Osis SMP N 1 Payakumbuh Gelar Berbagai Kegiatan Positif

0
49

Payakumbuh, Dekadepos.com

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP N 1 Payakumbuh menggelar berbagai kegiaat Positif untuk kemajuan sekolah dan mengajak siswa/I untuk mendukung program pendidikan karakter disekolah yang dipimpin oleh Desfiwati. Aksi positif yang dilakukan OSIS yang saat ini diketuai Arta Aulia Afif, bersama rekannya melakukan penggalangan dana secara bertahap. Dana tersebut telah disalurkan ke Panti Asuhan Yatim Yayasan Fayyad Ibrahim Kenagarian Situjuah Batur Kecamatan Situjuah Limo Nagori (Simona). Penyaluran bantuan berupa pakaian layak pakai, sejumlah dana, beras, makanan kaleng dan air dalam kemasan diserahkan langsung Kepala SMPN 1 Payakumbuh kepada Ketua Yayasan Hatril Dt. Pobo, pada Kamis siang 8 Maret 2018.

Tak hanya itu, sebelumnya OSIS SMPN 1 Payakumbuh ini juga telah melakukan bakti sosial pada Peringatan Hari Sampah Nasional dengan melakukan pemilihan dan pemungutan sampah di lokasi pekarangan dan lingkungan sekolah. Aksi ini juga didampingi langsung Kepala sekolah bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup diwakili Kabid pengawasan sampah dan pengaduan, Hefi Suryani. Tak cukup disitu, kegiatan aktif siswa ini juga dilanjutkan dengan pembinaan Bahaya Gadget bagi peserta Didik yang menghadirkan narasumber seorang ahli psikologi, Zakhwan Adri.

Aksi positif ini mendapatkan tanggapan positif dari kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, AH Agustion dan Kepala Kankemenag Kota Payakumbuh Asra Faber. Sebagaimana disebutkan Kepala kankemenag, Asra Faber diruang kerjanya kepada wartawan, ” Kita sangat apresiasi dengan Osis SMPN 1 Payakumbuh, ini adalah wujud dari pendidikan karakter yang sedang kita galakkan bersama Dinas Pendidikan. Dengan aksi ini, berarti pada diri para siswa telah tertanam rasa kepedulian sosial. Kita salut dengan sekolah rujukan nasional ini, selain kaya prestasi, pendidikan karakter juga telah ditanamkan dengan baik. Setidaknya ada 5 (lima) yang kita bangun pada diri peserta didik, baik dimadrasah dan sekolah umum, yaitunya Spritual, Emosianal, Culture, Skill dan Intelektual Qoutients (SECSI). Melalui hal ini berarti pendidikan anak sudah seimbang sehingga lulusan tidak diragukan lagi karena perbuatan dan sikap mereka sudah sesuai dengan ajaran agama dan adat minangkabau / culture.” Ucapnya baru-baru ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, AH Agustion kepaa wartawan juga menyampaikan hal sama. ” Kita sangat mendukung aksi ini dan kita selalu berikan motivasi agar program pendidikan karakter berjalan optimal. Ini merupakan karakter bidang sosial, siswa terpanggil dengan siswa kurang mampu. Para siswa menengok langsung siswa yang masih usia sekolah, namun berada jauh dari keluarga. Kita harapkan rasa empati ini akan terus tumbuh di jiwa mereka, terutama empati terhadap warga  yang berada di Panti Asuhan.” Sebut Mantan Kepala SMK N 1 Payakumbuh itu.

Terkait masalah goro memungut sampah, kabid Pengawasan sampah dan Pengaduan, Hefi Suryani menyamikan rasa bangga dan apresiasi. ” Semoga semangat cinta kebersihan dan kebiasaan PHBS tertanam di jiwa mereka. Kita hanya membina dalam pembuatan bank Sampah. Namun untuk memeriahkan peringatan Hari Sampah Naional kemaren, para siswa melakukan aksi peduli sampah. Kita mengarahkan mereka, mana sampah organik dan sampah non organik. Sampah ini langsung kita pisahkan. Mendatang, kita akan berikan binaan bagaimana membuat Bio Pori yang baik, karena lokasi SMPN 1 Payakumbuh termasuk lokasi basah, kalau hujan air tergenang lama keringnya,” sebut Hefi.

SMPN 1 Payakumbuh adalah salah satu SLTP tertua di luak limopuluah. Saat ini sekolah rujukan Nasional ini sudah dikepalai 20 orang pejabat. Desfiwati adalah kepala sekolah perempuan satu-satunya sejak sekolah ini berdiri. SMPN 1 Payakumbuh termasuk sekolah cagar budaya, karena ada beberapa bangunan zaman penjajahan yang masih berdiri kokoh di lokasi sekolah ini, bangunan tersebut merupakan inventaris dibawah pengawasan Kementerian Pariwisata RI. SMPN 1 Payakumbuh memiliki 994 siswa yang diajar 63 tenaga pendidik dan kependidikan yang sebagian besar dari mereka sudah memiliki sertifikat Guru Profesional. (Est)