HR. Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi).

Imam al-Hasan berkata: (Jika menyembelih hewan kurban untuk orang lain), maka orang yang menyebelih tersebut mengucapkan:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ، هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، تَقَبَّلْ مِنْ فُلاَنٍ
“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah dari si fulan”. (Est).

Sumber : http://somadmorocco.blogspot.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here