MUSIBAH BANJIR RUSAK PELAYANAN UMUM, RUMAH IBADAH,SEKOLAH DAN EKONOMI WARGA LUMPUH

0
40

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Beberapa jam setelah air dikabarkan surut dari kepungan banjir yang melanda Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu pagi hingga sore (4/3) wartawan media ini turun ke lokasi bencana memantau kondisi yang terjadi pasca banjir bandang yang telah meluluhlantakan kehidupan warga Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Kapur IX .

“ Diperkirakan, air baru surut sekitar pukul 05. 00 Wib pagi. Ini banjir paling dahsyat yang pernah kami alami, “ ujar Wardi warga Manggilang yang sibuk membersihkan perabot rumah tangga di halaman rumahnya yang tertimbun lumpur setinggi 10 centimeter akibat terendam banjir.

Menurut laki-laki itu, meski banjir tiap tahun terjadi di daerah ini, tapi tidak separah ini. Menurutnya, ketinggian air mencapai didalam rumahnya mencapai 1,5 meter. “Lihat saja ini bekas genangan air yang masih menempel didinding rumah, tingginya hampir sedada orang dewasa” sebut petani gambir itu tampak sibuk menjemur barang-barang rumah tangga miliknya yang rusak terendam banjir.

SAM_6607

Kondisi yang sama, juga dirasakan ratusan warga Kecamatan Pangkalan lainnya. Ratusan rumah penduduk yang berjejer sepanjang kiri dan kanan jalan negara Sumbar-Riau itu, tak luput dari luapan banjir yang telah merusak seluruh harta benda milik warga.

Menurut Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, yang ditemui di posko penanggulangan banjir di kantor Camat Pangkalan, diperkirakan kerugian yang dialami masyarakat atas musibah banjir itu mencapai sekitar Rp 250 milliar.

Kerugian yang dialami masyarakat tidak hanya sebatas materi berupa barang, namun ladang pertanian dan sawah tempat mereka mengantungkan hidup, juga rusak poranda diterjang banjir. Tak hanya itu, ratusan ternak peliharaan mereka juga mati tersapu banjir.

Yang lebih memprihatinkan, sejumlah kantor pelayanan umum, kantor-kantor dan sekolah serta tempat ibadah, porak poranda diterjang banjir. Sejumlah sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SMA yang ada di Manggilang dan Pangkalan, terpaksa diliburkan karena rumah sekolah mereka dipenuhi lumpur. Sarana pendidikan berupa kursi, meja, lemari dan buku-buku juga rusak direndam air.

Kegiatan belajar dan mengajar di SD 04 Pangkalan terganggu akibat genangan lumpur

Walaupun hari Sabtu pagi pasca terjadinya banjir murid-murid datang ke sekolah, aktifitas mereka tidak belajar, kecuali ikut bergotongroyong membersihkan ruangan lokal dan ruangan guru yang rusak akibat tergenang lumpur.

Kondisi yang sama juga terpantau di Puskesmas Pangkalan dan Polsek Pangkalan. Dua tempat pelayanan masyarakat itu, tidak melakukan aktifitas pelayanan kepada masyarakat, karena kondisinya rusak parah tergenang lumpur.

Sementara itu sejumlah tempat ibadah seperti surau dan mesjid yang ada di Manggilang dan Pangkalan, juga mengalami nasib yang sama. Selain ada yang rusak, ada pula yang dipenuhi lumpur.

Sementara itu Mesjid Raya Pangkalan yang berada di pinggir jalan negara Sumbar-Riau, tepatnya didekat jembatan dan hanya berjarak sekitar 50 meter dari pinggir Batang Maek yang sempat terendam banjir sampai batas atapnya, Sabtu pagi sudah terlihat dibersihan.

Menurut data yang diperoleh di posko penanggulangan bencana di kantor Camat Pangkalan, kondisi yang sama juga dialami beberapa nagari di kawasan Kecamatan Kapur IX.

“ Musibah banjir tahun ini, berlangsung cukup parah dan mendatangkan kerugian sangat besar bagi masyarakat. Saya sudah memerintahkan BPBD dan OPD terkait, agar menangani bencana ini secepatnya. Pastikan keselamatan masyatakat, terutama balita, anak-anak, lansia penyandang disabilitas dan ibu hamil. Segera dirikan posko kedaruratan dan siapkan kebutuhan logistic, ” tulis Bupati Irfendi Arbi melalui media sosial facebook.

SAM_6616

Bupati Irfendi Arbi yang sejak Jum’at  (3/3) berada di lokasi bencana mengatakan bahwa, untuk mengatatas terjangan banjir lebih parah lagi, pihaknya melalui PLN, terutama pengelola Waduk PLTA Koto Panjang meminta untuk membuka pintu waduk secara perlahan-lahan untuk mengantisifasi meluasnya banjir di pangkalan yang dapat menutup seluruh akses jalan Sumbar-Riau.

Bupati Irfendi Arbi meminta seluruh pihak terkait untuk melakukan koordinasi dengan tim Kepolisian, TNI serta forum tiga pilar lainnya. Untuk mengatasi persoalan sosial yang timbul akibat musibah ini, ujar Irfendi Arbi, pihaknya sudah melaporkan langsung ke Presiden RI Jokowi, Gubernur Sumbar, BPBD, Basarnaz, Kemenpupera, Sekretaris Kabinet, Polda Sumbar.

“ Alhamdulillah, berkat kerjakeras semua pihak, akses jalan Sumbar-Riau yang terputus akibat tertimbun material longsor di puluhan titik di Kelok 17 sudah berhasil diatasi. Namun, kondisi jalan di Tanjung Balik yang putus akibat diterjang air, saat ini masih dalam tahap perbaikan dan belum dapat ditempuh pengendara yang hendak bepergian Sumbar-Riau dan sebalaiknya. Insyaallah, dalam beberapa hari ini akses jalan Sunbar-Riau segera pulih,” ujar Irfendi Arbi berharap. (esa tegar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here