Nyaris Ricuh, Warga Tolak Pembangunan Jalan

0
151

LIMA PULUH KOTA, Dekadepos.com

Puluhan Warga Nagari Pilubang dan Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, nyaris rusuh. Namun beruntung, peristiwa tersebut cepat diantisipasi, sehingga puluhan massa yang sudah berkumpul didekat lokasi pembangunan jalan antara Sawah Liek menuju Bukit Talao, Bulu Kasok, berhasil diredam.

Deky Yusman, Camat Harau mengatakan bahwa kesalahpahaman antara warga Nagari Taram dan Nagari Pilubang itu terjadi minggu pekan lalu (20/11), dan kasusnya bermula adanya proyek pembangunan jalan di Aia Suci menuju Sawah Liek dan Bukit Talao. Terkait pembangunan jalan itu, warga Pilubang mengklaim bahwa tanah tempat lokasi dibangunnya jalan tersebut adalah milik warga Pilubang. Untuk itu, mereka beramai-ramai datang ke lokasi meminta rekanan pelaksana proyek CV. Mustika, menghentikan pekerjaan pembangunan jalan tersebut, dengan alasan sebagai pemilik tanah warga Pilubang tidak pernah diberitahu terkait pembangunan jalan tersebut.
img_20161207_145114
Diungkapkan Camat Diky Yusman, awalnya warga Pilubang menduga bahwa, proyek pembangunan jalan dari Aia Suci menuju Sawah Liek dan Bukit Talao senilai Rp94 juta bersumber dari dana APBD-P tahun 2016 itu, adalah proyek pribadi anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedy Sutendi. Pasalnya, di lokasi itu, di atas tanah ulayat kaummnya, Tedy Sutendi, sedang membuka lahan baru untuk membangun kawasan objek wisata baru.

Agar Kisruh pembangunan jalan itu tidak mendampak lebih buruk bagi masyarakat kedua nagari, akhirnya Camat Harau, Diky Yusman mengundang kedua belah pihak yang bertikai untuk menyelasikan kasus tersebut. Masing-masing pihak diundang lima orang perwakilan, untuk duduk satu meja merundingkan masalah tersebut. Dari Nagari Taram selain hadir Walinagarinya, Defrianto Ifkar, Dasril Zakir, SS. Dt. Marajo Nan Putiah, Monfarizal dan Pritito (tokoh masyarakat) sedangkan dari Nagari Pilubang hadir Sekretaris Nagarinya, Marlis, Sy. Dt. Baro, Mardoni, (tokoh masyarakat), Misrawati ( Bamus) N. Dt Pucuak (Ketua KAN).
p_20161127_125640
Selain itu hadir pula Kapolsek Harau, AKP Elvia Daimar Danramil Harau, Mayor Inf. Munawar, Kepala UPT PU Kecamatan Harau, Adel Azha, Oka Prasetya mewakili Kepala Dinas PU Limapuluh Kota dan Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution mewakili Kapolres Kabupaten Limapuluh Kota.
p_20161127_125736
Dalam rapat musyawarah yang berlangsung di aula kantor Camat Harau, Selasa (6/12) itu , akhirnya dibuat kesepakatan bersama diatas kertas bermaterai Rp 6000 ribu. Adapun isi kesepakatan bersama tersebut adalah, bahwa masyarakat kedua nagari tidak akan menganggu dan tidak keberatan dengan pelaksanaan pembangunan/pekerjaan pembukaan jalan lanjutan Sawah Liek menuju Bukik Talau, Bulu Kasok.

Apabila terjadi gangguan/pelanggaran terhadap kesepakatan ini, maka para pihak bersedia untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku (menganggu pelaksanaan dan kelancaran program pemerintah). Khusus mengenai batas/ulayat antara Nagari Taram dengan Nagari Pilubang, akan dibicarakan dan dimusyawarahkan secara terpisah melalui lembaga adat/KAN kedua nagari, yang difasilitasi bersama Muspika/Forkopinca Harau, Pemerintah Nagari,Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota serta instansi/lembaga terkait. . (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here