Nenen Ngaku Bayi yang Dikubur itu Anaknya

0
1966
Nenan, wanita yang ditangkap Polres Payakumbuh karena diduga menguburkan anak hasil hubungan gelapnya

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Misteri siapa ibu kandung jasad bayi laki-laki yang dikuburkan di samping rumah gadang Jorong Lurah Bukik, Kenagarian Balaipanjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya terkuak.

Walau sempat bungkam ketika diinterogasi penyidik Satreskrim Polresta Payakumbuh, namun setelah diperiksa intensif penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Aanak (PPA) Satreskrim Polres setempat, akhirnya NF (40) panggilan Nenen janda beranak tiga yang dicurigai sebagai ibu kandung bayi malang yang dikubur di samping rumah gadang miliknya itu, mengakui bahwa bayi laki-laki yang dikubur disamping rumahnya itu adalah anaknya.

Baca Juga: http://www.dekadepos.com/nenen-wanita-yang-dicurigai-ibu-bayi-dikubur-di-samping-rumah-gadang-ditangkap-sembunyi-di-atas-loteng/

“ Anak itu saya lahirkan di atas rumah, Sabtu (4/11) subuh. Ketika lahir bayi itu sudah meninggal dunia. Namun, karena dihantui rasa takut dan malu dengan masyarakat, maka mayat bayi itu sempat saya simpan satu malam dalam rumah untuk keesokan harinya, Minggu (5/11) mayat bayi itu saya kuburkan di samping rumah,” ungkap wanita yang sehari-hari bekerja sebagai pengderes karet ini kepada penyidik, setelah berhasil ditangkap ketika bersembunyi di atas loteng rumah gadang miliknya, Rabu (8/11) malam sekitar pukul 19.30 Wib.

Baca Juga: http://www.dekadepos.com/nenen-wanita-yang-dicurigai-ibu-bayi-dikubur-di-samping-rumah-gadang-ditangkap-sembunyi-di-atas-loteng/

Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution didampingi Paur Humas Polres Payakumbuh, Aiptu. Hendri Ahadi, yang dikonfirmasi, Kamis (9/11) membenarkan jika NF panggilan Nenen, sudah mengakui bayi yang dikuburkan di dekat rumahnya itu adalah darah dagingnya.

“Namun, penyidik PPA Satreskrim Polres Payakumbuh masih mendalami kronologis kematian bayi tersebut, termasuk siapa pria yang bertanggungjawab atas hamilnya NF pangggilan Nenen,” sebut Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution didampingi Paur Humas Polres Payakumbuh, Aiptu. Hendri Ahadi.

Ditanam Bibit Kelapa

Diungkapkan Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution, diduga untuk menghilangkan jejak agar aib itu tidak tercium oleh masyarakat setempat, wanita yang sudah menjanda sejak 12 tahun terakhir itu menanam bibit kelapa di atas tanah tempat bayi malang itu dikuburkan.

“ Namun, hanya tiga hari setelah bayi tak berdosa itu dikuburkan, akhirnya perbuatan busuk NF panggilan Nenen tercium warga setempat dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Luhak. Setelah dilakukan penyelidikan di sekitar rumah wanita itu, akhirnya ditemukan gundukan tanah bekas baru digali diatasnya telah ditanam sebatang bibit pohon kelapa diduga untuk mengelabui masyarakat, ” ungkap Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution.

Baca Juga: http://www.dekadepos.com/jasad-bayi-dikubur-di-samping-rumah-gadang-kelamin-laki-laki/

Setelah dilakukan pengalian yang diperkirakan sedalam 40 centimeter, ternyata memang ditemukan bungkusan plastik yang dibalut kain didalamnya berisi segumpal daging yang sudah berbau busuk.

“Setelah dilakukan otopsi di RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh diketahui bahwa segumpal daging yang sudah membusuk itu adalah jasad bayi laki-laki diperkirakan berumur 3 hari,” sebut Kasat Reskrim, AKP. Camri Nasution.

NF panggilan Nenen, sembunyi diatas loteng rumah gadang miliknya berhasil diamankan anggota Satreskrim Polres Payakumbuh

Sembunyi di Atas Loteng

Seperti diberitkan sebelumnya, meskipun upaya pencarian terhadap NF panggilan Nenen terus dilakukan oleh warga setempat bersama aparat kepolisian di semak belukar sekitar rumah wanita Rabu (8/11) sampai malam, namun pencarian nyaris tidak membuahkan hasil.

Namun seorang anggota buser Polres Payakumbuh mencurigai jika Nenen bersembunyi di atas loteng rumah gadang miliknya. Kecurigaan itu benar, saat anggota polisi berusaha mencari wanita itu ke atas loteng rumah gadang tersebut, ditemukan Nenen sedang bersembunyi di atas loteng rumah gadang miliknya itu.

“Saya bersembunyi karena takut dan malu dengan warga, Pak.” ujar NF panggilan Nenen ketika sudah diamankan di Mapolres Payakumbuh. (est)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here