Nilai Banyak Kejanggalan, JPU Ajukan Kasasi Vonis Bebas Mantan Pejabat Payakumbuh

0
21

Payakumbuh, Dekadepos.com

Pasca Vonis bebas yang diberikan Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, terhadap Mantan Pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Payakumbuh, Zul Arman yang merupakan terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Proyek Dranise Jalan Tan Malaka Kota Payakumbuh. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Payakumbuh Bakal melakukan Kasasi (naik banding bila tidak puas dengan vonis dari Pengadilan Negeri. Bila masih tidak puas dengan vonis dari Pengadilan Tinggi, dapat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Mahkamah Agung sebagai badan terakhir bagi kita utk memperoleh keadilan. Red). Sebelumnya, Terdakwa yang dijatuhi vonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Padang pada 22 Juni lalu.

Pasalnya, pasca vonis bebas oleh hakim Tipikor, perkara tersebut ternyata terus berlanjut hingga ke Mahkamah Agung. Kejaksaan Negeri Payakumbuh akan melakukan kasasi terhadap vonis yang dijatuhkan dalam sidang yang diketuai hakim Agus Komaruddin SH dengan anggota Yose Ana Roslinda SH,MH dan Mhd Takdir SH,MH (hakim adhoc) kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek drainse dijalan Tan Malaka tersebut. “Memang Kita akan melakukan Kasasi Pasca vonis bebas terdakwa Zul Arman,. Materi kasasi sudah dipersiapkan,”. Sebut Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Hasbih didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andhika P Senin (3/7) kepada wartawan.

Menurut penilaian Kejari, peraturan tidak diterapkan atau diterapkan tidak sebagaimana mestinya oleh hakim. Itu lah menjadi dasar jaksa melakukan kasasi terhadap perkara tersebut ke Mahkamah Agung. Selain itu juga, jaksa menilai, banyak kejanggalan-jelanggan dalam isi amar putusan hakim.

“Dari dakwaan kita, Zul Arman terbukti bersalah dan melakukan perlawanan hukum terhadap pembangunan drainase Tan Malaka Kota Payakumbuh. Ini pun dari hasil audit tim ahli dan keterangan saksi-saksi yang pernah kita mintai keterangannya,”ucap Hasbih lagi.

Karena itu, jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara dan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Tetapi saat sidang akhir, hakim Pengadilan Tipikor Padang menjatuhkan vonis bebas kepada Zul Arman, Kepala Bidang Binamarga Dinas PU Kota Payakumbuh itu.

Korupsi proyek drainase Tan Malaka itu, mulai diperiksa jaksa sejak 2014 lalu. Bermula saat selesai nya pembangunan drainase plus trotoar tersebut tidak berfungsi sebagai mana mestinya sebagai saluran pembuangan air pada badan jalan. Sehingga ruas jalan Tan Malaka sepanjang pembangunan drainse selalu banjir ketika hujan turun. Dari sana, mulai adanya kecuriaan pembangunan draniase tersebut hingga dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan Negeri Payakumbuh. Proyek drainse Tan Malaka dikerjakan oleh CV Dynamo dengan pagu anggaran hampir mencapai Rp 1 Miliar.

Satu persatu orang/pihak yang terlibat dalam proyek tersebut dipanggil jaksa untuk dimintai keterangannya. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here