“Pakasam”, Makanan Khas Batuhampa, Penganan Khas Terbaik

0
79

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Dari sekian banyak makanan khas yang ditampilkan dalam ajang lomba festival makanan khas Minang Kabupaten Limapuluh Kota yang digelar di Lembah Harau Selasa (18/4) lalu, salah satunya ialah Pakasam, asal Nagari Batuhampa, Kecamatan Akabiluru. Konon, makanan khas nagari penghasil pertanian dan komodity perkebunan tersebut bisa tahan sebulan, tanpa menggunakan bahan pengawet. Ya, Pakasam adalah makanan khas yang masih banyak diidolakan masyarakat Batuhampa hingga kini, sebagai hidangan pergelaran acara adat atau hajatan. “Bagi kami, Pakasam tidak hanya makanan khas yang dibuat ketika ajang perlombaan makanan khas Minang saja, tetapi sudah menjadi makanan sehari-hari. Pakasam kerap dihidangkan, seperti ketika ada acara atau hajatan besar,” sebut Wali Nagari Batuhampa, Romi Suhardi, ketika diwawancara, Kamis (20/4).

Pria kelahiran 1975 ini menambahkan, ia membawakan Pakasam sebagai salah satu penganan khas nagarinya dalam ajang perlombaan Festifal Khas Minang Kabupaten Limapuluh Kota bukan tanpa sebab. Karena, ia meyakini, Pakasam adalah salah satu makanan khas, yang cukup diminati serta mampu bersaing dengan makanan moderen lain. Romi menyebut, kuliner berbahan dasar tepung beras, kelapa, dan minyak daging yang diolah dengan cara digoreng memiliki tektur yang renyah dan gurih. Pakasam bahkan sudah ada semenjak zaman dulu pascapenjajahan Belanda. Seiring perkembangan zaman, lanjut Romi, masyarakat Batuhampa terutama orang tua terus mengembangkan pembuatan Pakasam dari rumah ke rumah. Yang membuatnya memiliki ciri khas tersendiri, karena salah satu bahan pokok Pakasam, yaitu minyak daging tersebut sulit didapatkan di pasaran. “Jadi, memproduksi makanan ini, mempunyai tekhnik tersendiri yang hanya dimiliki oleh masyarakat dan orang tua kami. Bahannya pun, seperti minyak daging yang baik hanya ada di Nagari kami. Itulah salah satu alasan, kenapa kami memutuskan agar Pakasam diperlombakan dalam ajang festifal ini,” tambahnya.

Terbukti, pada ajang Festifal kuliner minang ala Kabupaten Limapuluh Kota yang digelar Dinas Pariwisata dan Olahraga di Aka Barayun, Lembah Harau, Pakasam terpilih menjadi satu dari 10 penganan khas Minang terbaik. Para peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Batuhampa pun diganjar hadiah dan penghargaan. Mereka antara lain, Hidayati, Hirmawati, Yeni Sesri,Yulia, Menita, Weni Astuti dan Media Kasih, yang merupakan perwakilan PKK Nagari Batuhampa. Romi Suhardi bertekad, ke depan bakal menghakpetenkan salah satu makanan tradisi itu, dan mengikutkan di setiap ajang perlombaan. Ketua TP-PKK Batuhampa, Hidayati, mengaku turut bangga atas capaian juara, sehingga menjadikan Pakasam, makanan khas Batuhampa menjadi satu dari 10 makanan khas Limapuluh Kota terbaik. Ia menyebut, akan terus momotifasi serta memberi semangat kepada ibu-ibu tim TP-PKK Batuhampa.

“Bagaimana pun, kami sangat yakin, jika Pakasam adalah salah satu khas daerah kita yang sangat berpotensi dikembangkan. Kami akan mengajak semua orang untuk lebih mengenal dan masakan khas yang dimiliki Nagari kami,” kata Hidayati. Terutama kaum muda-mudi, yang mungkin saja sudah enggan dengan jajanan tradisional. Menurutnya, generasi muda banyak yang tidak mengenal kuliner khas daerahnya sendiri, akibat trend kuliner yang cenderung beralih ke kuliner moderen.

Seperti di café-cafe atau tempat- tempat kuliner yang menjamur di Luak Limopuluah yang cenderung menyediakan masakan ala modern. Trend kuliner secara langsung sudah merubah selera generasi penerus daerah karena terbawa arus perubahan zaman.  “Masyarakat kita mulai lupa dan nyaris tidak tahu potensi apa yang seharusnya diteruskan. Karena, yang terjadi, seperti trend untuk pariwisata, orang luar sebenarnya lebih berminat memburu makanan khas daerah dibanding kuliner moderen,” tukas Hidayati.

Ia berharap, pengembangan produksi Pakasam di nantinya mampu menunjang perekonomian Khususnya para ibu rumah tangga. Selain Pakasam satu dari 10 makanan khas terbaik Limapuluh Kota, ada sembilan makanan khas nagari lain ditetapkan sebagai sajian kuliner terbaik. Ajang festival kuliner minang khas Limapuluh Kota di Lembah Harau, sempat dihadiri Menteri PP-PA RI, Yohama Yembise. Pemberian hadiah kepada para pemenang lomba diserahkan langsung oleh Bupati Irfendi Arbi, didampingi Ketua TP-PKK Limapuluh Kota, Monalisa Irfendi. (Esha Tegar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here