“ Ngamar “ Oknum Sopir dan IRT di Jaring

0
55

Payakumbuh, Dekadepos.com

Diduga akan “Ngamar” (berhubungan layaknya suami-istri. Red) seorang Oknum Sopir asal Kota Padang berinisial AR (24) digrebek bersama RL (29) seorang Janda, disebuah Hotel di Kawasan Simpang Benteng, oleh Tim Penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh yang tergabung dalam Tim 7. Tim yang beranggotakan Unsur TNI, POM TNI, Polisi, Kejaksaan serta Satpol-PP melakukan Operasi Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) agar Kota Payakumbuh betul-betul bersih dari segala macam Penyakit Masyarakat.

Kedua pasangan luar nikah itu, diduga akan berbuat tidak senonoh di salah satu kamar Hotel S, Simpang Benteng, Kota Payakumbuh. Saat petugas meminta petugas untuk membuka pintu, sempat terjadi ketegangan dengan pengelola hotel karena dihalang-halangi, bahkan pengelola sempat mencari sejumlah alasan agar kamar dengan 24 itu tidak dibuka.

2 3 4

Tim gabungan yang datang ke hotel S sekitar pukul 23.00 WIB langsung melakukan pengecekan ke setiap kamar yang terkunci. Beberapa pengunjung sempat kaget dengan kedatangan tim gabungan yang sekaligus melakukan memeriksa KTP. Namun, saat petugas meminta untuk membuka salah satu kamar di lantai satu, pengelola berkilah penghuni kamar tersebut sedang keluar mencari makan.

Tak percaya dengan pengelola, petugas meminta kamar ini dibuka namun tetap berkilah. Pasalnya saat diintip melalui jendela, petugas melihat ada HP dan celana dalam wanita tergeletak di atas kasur. Sampai akhirnya, pintu kamar akan didobrak oleh petugas. Namun spontan penghuni kamar langsung bersuara dan membukakan pintu dari dalam kamar.

Setelah pintu dibuka, pemuda berinisial AR (24) yang mengaku berasal dari Teluk Bayur, Kota Padang ini langsung tertunduk sembari memperbaiki celananya. Sedangkan wanita berinisial RL (29) asal Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota bergegas memperbaiki baju dan membereskan barang bawaannya. Petugas langsung memboyong pasangan ini ke Kantor Satpol PP Payakumbuh di Kantor Walikota Bunian, Payakumbuh Barat.

Setelah di Hotel Sari, Tim 7 bergerak ke beberapa penginapan seperti di Wisma Flamboyan, Faradiso, Karaoke Center dan tempat pijat di jalan By Pass. Namun, petugas tidak mendapati lagi pasangan illegal. Tapi saat bergeser ke tempat biliar di Nan Kodok, petugas berhasil mengamankan lima orang yang sedang berjudi biliar dengan menggunakan kartu. Disini petugas juga mengamankan 8 unit stik dan 32 buah bola billiard karena tempat hiburan ini tidak memiliki izin beroperasi.

Kasat Pol PP Kota Payakumbuh, Devitra didampingi Kabid Penegakkan Peraturan Daerah, Erizon serta Penyidik PPNS, Syafri, mengatakan operasi penertiban penyakit masyarakat kali ini berhasil mengamankan pasangan yang diduga akan berbuat tidak senonoh dan lima orang sedang bermain judi billiard menggunakan kartu.

Untuk lima orang yang tertangkap bermain judi billiard, dilepaskan malam itu juga setelah menjalani pemeriksaan dan menandatangani surat perjanjian. Sedangkan pasangan tidak sah, diserahkan kepada keluarga setelah dijemput dan menandatangani surat perjanjian.

“Lima orang berjudi yang kami amankan kami lepas malam itu juga setelah dilakukan pemeriksaan di Kantor dan membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. Untuk pasangan yang tertangkap di dalam kamar Hotel Sari, laki-lakinya kami lepas setelah dijemput oleh orang tuanya dari Padang.”. kata Devitra, Kamis (16/3). (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here