Miris, Qori Utusan Indonesia Itu Pergi ke Iran Tanpa Dukungan Pemerintah

0
55

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Keberangkatan Ihsan Nuzula, Qori dewasa pria terbaik tingkat Nasional tahun 2016 pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXVI di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, asal Jorong Balai Rupih, Nagari Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota yang akan bertolak ke ‘medan laga’ pada tanggal 26 April 2017 untuk mengikuti MTQ tingkat Internasional di Iran, ternyata menyisakan cerita sangat memiriskan.

Betapa tidak, meski sudah berkali-kali dia menjadi delegasi Indonesia pada MTQ tingkat Internasional, ternyata ‘pahlawan’ agama putra H. Zamri (alm) dan Hj. Rahimadiyah Abral dan suami tercinta dari Annisaul Malikha ini mengaku, tidak mendapat perhatian dari pemerintah pusat, propinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Limapuluh Kota.

“ Sudah 3 kali saya menjadi delegasi Indonesia, namun perhatian dari pemerintah mulai dari tingkat Kabupaten, Propinsi dan pusat jauh sangat minim. Saking minimnya, untuk biaya tranpostasi ringan saja tidak ada. Contohnya, transportasi Padang-Jakarta dan sebaliknya tidak ada bantuan dari pihak pemerintah. Malah saya sendiri yang menanggulangi biaya itu. Padahal nama yang saya bawa adalah nama daerah,” ungkap Ihsan Nuzula, kepada awak media disela-sela kegiatannya ketika diundang oleh Pemkab Limapuluh Kota melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an, pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke 176 di DPRD setempat, Kamis (13/4).

1

Menurut Ihsan Nuzula, sudah berkali-kali dia melakukan audensi dengan Departemen Agama dan pemerintah daerah, selalu saja ada alasan tidak ada anggaran. “ Yang saya sayangkan, kenapa untuk kegiatan keagamaan tidak ada anggaran. Sedangkan untuk kegiatan lainnya tanpa dimasukan proposal, anggarannya ada. Tapi, ketika saya berkali-kali memasukan proposal selalu saja ada jawaban tidak ada anggaran,” sebut Ihsan Nuzula.

Namun, meskipun tidak mendapat perhatian,  pembinaan dan dukungan dari pemerintah, utamanya dukungan biaya transportasi dan akomodasi untuk mengikuti MTQ tingkat Internasional di Iran, namun ‘pejuang’ agama yang bercita-cita akan membangun Pondok Al Qur’an di kampungnya di Jorong Balai Rupih, Simalanggang, Limapuluh Kota  itu tidak berkecil hati.

“ Cuma saja, saya ingin mengatakan bahwa, dimana letaknya falsafah  Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabbulah yang dibangga-banggakan masyarakat Minangkabau itu? Coba terapkan falsafah itu, jangan hanya sebatas falsafah adat saja dan diharapkan aplikasinya ada,“  ujar Ihsan Nuzula.

Untuk kegiatan keagamaan saja, ulas Qori dewasa terbaik III tingkat Internasional di Kuwait 2013 lalu itu, pemerintah Sumatera Barat dan Kabupaten Limapuluh Kota, lengah dan terkesan tak peduli. Namun, kalau untuk kegiatan hura-hura menyambut hari- hari besar nasional, seperti hari HUT daerah, pemerintah mau habis-habisan memberikan dukungan.

“ Jujur, sejauh ini pihak pemerintah baik pusat, propinsi dan kabupaten tidak pernah memberikan dukungan dan pembinaan terkait kegiatan saya sebagai Qori terbaik Nasional dan akan mewakili Negara pada MTQ tingkat dunia di Iran. Termasuk pihak Departemen Agama, juga tidak berperan memberikan pembinaan dan dukungan,” ujar dosen IAIN Padang  yang sudah mengharumkan nama daerah dan Negara ini.

Namun demikian, Ihsan Nuzula, dia tetap mengharapkan doa dari seluruh masyarakat negeri tercinta ini, utama para penganut agama Islam untuk memberikan dukungan do’a agar tampil menjadi Qori dewasa terbaik dunia pada MTQ yang akan digelar di Iran nanti.

Bupati Berikan Bantuan

Meski Ihsan Nuzula sempat menyatakan tidak mendapat perhatian dari pemerintah pusat, propinsi dan daerah, namun usai membacakan ayat suci Al Qur’a, pada sidang paripurna Istimewa DPRD peringatan hari jadi Kabupaten Limapuluh Kota yang ke 176, di aula DPRD Bukik Limau Sarilamak, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi berkesempatan memberikan bantuan kepada Ihsan.

“ Bulu kuduk saya merinding ketika mendengarkan Ihsan Nuzula membaca ayat suci Al Quran. Ihsan Nuzula adalah Qori pria terbaik dari Limapuluh Kota yang akan mewakili indonesia pada ajang MTQ Internasional yang diselengarakan di Kota Taheran, Negara Iran, “ ujar Bupati Irfendi Arbi dalam sidang paripurna istimewa DPRD itu.

Ihsan Nuzula ketika dilepas Bupati Irfendi bersama ketua DPRD Saffarudin sebelum keberangkatannya ke IRan

Dikatakan Bupati, dirinya mengaku terharu ketika mendapat kabar Ihzan Nuzula dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang MTQ Nasional. Menurutnya, ini merupakan aset yang sangat berharga bagi daerah. ” Mudah-mudahan Ihsan menjadi juara dan mengharumkan nama Indonesia dimata Dunia dan memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat Limapuluh Kota”ujarnya.

Kesuksesan Ihsan mewakili Indonesia di ajang Internasional akan memberikan semangat dan dampak positif tersendiri khususnya bagi daerah Limapuluh Kota. Menurutnya, ini akan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk lebih dekat lagi dengan ajaran agama.” Dengan hadirnya Ihsan, saya yakin kedepan bakal lahir lebih banyak lagi Qori-qori terbaik di daerah ini” ungkap Bupati

Pada kesempatan itu, Pemerintah setempat juga melepas kepergian Ihsan ke Negara Iran dan memberikan sedikit bantuan sebagai bentuk semangat dan dukungan dari pemerintah daerah dalam mendukung Ihsan bersaing dengan negara-negara lainya. ” Kami seluruh masyarakat Limapuluh Kota mendoakan, utusan negara kita ini sukses meraih juara di tingkat Internasional,” ujar Bupati.

Sekedar diketahui, Ihsan Nuzula merupakan pemenag terbaik dalam ajang MTQ tingkat Nasional XXVI, yang diselenggarakan di NTB. Saat itu, Ihsan meraih skor penilaian 97.000 dicabang Tilawah Al-Quran golongan dewasa. Ia menyisihkan kafilah asal Kepulauan Riau H Awaludin dengan skor 94.333 yang meraih peringkat dua dan Kafilah Banten Fathullah pada  peringkat tiga dengan skor nilai 93.000. (esa tegar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here