Nasib Oknum Anggota DPRD Tedy Sutendi Ditentukan Besok

0
169

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Pati Kabupaten Limapuluh Kota, menjadwalkan Jumat pagi 5 April 2018 Sidang Pembacaan Vonis terhadap Tedy Sutendi dan Primsito, dua terdakwa kasus penganiayaan yang menyebabkan seorang petani Warga Pilubang Kabupaten Limapuluh Kota meninggal Dunia. Sidang tersebut direncanakan bakal digelar di Ruang Sidang Garuda yang merupakan ruang sidang Utama Pengadilan yang berada di Kawasan Ibukota Kabupaten Limapuluh di Sarilamak itu.

Sidang tersebut dijadwalkan dipimpin Hakim Ketua Hendri Irwan, SH. dan didampingi dua Hakim Anggota M. Iqbal Hutabarat. SH serta Junter Sijabat, SH. MH. Sebelumnya dalam Sidang Pembacaan Tuntutan terhadap dua kakak beradik yang digelar ditempat yang sama pada 7 Maret 2018, keduanya dituntut masing-masing 14 Tahun (Tedy Sutendi) dan 12 Tahun (Primsito). Atas tuntutan yang dibacakan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Payakubuh Salmadera, SH dan Afdhal, SH secara bergantian itu, Terdakwa melalui Kuasa/Penasehat Hukumnya Mefrizal. SH melakukan pledoi/pembelaan terhadap tuntutan yang telah dibacakan itu.

Baca juga : http://www.dekadepos.com/oknum-anggota-dprd-50-kota-dituntut-14-tahun-penjara/

Dan : http://www.dekadepos.com/jpu-tuntut-adik-oknum-anggota-dprd-50-kota-12-tahun-penjara/

“ Iya, besok memang dijadwalkan Sidang Pembacaan Vonis terhadap dua terdakwa, yakni Tedy Sutendi dan Primsito. Sidang kita rencanakan akan digelar pagi hari di ruang sidang utama. Sidang tersebut akan dipimpin Hakim Ketua Hendri Irwan, SH yang juga hakim ketua saat Pembacaan Tuntututan.” sebut Humas Pengadilan Negeri Tanjung Pati, M. Iqbal Hutabarat. SH beberapa hari  lalu.

Dalam Sidang Pembacaan Tuntutan tersebut, penjagaan cukup ketat dilakukan oleh anggota Polisi dari Polres Limapuluh Kota.  Pengunjung sidang yang datang menggunakan tanda pengenal/tanda masuk untuk masuk kedalam ruang sidang. Tidak itu saja, sebelum memasuki ruang sidang utama itu, pengunjung diperiksa oleh petugas kepolisian. Sampai didalam ruang sidang, pengunjung juga dibagi dalam dua kelompok, kelompok pertama dari Pilubang san kedua dari Taram.

Terdakwa Tedi Sutendy merupakan oknum anggota DPRD daerah setempat, sementara terdakwa lainnya ada Primsito yang merupakan adik dari tersangka Tedi. Kasus ini bermula karena adanya dugaan perebutan lahan/Tanah. (Est)