MUI dan Pemkab Solok Bahas Masalah LGBT

0
58

SOLOK, Dekadepos.com

Mudzakarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok beserta Pemkab Solok, membahas masalah aliran komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), bertempat di Ruangan Pelangi Kantor Bupati Solok, Selasa siang (6/3).

Acara diskusi dibuka oleh  Wakil Bupati Solok,  Yulfadri Nurdin, SH dengan dihadiri oleh Asisten II Pemkb Solok, Drs. Suharmen Thaib, MM, Ka Kantor Kementrian Agama Kabupaten  Solok , Alizar Chan, Kabag Kesra, Noviarman, para camat dan Walinagari se Kabupaten Solok. Sementara yang bertindak sebagai  Narasumber adalah H. Gusrizal gazhar LC. Ma ketua MUI Sumbar dan DR. Hj. Ulfatmi Amirsyah, M.Ag dosen psikologi UIN Padang .

Menurut  Kabag kesra Pemkab Solok, Nofiarman, latar belakang kegiatan ini yaitu menyikapi maraknya isu mengenai LGBT,  narkoba dan miras di tengah masyarakat di Kabupaten Solok karena sudah sangat bertentangan dengan ajaran agama. “Tujuan utama kegiatan ini adalah Dalam rangka mencegah penyakit masyarakat yang dapat merusak sendi kehidupan masyarakat khususnya kita di kabupaten Solok,” jelas Nofiarman. Pihaknya berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan sumbang pikiran pada pemerintah untuk menanggulangi penyakit masyarakat ini.

Sementara salah seorang perwakilan MUI Kabupaten Solok, H. Elyunus, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa berdasarkan Kondisi di lapangan, LGBT suatu yang susah untuk kita buktikan tetapi mereka ada di tengah-tengah masyarakat  Kabupaten Solok. “Mari kita bersama-sama berdiskusi mencari solusi dan setelah seminar ini akan ada sebuah keputusan yang akan kita tindak lanjuti kedepannya,” jelas Elyunus.

             Sementara Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, dalam sambutannya mengharapkan bahwa arus moderenisasi zaman dan perkembangan media elektronik pada saat ini telah melahirkan pergeseran nilai, budaya, kultur dan tradisi masyarakat baik diperkotaan maupun pedesaan. Untuk itu, Wabub Solok Yulfadri Nurdin mengajak semua pihak secara bersama-sama, mulai dari mamak, walinagari, pemerintah dan tokoh agama untuk secara bersama-sama bertekat untuk memerangi LGBT dan narkoba di Kabupaten Solok jangan sampai anak kemenakan kita termasuk kedelamnya,” jelas Yulfadri Nurdin. Disebutkan Wabub, peran orang tua dan mamak atau paman, juga sangatlah penting dalam memberikan pendidikan pada saat usia dini khususnya dalam pendidikan seks. “Dengan Forum mudzakarah ini, saya harapkan dapat mengkaji penyebab terjadinya penyimpangan prilaku seperti pemakai narkoba, LGBT dan lain-lain serta dapat memberi masukan kepada pemerintah daerah dalam mengantisipasi penyakit masyarakat,” tutur Yulfadri Nurdin.

Kepada peserta diskusi, Wabub mengharapkan agar mengikuti seminar dengan baik agar bisa disampaikan kepada masyarakat luas tentang bahaya LGBT, narkoba dan penyakit masyarakat lainnya (jarbat)