Nikah Baru Dua Bulan, Buya Sodomi Anak SD

0
71

PAYAKUMBUH, Dekadepos.com

Berbagai peristiwa dan kejadian terus mencoreng Luhak Limopuluah (Payakumbuh & Kabupaten Limapuluh Kota, red) mulai dari penganiyaan yang menyebabkan kematian, aborsi, hamil luar nikah dan penyalahgunaan narkoba.

Baru-baru ini Payakumbuh kembali dihebohkan dengan kasus dugaan sodomi (maaf) yang dilakukan seorang pria yang baru dua bulan usai melangsungkan pernikahan. Terkuaknya peristiwa memalukan itu berawal dari laporan orang tua korban, sebut saja namanya Buyung (10) pelajar Sekolah Dasar yang sangat dekat dengan T alias Buya (44).

Kepada penyidik Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Payakumbuh, tersangka T alias Buya yang tinggal di Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh itu mengakui semua perbuatan yang ia lakukan terhadap korban.

Perbuatan itu pertama kali dilakukan Buya kepada Buyung pada tahun 2016 lalu di rumah kontrakannya di Kelurahan Tanah Mati. Untuk melancarkan perbuatan bejadnya, korban diimingi-imingi dengan uang jajan, nasi bungkus dan diajak jalan-jalan dengan sepeda motor milik tersangka. Perbuatan bejad tersebut dilakukan tersangka sebelum ia menikah. Dan dilakukan dirumah kontrakannya itu.

Tak puas sampai disitu saja, ketika tersangka Buya sudah pindah rumah ke Lurahan Parik, tersangka kembali membujuk Buyung untuk melakukan perbuatannya yang sama. Sebelumnya, korban Buyung dijemput tersangka saat pulang mengaji.

” Tersangka kita bekuk atas laporan orang tua korban. Dari keterangan korban kepada orang tuanya, menyebutkan bahwa ia berulang kali disodomi dan dilecehkan. Perbuatan tersebut dilakukan tersangka disejumlah tempat,” sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kasatreskrim, Iptu. Wawan Dermawan didampingi KBO Reskrim, Iptu. Eldi Viarso dan Kanit PPA, Aiptu. Hendra Gunawan, Rabu (19/4).

Kasatreskrim juga menambahkan, terungkapnya kasus itu karena orang tua Buyung curiga karena pertumbuhan anaknya yang semula bagus (badan gemuk, cerah, red) tiba-tiba menjadi kurus, apalagi Korban kerap telat pulang sehabis mengaji. ” Kecurigaan ibu korban karena anaknya telat pulang mengaji, karena curiga, ibu korban mencari kerumahnya tersangka Buya, sebab Buya diketahui sering membawa anaknya itu pergi,” tambah Kasat.

Setelah menerima laporan ibu korban, Polisi bergerak cepat dan melakukan penangkapan terhadap tersangka Buya di rumah kontrakannya Selasa (18/4). Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman 5 sampai 15 tahun penjara. Hingga saat ini, tersangka sudah di amankan di Mapolres Jalan Pahlawan Payakumbuh, untuk penyelidikan lebih lanjut. Diduga korban dugaan sodomi oleh tersangka akan terus bertambah. (Esha tegar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here